Pluralisme ato Universalisme, mbah?

Kalo seorang pemimpin bangsa (yang bangsanya multi agama), gak perlu 
dia ngomong2 begitu. Kalo dia pemimpin agama bicara didepan umatnya 
ya...biarin aja. Jadi, lihat sikon lah.

Ini lah masalahnya mbah, kalo Tuhan udah gak universalisme lagi ato 
dipersempit menjadi Tuhan adalah Tuhan Yesus son of Maria...kan 
jadinya gak universal.

Umat Islam juga percaya bahwa keselamatan itu hanya dari Gusti Allah 
Sang Maha Pencipta, tapi gak pernah percaya dari anaknya bunda Maria.
Bahkan keselamatan bukan juga hak prerogatif Muhammad SAW. Umat 
Islam berdoa langsung kepada Allah dan doa keselamatan itu 
biasanya,"Ya Allah Engkaulah Keselamatan, dariMu lah segala 
keselamatan,..."

Jelas beda kan? gak bisa di paksain untuk sama kan. Terlalu agung 
lah Gusti Allah itu kalau mau disamain sama apapun yang ada didunia 
ini. Mission Impossible: Creator is as same as His creation.

--- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> MBak,
> 
> Kalau romo Magnis ini mengungkapkan apa yang dia imani, yang dia 
> PRIBADI anggap benar, itu adalah haknya. Kita semua mengimani apa 
> yang anggap benar. Itu masalah kita. Kita secara pribadi boleh 
saja 
> katakan, tak ada universalisme agama. Hak pribadi bukan?
> 
> Namun dalam panggung umum mengatakan, hanya ajaranku yang benar, 
dan 
> menampik univertsalisme agama, lalu apa yang harus dikatakan sang 
> pendengar yang kebetulan tak seanutan?
> 
> Repot kan?
> 
> FYI: apa yang ditampik romo Magnis itu, adalah diputuskan dalam 
> konsili II (Vaticanum II), yakni ada penyelamatan diluar Kristus. 
> Tetapi oleh sri Paus yang sekarang ditolak. Juga seruan beruluran 
> tangan antar agama Kristen (Katholik, Protestant, Yunani 
Orthodox), 
> yang diputuskan dalam konsili Vatican II (tahun 60an awal), 
ditarik 
> sri Paus.
> 
> Jadi, apa yang benar atau tidak bagi suatu agama, juga merupakan 
> aluran ombak waktu, terkadang pasang terkadang surut.
> 
> Yang penting menurut saya, disamping hal2 yang dianggap 
mutlakbenar 
> disetiap agama, kita akui, adanya kebenaran universal disetiap 
agama: 
> adanya Tuhan yang Mahakuasa, kewajiban manusia berbuat luhur dan 
> mulia dan menjauhi segala tindakan buruk. Malah inilah yang 
> terpenting, dan..menyatukan kita semua insan Ilahi.
> 
> Isteriku Katholik, saya Protestant, lalu Paus menggelegar dari 
atas 
> mimbar, katakan: "Wahai umatku, janganlah beribadat menerima 
hostia 
> bersama mereka yang bukan umat kita". Lalu? Kami harus kegereja 
> sendiri2?
> 
> Manusiawi?
> 
> Salam
> 
> danardono
> 
> --- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> 
> wrote:
> > 
> > Mbah,
> > Kalau saya nih mbah ada yang saya tolak dan ada yang saya terima 
> > dari Pluralisme Agama. Buat saya ke fanatikan itu perlu dalam 
> > berakidah tapi tidak dalam menjalin kerukunan hidup umat 
beragama 
> > (bukan kerukunan hidup beragama). Ada lagi istilah Fikih Lintas 
> > Agama, lalu ada yang bertanya apa di dalam agama lain ada fikih?
> > 
> > Pada intinya saya menghargai usaha2 orang yang ingin 
mensejajarkan 
> > agama-agama, tapi memaksakan untuk menyamakannya juga salah 
kaprah, 
> > karena tetap saja ada perbedaannya. Yang penting adalah 
bagaimana 
> > kita bisa menghargai perbedaan tanpa memaksa keyakinan masing2.
> > Kalau AlQur'an bilang "Bagimu agama mu, bagiku agama ku". 
> > 






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give underprivileged students the materials they need to learn. 
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke