Arriko, Kamu itu lucu deh... Bedug itu perangkat yang dulu biasa dipakai sebelum azan dikumandangkan. Kalo kentongan biasa dipake petugas ronda untuk neriakin "Maliiiii...ng" atau kondisi darurat lainnya. Kalo lonceng tergantung ukurannya, kalo besar untuk gereja, kalo kecil biasa dipake untuk jualan es krim...
Saya juga punya usul, Lebih bagus kamu hidup di kota2 yang sedikit mesjidnya.Itu akan memberi ketenangan bagi kamu dan org2 sealiran denganmu.... Kamu punya banyak pilihan kok. Kalo kamu nggak siap, maka kamu harus siap hidup dengan perbedaan. Lucu juga khan kalo kamu masuk ke lingkungan yang mayoritas berbeda keyakinan dengan kamu tapi kamu tiba2 seperti menjadi juragan yang ingin mengatur kehidupan spiritual mereka yang sudah mengakar. Kamu hanya menghabiskan energimu untuk mikirin akidah akidah org lain, sementara kamu sendiri tidak ngerti apa2 tentang itu. Sesuatu yang tidak indah bagimu belum tentu indah bagi org lain. Sama halnya lagu seriosa bagi beberapa org mungkin terdengar begitu indah, tapi bagi seorang anak kecil mungkin menjadi sesuatu menyeramkan. Lonceng gereja begitu indah dan damai bagi umat kristiani, tapi bagi orang yang jantungan mungkin menjadi sesuatu yang membahayakan dan bisa mempercepatnya ke kuburan. Koor-koor gereja bagimu terdengar merdu, tapi bagi org lain bisa jadi terdengar seperti bunyi gerombolan tawon. Kamu pikir suara2 itu tidak mengganggu lingkungan di sekitarnya? Bisa ya bisa tidak. Cuma mereka mungkin ngak separah kamu. Mereka masih toleran. Aku senang dengan lagu silent night Marriah Carey, tapi ketika itu kuputar, bosku langsung protes dan minta aku segera mematikan lagu itu karena merasa tidak nyaman dengan lagu itu (kebetulan ruangannya disebelah ruanganku). Cerita temanmu yang islam itu bisa saja, tapi tidak ada yang tahu seberapa bener dia menjalankan ibadahnya, seberapa islam hatinya, seberapa dalam pengetahuan islamnya, seberapa ngerti dia dengan keyakinannya. Jadi itu nggak bisa kamu jadi'in referensi. Kakekmu muslim yang taat. Pertanyaannya siapa yang memberi gelar taat ke kakekmu? Kamu sendiri? Jangan gampang ngasih embel2. Taat itu hanya Tuhan yang tahu dan itu menjadi cita2 org beriman sebelum mati. Bilang taat kok ada cucunya berubah keyakinan. Kesian deh Kakekmu. Loudspeaker dan Mikrofon bagian dari peradaban manusia. Apa kamu pikir Loudspeaker dan Mikrofon tercipta karena org baca kitab sucimu? Tunjukan di surat mana diajarin cara bikin speaker atau mikropon? Tahu apa kamu tentang pandangan Islam terhadap org kafir? Kamu adalah kafir memang benar itu dipandang dari sisi Islam. Tidak perlu merasa terganggu dengan itu selama tidak ada yang terang2an menunjuk jidatmu sambil teriak "Hei kafir loe!". Muslim juga dianggap kafir jika dipandang dari agama kamu. Apa tidak ada kata2 kafir dikitab sucimu? Bagi Islam kafir adalah sebutan bagi org yang mengingkari atau tidak mengakui Allah sebagai tuhannya. Sebaliknya begitu juga dengan agamamu akan mengaggap kafir bagi yang tidak mengakui Yesus sbg tuhannya. Silah saja. Muslim hanya dilarang mengikuti ibadah agama lain, karena itu berarti mengingkari Tuhannya sendiri. Islam mengajari kamu habluminannas dan habluminallah. Membina hubungan baik dengan manusia dan juga Allah sebagi Tuhannya. Usulku : Simpan usulmu. Karena usulmu lucu. Analoginya seperti org yang buta huruf ngajarin guru bahasa Indonesia bagaimana cara membaca yang baik. ----- Original Message ----- From: "Arriko Indrawan" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Wednesday, January 26, 2005 4:18 PM Subject: Re: [ppiindia] Re: Enam Pura Dirusak Orang Tak Dikenal > > > > Mr. Ambon..... emang sedikit berlebihan, nich..... > Kalo saya lagi pulas ya nggak kedengaran tuh bunyi adzan ... hehehehe... > > Panggilan untuk Sembahyang umat Islam memang unik, yaitu adzan, berbeda dg > agama-agama lain > yg menggunakan isyarat lain spt : bedug, Lonceng, Kentongan dll. > Selain sebagai panggilan untuk sembahyang juga dikumandangkan untuk memuji > kebesaran Allah > dan sebagai Syiar Agama Islam. Adzan tdk monoton dan bisa di-improvisasi > intonasi nadanya oleh > si pengumandang, sehingga bisa terdengar indah. > > Menurut cerita Almarhum Kakek saya, seorang Muslimin yg taat, sewaktu saya > kecil, > Adzan dikumandangkan pertama kali oleh seorang pengikut nabi Muhammad dr > Etiopia > (Saya lupa namanya).......di pinggir jalan perkemahan prajurit, berteriak > dg kedua tangan > di samping mulut, tanpa Loudspeaker untuk mengingatkan waktu sholat. > Petunjuk waktu sholatnya adalah posisi matahari atau bintang di langit.... > > Loudspeaker dan Mikrofon, hasil pemikiran dan teknologi orang Kafir, > digunakan di masjid-masjid > baru di pertengahan abad 20 untuk menjangkau makin banyak orang. > > Sejauh yg saya ketahui, di Turki bahkan di Pakistan juga Suara Adzan Masjid > tdk sekencang di Indonesia. Ini cerita orang Pakistan kenalan saya, > beragama Islam. > Bahkan dia merasa terganggu dengan suara adzan dan Pengajian di Masjid > dekat tempat tinggalnya... > Apalagi di Indonesia, di Jakarta khususnya, Setiap RW dg radius kurang dari > 500 m, minimal ada 1 Masjid... > > Jadi, bisa dibayangkan kalau semua Masjid mengumandangkan adzan dlm waktu > yg hampir bersamaan > dg volume yg full.... Yg terdengar bukan keindahan suara Adzan lagi, tapi > sdh spt suara ribuan tawon pake > loudspeaker....Kebisingan....kontribusi polusi suara ?? > > Adzan hanyalah sarana untuk mengajak dan mengingatkan orang untuk sujud > menyembah-Nya. > Kalau mau dilihat dg jernih, setiap Muslimin dan Muslimat sdh mengetahui > tenggang waktu sholat... > sehingga adzan sebenarnya tdk terlalu diperlukan. > Misalnya sholat ashar dilakukan kira-kira antara pk. 3-an sampai 1/2 6, > Kalau punya kesadaran yg tinggi dan punya niat mau melaksanakan kewajiban > sholat, > suara adzan tdk terlalu diperlukan, toh?? > > Di sini bisa dikatakan bahwa orang Turki dan Pakistan sdh lebih sadar akan > hak dan kewajiban diri > dan orang lain... dibdk orang Indonesia... bukan begitu?? > > Sekedar usulan kecil : > 1. Lebih baik Masjid yg mengumandangkan adzan dikoordinasi dan digilir di > masing-masing Kelurahan, > 2 atau 3 masjid saja yg mengumandangkan adzan untuk satu waktu sholat > supaya suara adzan > terdengar merdu dan indah > 2. Pengajian di Masjid atau ceramah di masjid selain jumatan tdk perlu > menggunakan Loudspeaker luar. > Acara tsb lebih sering adlh acara orang yg hadir di Masjid pd saat itu. > Orang lewat ataupun orang yg di > rumah amat sangat sedikit yg mendengarkannya, bahkan mungkin hampir tdk > ada yg mendengarkan. > Selain itu, biaya listrik masjid menjadi lebih hemat dan masa pakai > alat-alat elektroniknya bisa lebih > panjang. > > Bagaimana?? > > > Salam, > > Arriko I > > > > > > > > > > Carla Annamarie > To: Arriko Indrawan/PRUIDN/IDN/[EMAIL PROTECTED] > 01/26/2005 11:57 cc: > AM Subject: Re: [ppiindia] Re: Enam Pura Dirusak Orang > Tak Dikenal > > > > > > ----- Forwarded by Carla Annamarie/PRUIDN/IDN/Prudential on 01/26/2005 > 11:58 AM ----- > > abie zahra > <[EMAIL PROTECTED] To: [email protected] > com> cc: > Subject: Re: [ppiindia] Re: Enam Pura Dirusak Orang > 01/26/2005 11:50 Tak Dikenal > AM > Please respond to > ppiindia > > > > > > > > Ha...ha...ha......kocak cara berpikirnya, kayak Mr. Bean. > Hua.....ha....ha.....ha......huek!! cuh!!! > > Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Di Turki yang berpenduduk 99,9% beragama Islam > ada peraturan pembatasan > keras suara LOUDSPEAKER, jadi tidak keras seenaknya seperti di Indonesia. > Pembatasan ini dibuat agar tidak menganggu orang yang membutuhkan istirahat > > karena kerja shift, sakit dsb. Bayangkan saja yang bekerja shift kalau > tidak tidur betul, bisa ngantuk-ngatuk di pekerjaan. Kalau ngatuk di tempat > > kerja berarti bisa bekerja tidak betul, mudah membuat kesalahan jadi > produktivitas tidak optimal atau juga bisa mudah mendapat kecelakan di > pabrik. Kalau sopir bus ngantuk bisa membuat kecelakan lalu lintas atau > juga > membahayakan keselematan penumpang.. > > ----- Original Message ----- > From: <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Tuesday, January 25, 2005 9:45 AM > Subject: Re: [ppiindia] Re: Enam Pura Dirusak Orang Tak Dikenal > > > > > > Sekali lagi tolong jangan diputar-putar bung, > > coba ikuti tulisan ini dari awal, yang di kritik itu bukan Azannya tetapi > > azan yang menggunakan Loud Speaker, (memang dalam tulisan ini saya lupa > > memasukkan kata "LOUDSPEAKER" ) > > Sekali lagi yang saya kritik adalah penggunaan LOUDSPEAKER nya. > > tetapi kalau anda ikuti diskusi ini dan baca tulisan dibawah ini dengan > > benar, pasti diskusi ini menjadi menarik. > > Tetapi terserah anda semua sih, kalau mau jadi ISLAM yang terbuka, besar > > dan maju sebaiknya setiap kritik ditelaah dengan baik > > Kalau saya menganggap kritik atau realitas yang terjadi adalah masukan > > yang membuat kita dewasa, tetapi kalau dianggap menyerang ISLAM atau > > mediskreditkan ISLAM, maka saya kira tidak perlu dilanjutkan lagi diskusi > > ini, karena tidak akan ada berhentinya (setiap tesis pasti ada > > antitesisnya dan menimbulkan hipotesis yang baru). > > > > Wassalam, > > > > Samsi Darmawan > > > > > > > > > > > > "MHOEL" <[EMAIL PROTECTED]> > > 01/25/2005 03:20 PM > > Please respond to ppiindia > > > > To: <[email protected]> > > cc: > > Subject: Re: [ppiindia] Re: Enam Pura Dirusak Orang Tak > > Dikenal > > > > > > > > Jangan berlebihan lah..... > > Ini siapa yang harus mentoleransi siapa. > > > > Tidak ada alasan untuk keberatan dengan orang2 yang menjalankan > > ibadahnya, > > apa lagi dilingkungannya sendiri. > > > > Adzan adalah panggilan sholat untuk muslim. Masak manggil orang harus > > bisik2. Nyang bener aja. > > Sama halnya dengan muslim di lingkuanganku yang nggak protes suara > > loceng > > gereja yang berdentang setiap jam 5 sore. Juga tidak ada yang protes > > ketika > > etnis tionghoa bakar dupa yang lidinya ditaruh di pintu masuk rumah. > Terus > > terang baunya nggak enak dan menganggu, tapi nggak ada tuh muslim di > > lingkungan ku yang protes. > > > > > > ----- Original Message ----- > > From: <[EMAIL PROTECTED]> > > To: <[email protected]> > > Sent: Tuesday, January 25, 2005 2:23 PM > > Subject: Re: [ppiindia] Re: Enam Pura Dirusak Orang Tak Dikenal > > > > > > > > > > Bung Rahman, > > > Memang sampai saat ini belum ada umat Islam yang melakukan pengrusakan > > > yang dilatar belakangi Azan, rasanya saya tidak bilang begitu, coba > > anda > > > baca lagi. > > > Begitu juga dengan yang protes, tidak pernah ada, tetapi yang > > berkeberatan > > > banyak, mereka tidak berani ngomong terus terang karena takut. > > > Sekali lagi karena takut. > > > Dan saya katakan, mereka takut kalau menentang azan, akan dikira > > menentang > > > Islam, dan menentang Islam berarti menentang mayoritas, dan akan > > berakibat > > > pengrusakan rumah. > > > Sekali lagi akan berakibat pengrusakan rumah yang protes apalagi kalau > > > yang protes itu Cina. > > > Memang bunyi azan itu cuma lima menit, tetapi kalau anda sedang > > enak-enak > > > tidur lalu dibangunkan oleh suara gaduh apakan anda bisa tidur lagi? > > > apakah tidak jengkel, (Misalnya tetangga anda menyetel Baghawad Gita > > > keras-keras, jam 3 pagi selama 5 menit saja). > > > lagipula Azan itu enak didengar hanya oleh umat Muslim, tetapi umat > > lain, > > > pasti sebal mendengarnya. Jadi jangan mengukur keindahan itu > > menggunakan > > > telinga anda. > > > Kalau soal mencari alasan sih, ada sejuta alasan untuk mencari > > pembenaran, > > > jadi saya tidak mau bahas soal ini. > > > Ini soal toleransi, itu saja. > > > > > > Berita dibawah ini adalah sepotong berita kejadian di Rengas Dengklok > > 30 > > > Januari 1997 > > > (Sengaja saya quote bagian penting saja, karena beritanya panjang - > > contoh > > > - dimana rumah orang cina dibakar karena merasa terganggu suara bedug) > > > Sekali lagi ini cuma contoh > > > > > > Kepada Mutiara, sejumlah warga yang bermukim di seputar lokasi sumber > > > kerusuhan dan Jalan Raya Rengasdengklok mengatakan, aksi protes > > anti-Cina > > > mulai berkobar sekira pukul 04.00 WIB, menjelang makan sahur. > > > Saat anak-anak Kampung Warudoyong memukul beduk di langgar untuk > > > membangunkan warga sekitar, satu keluarga Cina di dekatnya menyatakan > > > merasa > > > terganggu oleh suara tersebut. Keluarga itu menegurnya dengan kasar. > > > "Kaya' > > > kelelawar saja. Kalau siang tidur, malam ribut...," kata Ari, 16 > > tahun, > > > warga Warudoyong. > > > Samsi Darmawan > > > > > > > > > ================================== > > > > > > ==> Saya pribadi belum pernah melihat ada org yg protes karena azan, > > rata2 > > > mereka memaklumi hal itu. Dan blm pernah ada pengrusakan rumah oleh > > umat > > > islam dgn alasan menentang islam hanya karena pemilik rumah protes thd > > > azan. > > > Kalaupun ada, sebaiknya dilaporkan ke yg berwajib, krn telah melakukan > > > tindakan semena2. > > > Alhamdulillah warga non muslim di lingkungan saya begitu toleran thd > > azan. > > > Dan saya jg temukan toleransi spt ini di banyak tempat. > > > Azan itu sendiri tdk terlalu menggangu, karena seruan azan tdklah lama > > ( > > > kurang lebih 5 menit ) dan umumnya suara azan itu di serukan oleh org2 > > yg > > > memiliki suara / bisa membawakan azan dgn indah / enak didengar. > > > Penggunaan loudspeaker itu sendiri hanya sebatas sbg alat bantu agar > > suara > > > muadzin bisa lebih optimal di dengar oleh umat yg berada cukup jauh. > > Dan > > > itu sah saja, meski memang bukan bagian dari tradisi islam. > > > Sama halnya jika ada umat yg menuju masjid untuk sholat dgn > > menggunakan > > > sepeda motor. Tujuannya supaya bisa lebih cepat dan efisien, meski > > sepeda > > > motor bukan bagian dr tradisi islam, dan itu sah saja. <== > > > > > > salam > > > Rahman > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > > > > > > *************************************************************************** > > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju > > Indonesia > > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > > > > > > *************************************************************************** > > > > > > __________________________________________________________________________ > > > Mohon Perhatian: > > > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > > otokritik) > > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > *************************************************************************** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > > > *************************************************************************** > > > __________________________________________________________________________ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > *************************************************************************** > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > > > *************************************************************************** > > > __________________________________________________________________________ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > >3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > > --------------------------------- > Yahoo! Groups Links > > To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ > > To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > > > > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term' > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who cares about public education! http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

