====> si mBak:Akal manusia bisa membaca sejarah dunia bukan? dimana 
pernah terjadi pembunuhan pada pengikut Athaneus (?) karena syahwat 
politk yang keras pada saat itu dan akhirnya pengikut Arius (?) 
mendapat legitimasi dari Kaisar, maka berkibarlah faham trinity pada 
konsili di Nikea tahun 523 (?). Meski dalam perkembangannya 
kemudian, makna faham ini bergeser ke arah yang sangat filosofis...

-----------------------

Lho mBak, Athaneus kuwi sopo to? 

Yang saya tahu, namanya Athanasius, uskup Alexandria dan mewakili 
konsep "homoiousios", bahwa anak  sama substansinya  dengan Bapak.
Pengikut  Arius  mengatakan  bahwa  anak diciptakan  dari  tidak 
ada, sementara Athanasius mengatakan bahwa dia  diciptakan  dari  
esensi  Bapak.  Pengikut  Arius berpendapat  bahwa anak tidak sama 
substansinya dengan Bapak sementara   Athanasius   berpendapat   
bahwa   anak   adalah homoousios dengan Bapak.

Memang mummeeettt...

Makane tak bilang to, sebelum muter muter mengenai definisi 
keAllahan, yang bikin jotos2an, lebih baik, langsung melaksanakan 
dharma: bakti sosial. Jangan bener2an sendiri...siapa tahu, kalau 
mati, semuane salah?

Tapi kalau kita penuhi dharma: menolong sesama (tanpa pandang 
bulu,gak pake ukuwwah2an), rendah hati, berderma (berzakat fitrah), 
jauhi maksiat, jauhi narkoba dan miras, dst.Pasti masuk surga atau 
nirwana (bahasa pali: nibbhana).



Salam bhakti

Danardono






--- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> 
> --- In [email protected], "Arriko Indrawan" 
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > 
> > Sorry baru sempat baca dan balas....
> > 
> > Memang artikel tsb sdh lama mbak...
> > Paling tidak, bisa jadi referensi bahwa ada penolakan dari
> > pihak tertentu, thdp metodologi sejarah yg digunakan...
> 
> Kalo cuma sebagai referensi bahwa ada penolakan dari pihak 
tertentu 
> thdp metodologi sejarah yang digunakan ...gak masalah...tapi apa 
> hubungannya dengan masalah yang  saya tanyakan? Saya kan bertanya 
> dimana ada pemikir Islam yang menolak AlQur'an diselidiki dengan 
> alasan "ini sudah perkataan Allah..."???. 
> 
> Gak nyambung kan? Jaka sembung naik ojek.
> Rasanya sampeyan mempunyai masalah dengan reading comprehension.
> 
> > 
> > Mbak Lina,
> > Penambahan itu ada pada "Surat" Yohanes, bukan pada "Kitab 
> Yohanes" yang> berisi> Kisah hidup Yesus. Penambahan tsb terkait 
dg 
> adanya penemuan "surat" yg> belakangan...
> 
> Lina: Apapun itu namanya, itu kan ada di dalam kitab suci 
Perjanjian 
> Baru. Moga2 nanti kalo ada "surat" terbaru, kitab suci tsb bisa 
> berubah: ditambah or dihapus lagi. Saya faham kok, makna "kitab 
> suci" bagi umat Islam dan umat Kristen itu beda.
> 
> Buat sampeyan gak masalah sebuah kitab suci mau ditambah mau 
dihapus 
> or diuyek-uyek kan? ya silakan. Sampeyan yang awam jg gak tau kan 
> mana ayat yang sudah berubah lagi nantinya? Meski yang ditambah or 
> dihapus itu suatu hal yang inti, tentang Tuhan. Tuhan yang 
universal 
> di ubah menjadi Tuhan yang terbatas. Itu lah hebatnya dogma yang 
> ditanam gereja. Disini jargon "keterbatasan akal/pengetahuan 
> manusia" di pakai untuk berlindung. Juga perkataan "hubungan dgn 
> Tuhan adalah urusan pribadi". he..he...padahal mempelajari metode 
> penulisan kitab suci (untuk mencapai keyakinan), tidak ada kendala 
> pada akal manusia kan?
> 
> Akal manusia bisa membaca sejarah dunia bukan? dimana pernah 
terjadi 
> pembunuhan pada pengikut Athaneus (?) karena syahwat politk yang 
> keras pada saat itu dan akhirnya pengikut Arius (?) mendapat 
> legitimasi dari Kaisar, maka berkibarlah faham trinity pada 
konsili 
> di Nikea tahun 523 (?). Meski dalam perkembangannya kemudian, 
makna  
> faham ini bergeser ke arah yang sangat filosofis. 
> 
> Mungkin karena itu kaum filsafat menasehatkan gak usah bicarain 
soal 
> ini, karena memang absurd. Mending jadi orang, baik-baik aja.
> > 
> > Perlu diketahui, Keputusan yg diambil oleh Gereja Katolik Roma 
> berdasarkan
> > kajian yg panjang dengan membentuk "tim pro dan tim Kontra" 
untuk 
> saling
> > berargumentasi. Setelah pengkajian yg panjang baru diambil sebuah
> > kesimpulan
> > dan akhirnya keputusan. Bila sudah sampai pada keputusan,
> > maka perkara tsb bersifat mengikat...
> > 
> > Gereja Katolik sebagai sebuah organisasi di dunia yg berumur 
> hampir 2000
> > thn mengalami pasang-surut, juga jatuh-bangun, serta tdk luput 
dari
> > kesalahan..
> > dan itu merupakan bagian dari sejarah...
> > 
> > Kesalahan yg telah dilakukan juga sudah diakui dan Gereja 
Katolik 
> sdh> mempunyai> sikap yg lebih bijak dg belajar dari 
> kesalahan...bukankah hal tsb yg> terpenting??
> 
> Lina: yang dah ketahuan didepan mata memang diakui. Yang belum 
> gimana? Yang merongrong wibawa sebagai gereja gimana? kalo bisa 
> berkelit ya berkelit lah kayak memberi sanggahan kepada kasus DVC 
> itu. Toh itu masih bisa dibantah, ya di bantah lah.
> 
> Lalu apa Gereja Katolik Roma telah minta maaf kepada umat Kristen 
> kalo dah menambah-nambahin ayat?
> 
> > Siapa di antara kita yg tdk pernah khilaf?? Yg terpenting adalah 
> kita yg> sekarang> yg telah belajar dari ke-khilafan masa lalu 
> kita... dan ini membuat kita> menjadi> lebih bijak, khan?? Tinggal 
> kita yg pilih, mau terus melihat masa lalu,> atau mau menghadapi 
> hari ini dan masa mendatang??
> 
> Khilaf boleh khilaf. Jangan mengatas namakan Jesus dong. Jangan 
> ngaku-ngaku penerus Jesus yang gak akan pernah salah dong (Saya 
ini 
> kan juga pecinta Jesus). Jadi pelajaran buat sampeyan, gereja pun 
> bisa salah dalam memilih dogma, jadi kritis dikit, jangan telen 
> bulet2 dalam ajaran dogma. Cium dulu ini busuk gak? 
> > 
> > Saya bukan Theolog, jadi mungkin penjelasan saya kurang 
memuaskan, 
> bila> diantara> anggota Millist ada Theolog Katolik, mungkin bisa 
> merinci lebih detail?
> 
> Saya juga bukan Theolog. Cuma orang yang pernah bimbang antara 
> kebenaran dan Kebenaran.
> > 
> > Saya sepakat dg Mbak Lina, mari kita saling mengingatkan untuk 
> berbuat baik> kepada sesama, tanpa memandang perbedaan yg ada... 
Ini 
> merupakan muara> semua> ajaran agama, khan??
> 
> Yap, saling mengingatkan juga kepada ulama dan pendeta. Orang 
Islam 
> kepada ulamanya, orang Kristen kepada pendetanya. Kalo terbalik, 
> bisa rame.
> 
> > 
> > 
> > Salam dalam Kasih,
> > 
> > Arriko I
> > 
> wassalam.
> > 
> >





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke