Mbah yang ku hormati,
Maksudku dogma yang dikeluarkan oleh sebuah institusi agama semacam 
gereja, mesjid, vihara, or apapun yang mengatakan ini bagian wahyu 
yang gak boleh dipertanyakan. Untuk seorang yang mencari, ini sangat 
perlu mbah. Kalau saya mencari mana yang wahyu mana yang bukan, lalu 
di skak mat dengan "kamu gak boleh bertanya soal ini", lah piye toh 
mbah? Dari pengalaman saya, saya tak menemukan dogma dalam mengimani 
iman saya mbah...


--- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> MBak Lina yang baik,
> 
> "Setahu saya di Islam tak ada Mesjid atau Institusi Internasional
> yang menyatakan bagian wahyu tak boleh diperdebatkan dan harus
> diterima sebagai dogma"
> 
> DH: mbak, kita tahu sendiri, tak ada agama, yang tak mengandung 
> dogma, dimana kita harus taat mengimaninya. Ini bukanlah topic 
yang 
> kita harus bahas di-milis ini, kita laksanakan, apa yang kita 
> percayai sebagai perintah Tuhan, menurut ajaran masing masing.

Mbah yang ku hormati,
Maksudku dogma yang dikeluarkan oleh sebuah institusi agama semacam 
gereja, mesjid, vihara, or apapun yang mengatakan ini bagian wahyu 
yang gak boleh dipertanyakan. Untuk seorang yang mencari, ini sangat 
perlu mbah. Kalau saya mencari mana yang wahyu mana yang bukan, lalu 
di skak mat dengan "kamu gak boleh bertanya soal ini", lah piye toh 
mbah? Dari pengalaman saya, saya tak menemukan dogma dalam mengimani 
iman saya mbah...

> 
> "Siddharta (yang juga seorang nabi) belum berhasil menjalankan
> missinya, maka diutus nabi-nabi kemudian. Mengapa Tuhan mau repot
> ngutus nabi, knapa gak sekaligus buat jreng semua umat jadi baik?"
> 
> DH: sedikit koreksi ya? Buddha BUKAN nabi, dia adalah seorang 
biasa > seperti anda dan saya. Dia TIDAK diutus Tuhan atau siapa 
siapa, Dia > tak pernah bertemu malaikat atau siapapun. Apa yang Dia 
katakan, > adalah kata katanya sendiri, bukan kata kata Tuhan. 
Buddha tidak > diutus siapa siapa. Menjalankan missi yang BELUM 
berhasil?

LD: Definisi nabi dan rasul bagi tiap agama juga mungkin beda. Tapi 
buat saya Sidharta itu setingkat nabi tapi bukan Rasul. Ato mungkin 
kaum sufi, yang sufinya dah tinggi banget...:-)
> 
> Buddha itu kita ibaratkan guru.Guru mathematika misalnya 
dikelasnya 
> mBak dulu. Ada yang berhasilmemahami ajaran mathematika, lulus 
> sekolah, jadi orang. Tetapi banyak yang gak mudeng dan tak paham 
> satu rumuspun, lalu timggal kelas, gak jadi orang. Kan bukan sang 
> guru yang salah? Dan, mBak, nabi mana yang berhasil? maaf ya mBak, 
> 2000 tahun setelah Kristus yang dipercaya sebagai anak Allah, dan 
> Muhammad yang dipercaya sebagai nabi terakhir, tetap manusia ini 
> buruk. Dua perang dunia, bom atom, dan kini, krisis demi krisis..

LD Mbah dah baca buku "100 Tokoh Dunia" karya Michael...
(lupa...)..disana Nabi Muhammad SAW diurutan pertama karena 
keberhasilannya dalam mengubah dunia arab yang jahil, yang selalu 
bertengkar antar suku, menjadi negara yang berdaulat, kenal 
moral..etc...Pemimpin Bangsa dan Pemimpin Moral. Siapa yang merubah 
pembunuhan bayi wanita dijaman itu, siapa yang merubah kedudukan 
wanita yang waktu itu dianggap mahluk setengah jadi? siapa yang 
mengubah dunia arab yang kental paganisme mengenal tauhid? Ada 
manusia seberhasil dia dalam pembinaan fisik dan moral?
> 
> Dan, mBak, umat tiga nabi (kalau Yesus dianggap nabi, dan bukan 
> Tuhan), yang mengikuti ajaran Ibrahim itu, saudara dalam satu 
> keluarga Semit, bunuh bunuh tiada hentinya.

Kalau memandang manusia yang saling membunuh tanpa sebab, sepertinya 
tak relevan kalau menghubungkannya dengan umat nabi. Mereka umat 
setan...:-). Toh tidak semua manusia setuju dengan saling bunuh, 
jadi masih ada umatnya nabi...:-). Tenang aja mbah, dunia ini belum 
lagi kiamat.
> 
> " Bukankah Tuhan ingin kita bersemangat dalam hidup dan dapat
> menghargai hidup? Apa arti hidup ini kalau semua orang baik?
> Bagaimana kita tahu baik tanpa ada yang jahat? Bagaimana kita tahu
> benar tanpa ada yang salah? etc..."
> 
> DH: Apakah manusia ini peduli, apa yang Tuhan ingini? mBak,kalau 
> demikian adanya, bangsa kita tak terpuruk sampai kini. Soalbaik 
atau > jahat, tak perlu kita pusingkan apa itu. Mbak dapat bangun 
pagi > disuatu hari, langsung berbuat baik, lakukan tugas, jangan 
merugikan> orang lain, taat pada peraturan yang benar dan etika 
moral, sopan> santun, ahh, mBak sudah berbuat yang baik, tanpa 
bertanya dahulu,> apa itu jahat.

LD: Iya sebetulnya peduli. Masalahnya manusia suka menuhankan yang 
lain-lain. Itu perlunya ajaran Tauhid Murni. Jangan uang 
dipertuhankan, jangan agama dipertuhankan, jangan kuburan 
dipertuhankan, jangan gereja/mesjid dipertuhankan, jangan suami 
dipertuhankan. Semua itu kan ada tempatnya masing2 untuk 
dihargai...ya mbah.
Mbah ku sayang, saya kalau bangun pagi, saya tidak mau mengeluh, 
saya langsung mandi dan mengerjakan apa yg harus saya kerjakan, saya 
tidak mau ngomel, saya tidak mau melanggar peraturan..so...what is 
that? Saya tak mau berbuat jahat. Karena saya tahu apa itu jahat. 
Gak pusing kan, mbah. 
> 
> Kalau mbak tak mencuri, apakah mBak lakukan setelah mbak kaji 
dalam > dalam, mencuri itu baik atau buruk. Tidak kan? MBak langsung 
tanya > hati nurani "pantaskah aku lakukan ini"?

Saya tak mencuri karena saya tau gak enaknya dicuri...:-). Hati 
nurani itu mbah, bisa tebulak balik gak keruan kalau gak sering 
dibersihin, disirami,...dengan dzikir. 
> 
> Ada satu tip yang baik dan mudah sekali dijalankan, ajaran Buddha, 
> coba deh mBak lakukan: "sadarlah tiap hari langkah apa yang kau 
> lakukan, ucapkan dalam hati, apa yang anda sedang lakukan, satu 
demi > satu. Kalau bicara,kalau berpikir,kalau melakukan sesuatu. 
sadari > satu langkah demi langkah. Be mindfull, anumodhana.

Ini sama aja dengan nasehat2 kanjeng Muhammad SAW. Mulailah segala 
perbuatan dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha 
Penyanyang (bismillahirrohmanirrohiim) dan katanya salah satu aliran 
Kristen (lupa namanya namun pernah saya postingkan disini pada judul 
Cross and the Crescent..itu) juga dahulu sekali melakukan "menyebut 
nama Tuhan" dalam setiap memulai kegiatannya. Apa maksud nasehat 
para nabi ini? Tentu gak jauh dari yang dimaksud Sidharta. Naik 
angkot bismillah, masuk rumah bismillah, mau makan bismillah mau 
tidur bismillah, bahkan mau berhubungan dgn suami/istripun 
bismillah...:-). Ada lagi nasehat dari kanjeng nabi untuk selalu 
menjaga wudhu', itu artinya juga untuk pengontrolan 
diri...mbah...juga puasa, memakai jilbab..dll..waah banyak sekali 
mbah cara yang diberikan kanjeng nabi...dari yang mudah maupun yang 
sulit...
> 
> Mbak akan rasakan, kedamaian karena anda damai dengan anda 
sendiri, > anda sadar apa yang anda lakukan (tak terlanjur 
menyakiti, tak lupa > lakukan ini itu karena tak sadar, dlsb)

Terimakasih mbah. Memang begitu adanya. Saya telah katakan pula 
dalam soal moral..semua agama mengajarkan hal2 baik. 
> 
> Kalau mBak berdebat dengan seseorang, mbak lakukan untuk membantu 
> orang itu mengerti apa yang mBak sedang pikir atau yakini, jangan 
> belum belum, mBak merasa harus menyampaikan kebenaran mutlak. Kita 
> hanya mampu menguraikan apa yang kita yakini sebagai benar. dan, 
> mBak, kalau ini kita lakukan, tak perlu kita menyakiti siapa siapa.

Itu terserah pendapat para netters yang budiman. Saya tak berniat 
menyakiti siapapun. Namun kalau harus ada yang disakiti, itu diluar 
kemampuan saya dan saya mohon maaf. Kayak gini mbah, kalau Sby mau 
menerapkan hukum..tentu ada yang tak puas, ada yang harus disakiti, 
tapi...Sby gak bisa karena alasan itu..lalu gak menerapkan hukum.
Kadang kebenaran itu pahit adanya. Saya dah pernah merasakan itu, 
tapi kemudian menjadi madu yang mujarab.

Mungkin seharusnya saya selalu meninggalkan note ditiap akhir 
diskusi bahwa: Segala kesalahan datang dari saya, segala kebenaran 
hanya dari Allah....
> 
> Sekalilagi mBak, anumodhana,be mindfull, dan selamat berdharma.
> 
> Salam
> 
> danardono

Terimakasih mbah.

wassalam,
Lina bin Laden





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke