Problem Indonesia itu adalah sikap mental...
Kita boleh miskin dan terbelakang, tapi jika punya
sikap mental yang kuat, kita bisa maju dan berjuang
lepas dari kemiskinan...

Tapi, jika sikap mentalnya lemah, kita tak punya rasa
percaya diri sebagai bangsa (menjilat orang asing,
meludahi bangsa sendiri), mau hidup enak tanpa kerja
(makanya korupsi), tak punya rasa tanggung jawab
(habis korupsi, kabur ke luar negeri), tak punya visi
jangka panjang, hanya berpikir pendek (hutan-hutan
ditebangi, tanpa berpikir nasib anak cucu nanti),
serakah dan tamak (mudah disuap), punya rasa
solidaritas yang keliru (melindungi sesama anggota
partai atau korps, biarpun dia korupsi atau melanggar
HAM), dst..dst...

Makanya, para Founding Fathers kita dulu selalu bilang
perlunya "membangun karakter" (character building). Di
zaman Orde Baru, kita membangun ekonomi/duit (terutama
untuk Soeharto dan para kroni), tapi sekaligus merusak
karakter... Hasilnya ya seperti ini....

Celakanya lagi, kita mendapat pemimpin-pemimpin yang
bermental kolaborator, cooperator, komprador,
koruptor, dan entah apa lagi....

Rio


--- Ismail Prawira Kusuma <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> 
> Mungkin kalau hal seperti ini terjadi di AS atau di
> Eropa sana tak akan
> terlalu "menggugah". Tapi ini terjadi di Iran,
> negeri yang katanya banyak
> membelenggu hak-hak perempuan (?). Inilah
> istimewanya.
> 
> Bagi kita di Indonesia, mungkin bukan "juara"-nya
> dalam balapan mobil, tapi
> adalah semangatnya mendobrak sesuatu yang telah
> dianggap mapan, sesuatu yang
> mungkin dianggap tak mungkin dicapai.
> 
> Ini mungkin bisa dijadikan pelajaran dalam upaya
> memberantas korupsi di
> negeri kita. Banyak orang yang bilang ini tak
> mungkin, mustahil, atau
> minimal "Wah... susah banget". Tapi dengan
> keyakinan, ini pasti bisa. Sejauh
> mana? ya, tentu ini bergantung pada seberapa besar
> kita mampu mengedepankan
> kepentingan negara daripada hak kepentingan kita
> sendiri.
> 
> Mimpi? mungkin, tapi bukankah banyak hal besar
> kadang dimulai dari sebuah
> mimpi?...



> ----- Original Message -----
> From: "Carla Annamarie"
> <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Wednesday, March 16, 2005 12:03 PM
> Subject: [ppiindia] Pembalap Wanita Pertama Kalahkan
> Pria di Iran
> 
> 
> >
> > Rabu, 16 Mar 2005,
> > Pembalap Wanita Pertama Kalahkan Pria di Iran
> >
> >
> >
> > LEMBARAN  sejarah diukir seorang Laleh Seddigh.
> Dia menjadi pembalap
> wanita
> > pertama di Iran yang menjadi kampiun di sebuah
> ajang balap mobil.
> Hebatnya,
> > Seddigh  menjadi  juara  setelah  mengalahkan 
> pembalap pria. Dan,
> prestasi
> > Seddigh  itu  langsung  diukir  dengan  tinta 
> emas  dalam  sejarah
> negara
> > berdirinya                          Republik
> Iran.
> >
> > Sosok Seddigh yang berusia 28 tahun memang menjadi
> buah bibir di
> negerinya.
> > Tak  hanya  andal dalam menggeber pedal mobil
> balapnya. Dia juga cantik
> dan
> > cerdas.  Sebuah gelar PhD dari Teheran kian
> membuat namanya dikenal
> sebagai
> > pembalap yang jenius. Tak heran jika dia mendapat
> julukan Schumacher
> cilik.
> >
> >
> > Selama  dua  tahun,  Seddigh, membentuk dirinya
> menjadi salah satu
> pembalap
> > yang  menjanjikan  di  Iran. Bahkan ia menjadi
> pembalap terbaik bukan
> hanya
> > bagi  kaum  wanita  namun menyaingi
> pembalap-pembalap pria. "Sebagian
> besar
> > dari  mereka,  saya pikir, cemburu. Tetapi saya
> tidak peduli," kata
> Seddigh
> > ketika  ditanyakan apa yang dirasakan kaum pria di
> Iran atas
> kesuksesannya.
> > "Saya  akan  terus  berusaha dan berusaha serta
> berharap akan menjadi
> juara
> > tahun
> berikutnya."
> >
> > Seddigh  mengatakan  berkompetisi dengan lelaki di
> Iran sangat tidak
> mudah,
> > namun  ia berharap tindakannya akan memicu kaum
> wanita lain untuk
> mengikuti
> > langkahnya.  Saat ini balap mobil sangat populer
> di tengah wanita Iran.
> Ada
> > sekitar  30  wanita  untuk  mengikuti kontes balap
> mobil untuk meraih
> gelar
> > juara.  Namun  mereka  tidak  diizinkan  untuk
> mengikuti kategori yang
> sama
> > seperti lelaki dan hadiah yang diperoleh berbeda
> dengan pria. Walaupun
> saat
> > ini   ia   sudah   sukses,   Seddigh   mengatakan 
>  ia   terus
> memperbarui
> > performanya.(BBC/tia)
> >
> >
> >
> >
> >
>
***************************************************************************
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat
> Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> www.ppi-india.uni.cc
> >
>
***************************************************************************
> >
>
__________________________________________________________________________
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA
> (kecuali sbg otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg
> akan dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> > 4. Satu email perhari:
> [EMAIL PROTECTED]
> > 5. No-email/web only:
> [EMAIL PROTECTED]
> > 6. kembali menerima email:
> [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> 
> 
> 
> 
> 
> 



                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/ 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give underprivileged students the materials they need to learn. 
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke