Sekedar informasi tambahan,
Pembakaran Yayasan Doulos yang berlokasi di Puncak itu memang sekilas
bernuansakan SARA, tetapi yang terjadi sebenarnya adalah hasil perbuatan
bandar-bandar Narkoba.
Proyek Yayasan Doulos itu adalah untuk menyembuhkan orang-orang yang
terkena narkoba (para jungkies), dan caranya cukup berhasil, seperti juga
yang dilakukan oleh pesantren-pesantren. Nah dalam hal ini bandar Narkoba
tersebut merasa omsetnya menurun karena proyek Yayasan Doulos tersebut,
maka lokasinya dibakar dengan alasan Kristenisasi. Memang penduduk
setempat menyangkal terlibat - tetapi apakah tempat itu dibangun lagi
untuk proyek yang sama, saya kurang tahu. Karena ketua yayasan Mr.
Hutasoit sedang sibuk dengan Partai Damai Sejahtera.
Mungkin saja Kyai-kyai yang ada didaerah Jawa banyak yang dibunuh dengan
tuduhan dukun santet, juga akibat perbuatan bandar Narkoba.
Mengenai suara Azan dengan Loudspeaker, sebenarnya mengganggu tapi yang
terganggu tidak berani komplain alias takut rumahnya dirusak karena
menentang Islam, padahal Loudspeaker itu bukan tradisi Islam, karena
umumnya adzan itu dilakukan mengandalkan kekuatan suara dengan napas
perut, sehingga makin jauh makin indah kedengarannya. (Apalagi sekarang
pakai loudspeaker - adzannya pakai tape recorder).
Samsi Darmawan
"Brus" <[EMAIL PROTECTED]>
01/24/2005 03:09 PM
Please respond to ppiindia
To: [email protected]
cc:
Subject: [ppiindia] Re: Enam Pura Dirusak Orang Tak Dikenal
Tidak habis-habisnya peristiwa semacam ini terjadi. Dalam Islam
disebutkan bhw 'tidak boleh ada paksaan' dalam menjalankan syariatnya
(atau memeluk Islam).
Kisah spt di bawah ini kan sama saja dgn daerah lain, yang
memanfaatkan kebodohan orang setempat. Sehingga mudah diprovokasi oleh
seorang 'dalang'. Mereka yg di lapangan itu hanya 'pion' saja, bukan
dalang. Selalu isu SARA ini ditiupkan agar terjadi kerusuhan. Di
Jakarta dulu pernah juga terjadi di Yayasan Doulos (di Jakarta Timur),
dng menyebut nama Allahu Akbar membakar gedungnya. Tapi krn penduduk
sekitar tidak bodoh, maka kerusuhan akibat provokasi itu tidak terjadi
(orang-orang sekitar bersaksi bhw yg membakar adalah bukan penduduk
sekitar atau dari luar daerah itu, dan suara para pelaku terdengar
aneh (tidak baik penyebutannya atau tidak fasih) ketika menyebutkan
lafadz 'Allahu Akbar'. Kalau masalahnya hanya adzan, maka hrs
dipertanyakan lagi apakah benar2 suara adzannya mengganggu orang lain?
(adzan memang ditujukan utk memanggil orang Islam utk shalat). Jika
mengganggu, maka sewajarnya lah pihak mesjid tidak mengganggu penduduk
sekitar dgn suara yg dari loud-speakernya.
Tapi ingat lah jangan termakan provokasi oleh 'dalang' sebenarnya yg
tidak kelihatan yg menginginkan negara ini tetap terbelakang dan tidak
maju.
Demikian...
--- In [email protected], "Co_lapar" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
>
> Aneh yach, kalo pelakunya etnis jawa dan beragama islam, pasti
> dikatakan Orang Tak Dikenal.
>
> Memang susah negara ini.
>
>
>
>
> --- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > http://www.kompas.com/kompas-cetak/0501/22/daerah/1512421.htm
> >
> > Sabtu, 22 Januari 2005
> >
> > Enam Pura Dirusak Orang Tak Dikenal
> >
> >
> > Denpasar, Kompas - Dalam tiga hari berturut-turut sedikitnya enam
> pura-tempat persembahyangan umat Hindu-yang berada di wilayah Desa
> Adat Kuta, Legian, dan Tuban serta Kedonganan, Kabupaten Badung,
> Bali, dirusak oleh orang tak dikenal.
> >
> > Hingga kini jajaran Kepolisian Daerah Bali masih menyelidiki
> peristiwa yang meresahkan warga desa setempat tersebut. Peristiwa
ini
> cukup meresahkan, dan tidak mustahil akan menimbulkan sikap saling
> curiga antara penganut agama-agama yang ada di Bali.
> >
> > Peristiwa perusakan itu dilaporkan pertama kali Senin (17/1).
> Sebuah pura di wilayah Desa Adat Legian, Kuta, yaitu Pura Dalem
> Kahyangan, ditemukan dirusak pada bagian candi, patung, dan
pengangge
> (hiasan pura).
> >
> > Esoknya, Selasa (18/1), peristiwa serupa dilaporkan menimpa tiga
> pura sekaligus, yaitu Pura Dalem Penataran Kedonganan, Pura Kati
> Gajah, dan Pura Pesambyangan Ratu Gede Dalem Ped di Desa Adat Kelan,
> Tuban.
> >
> > Rabu (19/1) aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Kuta kembali
menerima
> laporan terjadinya perusakan terhadap dua pura keluarga di sekitar
> Jalan Majapahit, Kuta. Pura keluarga yang dirusak itu adalah Pura
> Pengorengan dan Pura Lobong. Kejadian-kejadian perusakan itu
> menimbulkan keresahan warga desa setempat.
> >
> > "Sejak kejadian pertama (di Legian), kami sudah berusaha
> mengantisipasinya. Konsentrasi kami memang baru di pura-pura milik
> desa adat. Ternyata, pelakunya menyasar ke pura-pura milik keluarga,
> seperti Pura Pengorengan," kata Bendesa (pimpinan) Adat Desa Adat
> Kuta, I Gusti Ketut Sudira, Jumat (21/1).
> >
> > Langkah antisipasi yang dimaksud adalah mewajibkan warga desa adat
> secara bergiliran berjaga di tujuh pura milik Desa Adat Kuta, di
> antaranya Pura Prajapati, Pura Segara, dan Pura Penataran, serta
Pura
> Puseh Desa Adat Kuta. "Kami berharap polisi dapat menemukan
> pelakunya. Tiang (saya) sudah meminta masyarakat jangan menuduh
> pelakunya (adalah) orang dari agama atau suku lain. Herannya, kenapa
> pura yang dirusak?" ujar Sudira.
> >
> > Diselidiki
> >
> > Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Bali Komisaris Besar
> AS Reniban yang dihubungi kemarin mengaku telah menerima laporan
> kasus perusakan di enam pura tersebut. Menurut dia, Kepala Polda
Bali
> melalui Kepala Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Denpasar telah
> menginstruksikan jajarannya agar menyelidiki kasus tersebut.
> >
> > "Kami juga sudah mengintensifkan jajaran Babinkamtibmas dan
meminta
> mereka bekerja sama dengan pecalang (satuan pengamanan desa adat).
> Yang pasti, kami telah menyelidiki kasus yang meresahkan warga ini,"
> kata Reniban.(cok)
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/