Mas Aris, Kelihatannya obsesi umat Islam untuk mewujudkan khilafah itu makin menggebu tapi sebelum itu kita harus belajar dari sejarah. Rezim yang lebih lemah akan digantikan oleh rezim yang lebih kuat, itulah aturannya. Selagi masih dalam taraf wacana ada baiknya kita mempelajari sebab-sebab khilafah itu runtuh. Barangkali orang-orang yang secara khusus mempelajari ketatanegaraan bisa menerangkan fenomena ini Rasa-rasanya bentuk negara monarsi yang dianut oleh khilafah Islam yang terakhir Ustmani itu sudah sangat ketinggalan zaman. Coba dikaji dahulu, apa petunjuk AlQuran maupun AlHadist mengenai hal ini. Sebagai umat yang mempercayai hari akhir, tidak selayaknya kita meninabobokan diri dengan keberhasilan Islam dimasa lampau. Dunia itu, suka atau tidak suka, akan bergerak terus meninggalkan jejak jejak sejarah sampai hari akhir nanti tanpa pernah kembali lagi. Peta hegemoni yang pada saat ini ditorehkan oleh peradaban Barat mungkin bisa diubah oleh umat Islam, tapi umat Islam harus menunjukan kelebihan sistim Islami dalam wacana: desentralisasi-sentralisasi, mayoritas - minoritas, keamanan, kesejahteraan dan pendidikan umat. WaLlahu a'lam, samudjo ----- Original Message ----- From: "aris solikhah" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Friday, March 18, 2005 4:56 PM Subject: Re: [ppiindia] Re: Islam Hadhari
> > Mas Danar, > Ya sebuah ide yang bagus.saya sepakat. > Begitulah jika seluruh umat islam di dunia bersatu dalam negara islam (al khilafah). Melaksanakan islam dalam segala aspek baik politik, ekonomi, budaya, sosial dll tak sekedar ibadah ritual. Dia bisa berjaya selama berabad-abad yakni sekitar 13 abad lebih, hingga 3 Maret 1924 lalu, khilafah atau daulah atau orang salah kaprah mengatakan imperium utsamaniyah runtuh.Apakah sejarah yang gemilang ini luntur begitu saja, sedang bangunan Taj Mahal (bukti islam masuk india), Masjid Cordova (bukti islam dipeluk diSpanyol yang sekarang jadi museum), saksi2 bisu yang tak bisa dikatakan satu persatu itu tak cukup menjadi saksi sejarah. Lebih 13 abad islam berjaya, dan ini bukan utopia. Adakah sejarah itu disembunyikan, seperti pelajaran sejarah dibangku sekolah SD, SMP, SMU yang banyak dimanipulasi demi sebuah kepentingan. Demi melanggengkan kekuasaan tertentu. > > Maka sejak negara islam yang tinggal secuil di turki pun runtuh (03031924), umat islam tepecah belah menjadi 50 negara kecil, arab saudi, irak, iran, mesir, indonesia, malasyia, libya, turki, yordania, uzbektstan, qirkistan, khasmir, palestina, afghanistan, pakistan, maroko, dll. Mereka saling berebutan kekuasaan yang dulu adalah satu wilayah kesatuan, karena kepentingan pribadi, politis, bangsa ,penjajah, kapitalis dll. Mereka ibarat anak ayam kehilangan induk, dan serigala mudah mengacak2, mengadudomba, menghancurkannya. > > 50 negeri kecil ini secara de facto dan de jure tak bisa dikatakan sebuah negara islam, meski diantaranya mengambil asas islam. Sebab ada syarat lain, yakni aturan semua kehidupannya diatur islam (tak masalah mayoritas penduduknya bukan muslim atau memeluk agama lain, karena hak dan kewajibannya sama dengan muslim kecuali jihad. Umat yang bukan islam malah tak wajib membela negara). Dimana pula kekuatan militer 100% berada di tangan negara tersebut, tidak dikendalikan negara asing lain baik de jure atau de facto. So, adakah sekarang negara islam, maka saya berani menjawab tak ada. > > Sebuah renungan buat kita bersama : > > Tak malukah kita sekarang, sebagai umat islam memilih agama ini karena alasan kesempurnaannya dalam memiliki aturan disegala aspek kehidupan.Akan tetapi ketika kita telah melangkah luar rumah, dikantor, dijalan, di bidang pemerintahan, di bidang ekonomi, pernikahan dll, Islam dicampakkan di keranjang sampah.Disimpan dikantong, bila ada yang mengatakan menurut islam begini begitu, orang sering berujar jangan terlalu fanatik lah, jangan sok alim, agama jangan dibawa-bawa. I don't know what happen. Mungkinkah agama hanya punya sedikit pengaruh pada kehidupan seseorang atau bahkan hanya simbol di KTP. Mungkinkah jika begini, Allah mau menerima keimanan dan amal kita yang malu-malu dan segan-segan melaksanakan ajaran-Nya. > > wallahu'alam. Mari kita bersama berusaha terus belajar dan memperbaiki diri. > > > > RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sebuah idee yang bagus. > > Hanya kenyataan realpolitis seringkali menghindari penghayatan agamis > dalam tindak ketatanegaraan. Ini kita lihat dalam sejarah. Negara > negara Eropa pada abad ke XIX juga masih bersadarkan tuntunan agama > dalam mengatur negara, semua Kristiani, namun tetap saja, kepentingan > negara negara dalam keseharian, seringkali ber-hadap-hadapan. > > Perang tigapuluh tahun (1618 - 1648) di Eropa antara negara negara > Kristen melawan negara negara Kristen, juga Perang Dunia II, antara > negara negara seagama, memberikan bukti. > > Kita lihat Malaysia dan Indonesia. Banyak kepentingan negara, baik > politis maupun ekonomis, yang tak selalu sejajar. Dan, bagaimanapun, > tapalbatas negara seringkali lebih dekat pada kita, daripada batas > akidah. > > Di Timur tengah kita lihat benturan antara Lebanon dan Syria. Negara > negara Islam penghasil minyak kaya di Timur tengah mempunyai titik > pijak yang sangat berbeda dengan negara negara Islam lainnya disana, > yang miskin dan menghadapi masalah ekonomi yang gawat. > > Agama, dalam ribuan tahun setelah didirikan, belum pernah menyatukan > bangsa bangsa. Sedih tapi nyata. > > Salam > > danardono > > > --- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > Semoga keinginan Badawi agar Islam bangkit dari Malaysia dan > > Indonesia tidak sirna karena adanya 'penawaran' dari Shell akan > > kasus perairan ambalat tsb. > > > > Wassalam, > > ************* > > REPUBLIKA, 16 Maret 2005 > > Badawi > > Asro Kamal Rokan > > > > Istana Putra Jaya layaknya sebuah bangunan masjid yang megah. Satu > > kubah besar berwarna hijau dikelilingi beberapa kubah kecil, seakan > > mau menjelaskan kepada setiap orang yang melihatnya: kami Islam dan > > kami percaya kemajuan, martabat akan bersinar dari sini. > > > > Di sebelah kanan istana, berdiri masjid megah. Kubahnya > berarsitektur > > Turki --mengingatkan masa kejayaan Bani Abbasiyah, yang menguasai > > Eropa dan memberikan sumbangan besar bagi peradaban dunia modern. > Di > > sisi kanan masjid, terhampar danau yang berair jernih, restoran, > dan > > taman yang luas. > > Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi, membuka gorden yang > > menutup jendela kamar kerjanya. Dari ruang kerjanya, yang bergaya > > Melayu, Badawi mengatakan kepada kami: dari kantor ini negara > > diurus, dan di sana (ia menunjuk masjid) akhirat kita tuju. > > > > Ada kemauan dan semangat dari PM Badawi untuk mewujudkan > > keinginannya itu --sebuah visi. Pemahamannya pun sangat kuat > > terhadap Islam. Ketika Din Syamsuddin mengingatkan kembali pendapat > > Fazlur Rahman bahwa kebangkitan Islam akan muncul dari Indonesia > dan > > Malaysia --karena Timur Tengah semakin sulit diharapkan akibat > > konflik yang tak sudah-- Badawi menyambutnya dengan sebuah buku > > panduan pembangunan Malaysia ke depan. > > Buku itu berjudul: Konsep Islam Hadhari. > > > > Badawi bangga menjelaskan konsep Islam Hadhari itu. Ia > mengampanyekan > > konsep tersebut pada setiap tamunya. Ia terlihat percaya bahwa > inilah > > jalan yang harus ditempuh untuk menuju baldatun toyyibatun wa robbun > > ghafur --negara dengan kebajikan dan ampunan Allah. > > > > Konsep Hadhari atau civilizational Islam didefinisikan Badawi > sebagai > > pendekatan Islam yang lebih lengkap dan menyeluruh, tidak terpisah- > > pisah, seperti Islam bersifat politik (al-Islam al-Siyasi), atau > > Islam bersifat tasawwuf (al-Islam al-Sufi). Konsep Hadhari > > meningkatkan kualitas hidup masyarakat, bertamadun, dan mempunyai > > peradaban yang unggul dalam menghadapi globalisasi, teknologi > > informasi, ekonomi global, budaya materialisme, krisis indentitas, > > dan penjajahan pemikiran. > > > > Visi Islam Hadhari, bagi Badawi --putra seorang ulama-- bertujuan > > menciptakan Malaysia sebagai contoh negara Islam, yang maju. > > Masyarakat berilmu, mahir, terampil, berakhlak berlandaskan > > pendekatan Islam yang universal, bertamadun, toleransi, dan > > berimbang. Badawi menginginkan konsep ini dapat melahirkan individu > > dan masyarakat Islam yang memiliki kekuatan spiritual (rohani), > > akhlak, intelektual, material, mampu berdikari, berdaya saing > > tinggi, melihat ke depan, inovatif, rasional, praktikal, dan damai. > > Dalam tataran negara, konsep ini mendorong sistem ekonomi, sistem > > keuangan yang dinamis, dan pembangunan terpadu serta > > seimbang. > > > > Ada 10 butir prinsip untuk mewujudkan Hadhari itu: Keimanan dan > > ketakwaan kepada Allah; negara adil dan amanah; rakyat berjiwa > > merdeka; penguasaan ilmu pengetahuan; pembangunan ekonomi seimbang > > dan komprehensif; kehidupan berkualitas; pembelaan hak kelompok > > minoritas dan wanita; keutuhan budaya dan moral; pemeliharaan > sumber > > daya alam; dan kekuatan pertahanan. > > > > Konsep Islam Hadhari --yang disebut Badawi bukan agama baru, bukan > > ajaran baru, bukan mazhab baru, melainkan pendekatan baru yang > > berlandaskan Alquran dan assunnah-- muncul dari keprihatinan atas > > kemunduran umat Islam sejak abad ke-12. Persepsi sebagian besar > umat > > Islam, setelah berakhirnya masa gemilang tersebut, menurut Badawi, > > lebih kepada aspek ibadah semata-mata. Meski dipahami bahwa Islam > > adalah cara hidup, namun Islam hanya ditampilkan dalam bentuk > slogan > > dan retorika. Sebagian umat Islam sulit memasukkan agenda > > pembangunan umat, peradaban bangsa, dan keutuhan negara sebagai > > bagian dari ruang lingkup ''agama'' sebagaimana yang > > dikehendaki Islam. > > > > Konsep Abdullah Badawi itu tentu dapat saja diperbincangkan, tapi > ia > > tidak sekadar bercita-cita, melainkan telah melangkah untuk > > mengangkat kembali kejayaan Islam. Ia menginginkan Islam bangkit > > dari Malaysia dan Indonesia. Badawi telah memulai di saat kita > masih > > saja berdebat, menimbang-nimbang dengan perasaan tidak yakin bahwa > > sesungguhnya Islam adalah jalan keluar satu-satunya dari kebuntuan. > > > > Badawi membuka jendela ruang kerjanya. Masjid yang indah dan megah > > terlihat jelas. Udara Putra Jaya cerah. Dan, setelah berbicang- > > bincang, Badawi mengantarkan kami --tamu-tamunya-- turun melalui > > lift. Kami meluncur cepat ke bawah, sedangkan Badawi kembali > > bekerja. Terasa berbeda. > > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > > > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT > > > --------------------------------- > Yahoo! Groups Links > > To visit your group on the web, go to: > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ > > To unsubscribe from this group, send an email to: > [EMAIL PROTECTED] > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. > > > > "Bangkitnya manusia, karena pemikirannya" > Kebangkitan ialah perpindahan suatu bangsa,negara, umat dan seorang individu dari satu keadaan ke arah yang lebih baik > > > > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > Yahoo! Small Business - Try our new resources site! > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > DISCLAIMER: The information contained in this communication is intended solely for the use of the individual or entity to whom it is addressed and others authorized to receive it. It may contain confidential, legally privileged information or otherwise protected by law from disclosure and is intended solely for the use of the addressee. If you are not the intended recipient you are hereby notified that any disclosure, copying, distribution or taking any action in reliance on the contents of this information is strictly prohibited and may be unlawful. Unless otherwise specifically stated by the sender, any documents or views presented are solely those of the sender and do not constitute official documents or views of PT Apexindo Pratama Duta Tbk. If you received this email in error, please immediately notify the sender or our email administrator at [EMAIL PROTECTED] and delete it from your system. Thank you. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

