Dear mba Lina,
it's fascinated me to know that u re really persistent on your quest to
find the truth.., what kinda of truth that exactly u want to find..? the
truth abt life, God, religions..? i think all religions has it own flaws
and errs..not bcs of the message of religion but the people corrupted it by
their own limited understanding..
all religions written by the hands of man..there's no religions written
directly from heaven above..there no such thing.., all religions came from
ancient history, passed from generations after generations, by scrolls,
books and even only spoke by words, even God' existence is still complete
mystery that no human could ever find the answer..so what is left for us
now..? that's why many ppl become an atheist bcs they believe religions
only craps and fooled buy that.., i felt pity for them..bcs learning and to
know God is the most greatest and incredible experience in life.., bcs it
takes us to the ultimate question..what's the purpose of life..? many ppl
ignored that question even many ppl searching for they whole life but still
dont find it..
mba Lina..whatever u religion is just believe it with all ur heart and ur
mind.., dont seek for justification from others that have different
religion from u, bcs pardon me to say this just in case u re in doubt of
urs.., who knows if u meet someone who could answer all ur
questions..perhaps they could persuade u or makes u change ur
belief..anyway..just hold on to ur belief..it's ur key to eternal life..
Rgrds,
Carla
"RM Danardono
HADINOTO" To:
[email protected]
<[EMAIL PROTECTED] cc:
oo.de> Subject: [ppiindia] Re: Digest
Number 1625
03/09/2005 11:56
AM
Please respond to
ppiindia
MBak Lina yang baik,
"Setahu saya di Islam tak ada Mesjid atau Institusi Internasional
yang menyatakan bagian wahyu tak boleh diperdebatkan dan harus
diterima sebagai dogma"
DH: mbak, kita tahu sendiri, tak ada agama, yang tak mengandung
dogma, dimana kita harus taat mengimaninya. Ini bukanlah topic yang
kita harus bahas di-milis ini, kita laksanakan, apa yang kita
percayai sebagai perintah Tuhan, menurut ajaran masing masing.
"Siddharta (yang juga seorang nabi) belum berhasil menjalankan
missinya, maka diutus nabi-nabi kemudian. Mengapa Tuhan mau repot
ngutus nabi, knapa gak sekaligus buat jreng semua umat jadi baik?"
DH: sedikit koreksi ya? Buddha BUKAN nabi, dia adalah seorang biasa
seperti anda dan saya. Dia TIDAK diutus Tuhan atau siapa siapa, Dia
tak pernah bertemu malaikat atau siapapun. Apa yang Dia katakan,
adalah kata katanya sendiri, bukan kata kata Tuhan. Buddha tidak
diutus siapa siapa. Menjalankan missi yang BELUM berhasil?
Buddha itu kita ibaratkan guru.Guru mathematika misalnya dikelasnya
mBak dulu. Ada yang berhasilmemahami ajaran mathematika, lulus
sekolah, jadi orang. Tetapi banyak yang gak mudeng dan tak paham
satu rumuspun, lalu timggal kelas, gak jadi orang. Kan bukan sang
guru yang salah? Dan, mBak, nabi mana yang berhasil? maaf ya mBak,
2000 tahun setelah Kristus yang dipercaya sebagai anak Allah, dan
Muhammad yang dipercaya sebagai nabi terakhir, tetap manusia ini
buruk. Dua perang dunia, bom atom, dan kini, krisis demi krisis..
Dan, mBak, umat tiga nabi (kalau Yesus dianggap nabi, dan bukan
Tuhan), yang mengikuti ajaran Ibrahim itu, saudara dalam satu
keluarga Semit, bunuh bunuh tiada hentinya.
" Bukankah Tuhan ingin kita bersemangat dalam hidup dan dapat
menghargai hidup? Apa arti hidup ini kalau semua orang baik?
Bagaimana kita tahu baik tanpa ada yang jahat? Bagaimana kita tahu
benar tanpa ada yang salah? etc..."
DH: Apakah manusia ini peduli, apa yang Tuhan ingini? mBak,kalau
demikian adanya, bangsa kita tak terpuruk sampai kini. Soalbaik atau
jahat, tak perlu kita pusingkan apa itu. Mbak dapat bangun pagi
disuatu hari, langsung berbuat baik, lakukan tugas, jangan merugikan
orang lain, taat pada peraturan yang benar dan etika moral, sopan
santun, ahh, mBak sudah berbuat yang baik, tanpa bertanya dahulu,
apa itu jahat.
Kalau mbak tak mencuri, apakah mBak lakukan setelah mbak kaji dalam
dalam, mencuri itu baik atau buruk. Tidak kan? MBak langsung tanya
hati nurani "pantaskah aku lakukan ini"?
Ada satu tip yang baik dan mudah sekali dijalankan, ajaran Buddha,
coba deh mBak lakukan: "sadarlah tiap hari langkah apa yang kau
lakukan, ucapkan dalam hati, apa yang anda sedang lakukan, satu demi
satu. Kalau bicara,kalau berpikir,kalau melakukan sesuatu. sadari
satu langkah demi langkah. Be mindfull, anumodhana.
Mbak akan rasakan, kedamaian karena anda damai dengan anda sendiri,
anda sadar apa yang anda lakukan (tak terlanjur menyakiti, tak lupa
lakukan ini itu karena tak sadar, dlsb)
Kalau mBak berdebat dengan seseorang, mbak lakukan untuk membantu
orang itu mengerti apa yang mBak sedang pikir atau yakini, jangan
belum belum, mBak merasa harus menyampaikan kebenaran mutlak. Kita
hanya mampu menguraikan apa yang kita yakini sebagai benar. dan,
mBak, kalau ini kita lakukan, tak perlu kita menyakiti siapa siapa.
Sekalilagi mBak, anumodhana,be mindfull, dan selamat berdharma.
Salam
danardono
--- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Terimakasih, mbah
> Penjelasan mbah sangat jelas sekali tentang asal usul konsep
> trinitas berkibar. Jelas Allah itu esa. Kepribadian Allah berapa?
> waah banyak sekali, tidak terbatas tiga.
>
> Kalau orang kayak mbah ini, yang lebih memfokuskan diri pada
dharma,
> tentu hal begini tak menjadikan diri mbah pusing. Tapi, buat saya
> dulu ini membuat saya pusing.
>
> Lalu saya ingin berkomentar soal perkataan mbah:
> Di agama lain, juga dalam Islam, juga dikenal, bagian
> > bagian yang dianggap wahyu dan tak boleh diperdebatkan.
>
> Setahu saya di Islam tak ada Mesjid atau Institusi Internasional
> yang menyatakan bagian wahyu tak boleh diperdebatkan dan harus
> diterima sebagai dogma.
>
> Siddharta (yang juga seorang nabi) belum berhasil menjalankan
> missinya, maka diutus nabi-nabi kemudian. Mengapa Tuhan mau repot
> ngutus nabi, knapa gak sekaligus buat jreng semua umat jadi baik?
> Bukankah Tuhan ingin kita bersemangat dalam hidup dan dapat
> menghargai hidup? Apa arti hidup ini kalau semua orang baik?
> Bagaimana kita tahu baik tanpa ada yang jahat? Bagaimana kita tahu
> benar tanpa ada yang salah? etc...
>
> Wassalam,
>
> --- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >
> > >>Lina: Sekali lagi sampeyan bersembunyi dibalik keterbatasan
> manusia
> > dan hanya mencopy-pastekan jawaban terdahulu tanpa menjawab
> > pertanyaan saya soal tidak adanya keterbatasan pada konsep
trynity.
> > Namanya saja "trinity" sudah menunjukkan keterbatasan.
> >
> > Sekarang pertanyaannya saya balik aja deh:,"Pencipta trinitas itu
> > apa pikirannya gak terbatas...kok bisa2nya mendefinisikan Allah
> > kayak gitu?" Jadi pengalaman orang pencipta trinity itu kah yang
> > sampeyan pakai untuk landasan keimanan sampeyan?
> > -------------------
> >
> > Mbak Lina, mas Arriko dan kawan kawan,
> >
> > Mengenai konsep ini, sulit kita perdebatkan, terutama melihat
dari
> > titik pandang yang berbeda.
> >
> > Tiga aliran utama dalam Kristiani: Katholisismus,
Protestantismus
> dan
> > Pantekosta menerima doktrin Trinitas ini sebagai suatu wahyu ya
> > dogma. Allah itu satu dalam tiga pribadi, dimana tiap pribadi
> > menggambarkan ke-Allah-an tersendiri.
> >
> > Doktrin ini berasal dari perumusan oleh Athanasius, uskup agung
> dari
> > Alexandria (The Athanasian Creed (Quicunque vult) yang hidup
> diabad
> > ke IV. Dan diresmikan dalam konsili di Nicea.
> >
> > Dogma ini, ditolak keras oleh umat Yahudi, yang sangat berpegang
> pada
> > konsep monotheisme yang diajarkan Abraham dan Musa. Juga,
beberapa
> > aliran Kristiani, menolaknya. Juga umat Kristen awal, sebelum
> konsili
> > itu, masih belum mengenalnya seperti yang dirumuskan kini.
> >
> > Dalam ajaran Kristiani dikenal konsep konsep yang tak layak
> > diperdebatkan, dinyatakan dari mimbar, karena itu dinamakan
> maklumat
> > ex cathedra. Di agama lain, juga dalam Islam, juga dikenal,
bagian
> > bagian yang dianggap wahyu dan tak boleh diperdebatkan.
> >
> > Banyak diantara kita,para umat, yang berasa terpanggil, untuk
mati
> > matian mempertahankan, apa yang diajarkan sebagai hal yang tak
> boleh
> > diperdebatkan. Walaupun akal sulit mencernakannya.
> >
> > Dalam hal trinitas ini, kita sebagai umat Kristen, takkan banyak
> > melihat perbedaan, sebenarnya, apakah Allah ini hanya berpribadi
> satu
> > atau tiga, karena bagaimanapun, kita memuja Allah yang esa.
Jadi,
> tak
> > perlu terlalu dipusingkan.
> >
> > Lebih penting, ialah ajaran, yang malah sering diabaikan, yakni
> untuk
> > hidup mulia.
> >
> > Banyak saya lihat romo romo, ataupun pendeta Protestant yang
mampu
> > ber-api api berkhotbah mengenai Trinitas, dan "siapa Allah
itu",
> > sampai kita sang umat bingung sendiri, namun, keluar dari
gereja,
> > perilakunya taksesuai dengan ajaran inti.
> >
> > Egois. Puas diri. Angkuh. Seingkali arrogant. Dan jarang ber-
bakti
> > sosial. Tapi paling rajin kalau diundang makan oleh umat.
> >
> > Jadi untuk apa?
> >
> > Ratusan tahun sebelum Yesus lahir, seribu tahun sebelum nabi
> Muhammad
> > lahir, Sidharta telah memperkenalkan kodex hidup: berpikir yang
> > benar, berbuat yang benar, berkeinginan yang benar, berkata yang
> > benar. Jangan mengambil barang yang tak kita miliki, jangan
hidup
> > asusila, jangan memakan atau minum makanan atau minuman yang
> > memabukkan, jangan membunuh dan menyiksa makhluk hidup..
> >
> > Kalau saja, manusia melakukannya, tak ada Perang Dunia, tak ada
> > Perang Vietnam, tak ada kolonisasi, tak ada perang Irak, dan
> negara
> > kita tak terpuruk seperti ini.
> >
> > Ribuan tahun setelah itu, 60 tahun setelah merdeka, negara kita
> kian
> > terpuruk. Nah, mengapa kita pertentangkan idee idee dan bukan
> mulai
> > hidup mulia?
> >
> > Bagimana kawan kawan? Kita mulai dari kita sendiri, keluarga
kita,
> > teman teman terdekat.
> >
> > Salam dalam dharma
> >
> > danardono
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/