abie zahra
<[EMAIL PROTECTED] To: [email protected]
oo.com> cc:
Subject: Re: [ppiindia] Re:
Pemerintah Harus
01/20/2005 Kembalikan Anak Aceh yang Dibawa Lari
ke AS
01:41 PM
Please respond
to ppiindia
Skarang jelaskan tuduhan pemerintah Indonesia thd Worldhelp, milist apa,
beritanya mana. ==> Pemerintah sudah mengeluarkan pernyataan dan reaksi
keras, berdasarkan posting-an email yg saya dapat dr milis PPIINDIA. Dr
pihak pemerintah, yg sdh angkat bicara adalah Jurubicara Deplu Marty
Natalegawa, & Menteri Agama H Maftuh Basyuni. ( see below )<==
Yg jelas Pak Hidayat telah mengatakan bahwa 300 anak-anak Aceh harus di
kembalikan ke pangkuan Ibu Pertiwi, mao dikembalikan apanya? lha wong
anak-anak tsb memang masih di Indonesia koq.
==> Seandainya mmg masih ada di indonesia, tp ada ditangan org2 worldhelp,
atau kelompok lokal yg bekerjasama dgn worldhelp, apa pemerintah tdk boleh
memintanya dr mereka ? Yang pemerintah dan masyarakat minta adalah
DIKEMBALIKAN. Terserah, apakah sudah ada di luar indonesia, atau masih
diindonesia dan sudah dipersiapkan/ mungkin saja disembunyikan untuk
diberangkatkan keluar indonesia.
Anda seharusnya menitik beratkan pada pernyataan DIKEMBALIKAN. Apa kita
tunggu bukti, sampai anak2 tsb sdh ada diluar indonesia ? atau kita tunggu
bukti sampai anak2 tsb sdh diambil oleh keluarga asing, baru kita angkat
bicara ? kemudian kita sendiri ngga tau harus kemana meminta anak2 itu
dikembalikan ? kan bukannya ngga mungkin, kalau worldhelp mengambil anak2
itu scr tdk langsung, tp transit dulu ke kota2 diindonesia, tunggu sampai
keadaan reda, baru mereka ambil. <==
Tolong tempatkan berita ini secara proporsional. Lagian yg komentar Pak
Hidayat, tapi koq seakan-akan anda menempatkan Pak Hidayat mewakili
Pemerintah (eksekutif), apa Pak Hidayat itu bagian dari eksekutif.
==> Lagi pula, untuk apa anda mempermasalahkan siapa yg angkat bicara ?
pemerintah atau legislatif, selama itu baik, kenapa tdk didengarkan ?
Seharusnya yg anda permasalahkan adalah, ngapain juga worldhelp punya
rencana spt itu, apa org indonesia ngga berhak gerah atas rencananya ?
Setidaknya kita sdh angkat bicara, dan secara terang2an bahwa kita akan
meminta secara baik2 maupun paksa, thd siapa saja yg mengambil anak2 aceh
dgn motiv tertentu, dan tanpa prosedur yg ditetapkan.
Saya juga akan marah sekali jika anak-anak tsb memang sudah diboyong
wordhelp ke Amerika seperti yg diucapkan Pak Hidayat. Tapi ini kenyataannya
anak-anak tsb masih di Indonesia mas. Jadi mari kita belajar utk
proporsional..................
==> Terima kasih, atas koreksi mas Abie Zahra, jika mmg ada email saya yg
kurang berkenan dan menurut anda ada tanggapan saya yg kurang proporsional,
saya minta maaf.
Dan seperti yg anda himbaukan ke saya, mungkin anda juga perlu ikut belajar
untuk proporsional.<==
Saya juga tidak setuju dg pendapat sdr. Martha bahwa kita (umat Islam)
tidak adak yg mau mengurus anak-anak tsb. Justru niat dengan membawa
anak-anak tsb ke Amerika utk dimurtadkan adalah bukan utk mengurus.....tapi
utk kepentingan nafsu yg memboyong mereka mereka (wordhelp).
=====================================cut
==============================================
----- Forwarded by Fathul Rahman/BCT on 01/20/2005 02:51 PM -----
Mario Gagho
<[EMAIL PROTECTED] To: [email protected]
om> cc:
Subject: [ppiindia] Di Mana 300
Anak Aceh Itu?
01/16/2005 WorldHep Mengaku.
01:33 PM
Please respond
to ppiindia
15 Jan 05 08:51 WIB
Di Mana 300 Anak Aceh Itu?
* MUI Minta Usir WorldHelp Dari Aceh
* WorldHelp Mengaku Rencana Adopsi Batal
Banda Aceh, WASPADA Online
Berita harian The Washington Post tentang adanya
rencana adopsi terhadap 300 anak yatim piatu oleh
lembaga kristen WorldHelp telah menimbulkan reaksi
keras dari Pemerintah RI dan Majelis Ulama Indonesia.
MUI minta pemerintah agar mengusir WorldHelp dari
Nanggroe Aceh Darussalam, sementara WorldHelp sendiri
dalam pernyataannya kepada Washington Post telah
membatalkan rencana adopsi itu.
Jurubicara Deplu Marty Natalegawa mengatakan di
Jakarta Jumat (14/1) bahwa laporan Washington Post
edisi Kamis (13/1) mewartakan adanya 300 anak Aceh
yang diterbangkan ke Jakarta untuk diasuh kelompok
misionaris WorldHelp. Dilaporkan juga bahwa kelompok
itu akan memberikan penanaman ajaran Kristen "dan
bahkan diberitakan pemerintah Indonesia telah
memberikan izin untuk membawa anak-anak tersebut ke
Jakarta," ujar Marty.
Pemerintah Indonesia keberatan dengan perkataan
"memberi izin" dan tetap akan menuntut WorldHelp yang
berbasis di Virginia, AS, untuk mencabut pernyataan
tersebut. Tidak benar pemerintah Indonesia memberikan
izin bagi tindakan WorldHelp itu, tegas Marty.
"Sebaliknya pemerintah Indonesia sejak awal sudah
mensinyalir kemungkinan di balik kedok bantuan
kemanusiaan, pihak-pihak tertentu mengganggu
kepentingan anak-anak yang menjadi yatim piatu di
Aceh. Ada ketentuan yang melarang langkah-langkah
seperti itu," ujarnya.
Pada Jumat pagi berita lanjutan koran tersebut
melaporkan WorldHelp ternyata telah membatalkan
rencananya untuk membawa 300 anak yatim dari Aceh ke
Jakarta dan memberikan konfirmasi ternyata tidak benar
anak-anak Aceh tersebut sudah diangkut ke Jakarta.
Worldhelp juga mengkonfirmasi sebenarnya Indonesia
melarang langkah-langkah yang mereka lakukan dalam
kaitannya membawa anak-anak korban bencana dari NAD.
Namun demikian, kata Marty, Kedutaan Besar RI di
Washington tetap berupaya menghubungi pihak Worldhelp
di Virginia, yang ternyata mereka sulit dihubungi.
KBRI Washington diberi tugas untuk meminta klarifikasi
pemberitaan Washington Post kepada WorldHelp dan
meminta mereka untuk mencabut pernyataan pemerintah
Indonesia memberikan izin bagi mereka untuk membawa
anak-anak Aceh ke Jakarta. "Juga mengingatkan dengan
keras kepada mereka langkah-langkah yang demikian itu
dilarang undang-undang Indonesia," kata Marty.
Reaksi MUI
Sehubungan dengan tindakan WorldHelp, Majelis Ulama
Indonesia (MUI) minta pemerintah untuk mengusir
WorldHelp dari Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), karena
lembaga asing tersebut dianggap melakukan pemurtadan
terhadap anak-anak Aceh.
Hal tersebut diungkapkan Sekjen MUI, Din Syamsuddin
kepada wartawan usai shalat Jumat di Masjid Raya
Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (14/1). Dia minta
pemerintah untuk mengambil tindakan tegas terhadap
lembaga internasional itu.
"Kami mengetahui 300 anak Aceh yang diambil oleh
kelompok fundamentalis kristen yang difasilitasi oleh
WorldHelp itu sudah berada di luar Jakarta," katanya.
Karena itu, MUI minta pihak yang bersangkutan untuk
mengembalikan anak-anak tersebut kepada MUI melalui
pemerintah.
"MUI menyerukan kepada PGI dan KWI untuk minta
bantuannya supaya segera mengembalikan anak-anak Aceh
tersebut. Jika hal ini diabaikan kami akan ambil
tindakan tegas, karena kami sudah punya nama pimpinan
kelompok yang membawa anak-anak itu," tegas Din
Syamsuddin.
Selain itu, MUI minta pemerintah untuk mengusir
WorldHelp dan lembaga asing lainnya yang berdalih
membantu korban gempa dan tsunami di Aceh tetapi
mempunyai tujuan lain. "Pemerintah harus bertindak
tegas dan mengusir lembaga-lembaga asing yang
berdalilh membantu Aceh, tapi punya tujuan tertentu,"
ungkap dia.
MUI sendiri menilai upaya yang dilakukan lembaga
fundamentalis itu sebagai sebuah sikap yang tidak
terpuji dan bentuk kezaliman. "Kita minta semua pihak
jangan mengail di air keruh. Apalagi rakyat Aceh
sedang kena musibah," ujarnya.
Informasi mengadopsi anak asal Aceh, sudah berhembus
pasca 26 Desember lalu. Bahkan pemerintah sudah
melarang anak Aceh keluar dari daerahnya. Andaikan ada
yang ingin mengadopsi diharapkan anak Aceh diambil
oleh keluarga Muslim sesuai dengan agama anak Aceh.
(ant/cb02) (am)
http://www.waspada.co.id/berita/nasional/artikel.php?article_id=56916
=====
Mario Gagho
Political Science,
Agra University, India
=====================================original message
================================
----- Forwarded by Fathul Rahman/BCT on 01/20/2005 02:55 PM -----
"Wilson K."
<[EMAIL PROTECTED] To: [email protected]
com> cc:
Subject: [ppiindia] Pemerintah
Harus
01/18/2005 Kembalikan Anak Aceh yang Dibawa Lari
ke AS
02:09 PM
Please respond
to ppiindia
Harian Analisa - Medan. Edisi Selasa, 18 Januari 2005
Ketua MPR:
Pemerintah Harus Kembalikan Anak Aceh yang Dibawa ke AS
Makassar, (Analisa)
Ketua MPR-RI Hidayat Nurwahid meminta pemerintah Indonesia segera
mengambil sikap untuk mengembalikan 300 anak yatim Nanggroe Aceh
Darussalam (NAD) ke Indonesia yang diboyong ke Virginia, Amerika
Serikat (AS) pasca-gempa bumi dan tsunami 26 Desember 2004.
"Pemerintah harus berupaya mengembalikan anak-anak tak berdosa itu
ke pangkuan ibu pertiwi," harapnya kepada wartawan seusai memberikan
ceramah pada Konferensi Intenasional Islam di Makassar, Minggu.
Menurut Nurwahid, pemerintah harus menuntaskan masalah anak-anak
Aceh yang 'dibawa lari' ke AS oleh sebuah lembaga tanpa
sepengetahuan pemerintah. Sebaliknya, pemerintah Amerika Serikat
yang ikut peduli dengan bencana alam di Aceh dan menewaskan lebih
100 ribu jiwa itu juga berkewajiban untuk mengembalikan mereka ke
Indoensia.
"Amerika juga bertanggung jawab dengan masalah ini, bahkan akan
mencederai misi kemanusiaan yang diemban negara adidaya itu di NAD
yang ikut ambil bagian dalam penanggulangan korban gempa dan tsunami
di Aceh bersama beberapa negara lainnya," tandasnya.
Nurwahid menegaskan bahwa berbagai organisasi masyarakat di
Indonesia siap membantu warga Aceh yang tertimpa musibah, termasuk
anak-anak yatim yang sempat diboyong ke Virginia yang hingga saat
ini belum diketahui nasibnya.
Sementara itu, Menteri Agama H Maftuh Basyuni menegaskan, anak-anak
di NAD tidak boleh ke luar dari Aceh dan kalau ada yang sempat
dibawa keluar oleh salah satu lembaga tertentu di AS, itu di luar
pengetahuan pemerintah.
"Jadi, kalau pak Menko Kesra mengatakan tidak ada anak yang diboyong
ke luar Aceh, itu mungkin karena beliau tidak tahu," katanya seraya
menambahkan, kalau memang ada 300 anak yatim Aceh dibawa keluar,
sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk mengambil kembali anak-anak
tersebut.
Saat ditanyakan apakah pihak Polri sudah melakukan penyelidikan
terhadap kasus pemboyongan anak yatim Aceh ke Amerika, Menag Maftuh
menyatakan, "Saya belum tahu persis namun yang pasti pemerintah akan
segera bersikap untuk memulangkan mereka ke tanah air".
TIDAK RELA
Sementara itu, Ketua DPR Agung Laksono menyatakan tidak rela jika
berita tentang dicomotnya 300 anak NAD korban bencana gempa bumi dan
tsunami dicomot pihak asing itu benar.
"Saya kira tak ada satu negara pun yang merelakan anak bangsanya
diambil pihak asing di luar prosedur," kata Agung Laksono menjawab
pers di Jakarta, Senin.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Zaenal Maarif juga mengecam keras
tindakan pihak misionaris berbasis di Virginia, AS, yang mengaku
telah membawa 300 anak yatim-piatu Aceh itu.
Menurut laporan Washington Post, misionaris WorldHelp menyatakan
bencana besar di Aceh yang membuat mereka membawa anak-anak tersebut
ke Jakarta dan ditempatkan di keluarga-keluarga Kristen.
Ketua DPR menegaskan, "Setiap pemaksaan, tindakan ilegal, tidak
sesuai dengan prosedur sangat kita tolak dan kita tentang".
Meski demikian, Ketua DPR menyatakan perlunya akurasi berita itu.
Harus diperiksa kebenarannya sebab untuk mengangkut 300 anak
setidaknya memerlukan tiga pesawat, ujarnya.
Ia menandaskan bahwa pihaknya akan meminta penjelasan tentang
kebenaran berita itu kepada pemerintah. "Sebaiknya, kita tidak
terjebak rumor, tapi bila benar terbukti kasus itu harus segera kita
usut dan selesaikan sesuai peraturan yang ada," katanya.
Menurut WorldHelp, anak-anak yang mereka bawa rata-rata berusia 12
tahun ke bawah dan telah kehilangan orangtua atau keluarganya.
Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi mengatakan, akan mengusut kabar
tentang pengambilan anak-anak yatim Aceh tersebut, sementara Jubir
Deplu Marty Natalegawa menegaskan bahwa pemerintah tak pernah
mendukung aktivitas WorldHelp.
Kalangan DPR meminta agar pemerintah segera merelokasi anak-anak
Aceh ke pondok-pondok pesantren di Jawa agar mereka tidak tercerabut
dari agama dan budayanya. (Ant)
Source: http://analisadaily.com/2005/Januari/18/0-3.htm
Our Link: http://groups.yahoo.com/group/IQR/message/278
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give the gift of life to a sick child.
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/