Betul, antara lain, hati-hatilah dalam PILKADA.
Terutama dengan prestasi seperti di bawah ini.

Btw, kok pemerintah dilarang lengser,
apakah karena anda sudah terlanjur mendukung ?
Dan banyak yg udah jadi menteri ?

===
Salah satu "prestasi" Irwan Prayitno ketika memimpin Komisi
VIII DPR RI adalah meloloskan UU Migas pada tahun 2001 .
UU ini memecah unit-unit usaha milik Pertamina dan menghapus
kontrol Pemerintah pada harga minyak nasional dengan mensyaratkan
pemberian konsesi dari sektor hulu sampai hilir kepada pihak
swasta yang tentu saja menguntungkan pemain multinasional 
seperti ExxonMobil, ConocoPhilips, Chevron-Texaco(AS) ,Beyond 
Petroleum (Inggris), TotalFinaElf (Prancis), Royal DutchShell 
(Belanda) juga  dua perusahaan minyak baru seperti Petrochina
dan CNOOC (Cina) .

Akibat dari UU ini  Pemerintah sudah tidak lagi mempunyai gigi , 
bahkan UU ini mengharuskan  Pemerintah untuk bernegosiasi 
dengan swasta yang menguasai hulu dan hilir dalam penetapan
harga akhir minyak.Tidak heran kalau seorang pengamat ekonomi
Dr Revrisond Baswir dalamSeminar sehari "Privatisasi Pertamina- 
Peluang atau Ancaman bagi Negara?" yang diadakan di Jakarta, 
21 September 2002, oleh Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan
menganggap kasus privatisasi Pertamina yang disayaratkan UU
tersebut tidak lebih sebagai upaya rampokisasi kekayaan negara
oleh asing.

Politisi Busuk Pelanggar HAM


Dalam rilis daftar 26 orang politisi busuk yang dikeluarkan 
pada tanggal 16 Maret 2004 oleh sejumlah LSM termasuk 
Kontras , keluarga korban  Trisakti , Semanggi dan  Kerusuhan 
Mei seperti Sumarsih  (ibunda Bernardinus R Norman Irawan), 
dan Hok Kim Gie  (ibunda Yun Hap), serta Ikatan Keluarga 
Orang Hilang (Ikohi) terdapat nama Irwan Prayitno yang 
dimasukkan daftar sebagai politisi busuk dalam kategori 
pelanggaran HAM.

Masuknya nama Irwan Prayitno disebabkan oleh penolakannya
untuk mengkategorikan kasus tertembaknya mahasiswa Trisakti,
kerusuhan berdarah bulan Mei serta peristiwa Semanggi I dan II
sebagai tindak pelanggaran HAM berat.Penolakan Irwan Prayitno
bersama beberapa politisi lain di DPR ini menyebabkan mentahnya
hasil temuan Komnas HAM dan Tim Gabungan Pencari Fakta yang
menyelidiki kasus-kasus tersebut, serta juga mengakibatkan sejumlah
jendral yang bertanggung jawab atas kasus-kasus tersebut gagal
untuk dibawa ke depan meja pengadilan.


----- Original Message ----- 
From: "MULYADI" <[EMAIL PROTECTED]>
Biarkan rakyat merasakan kesempurnaan kepahitan hidup akibat sebuah
pilihan...

Biarkan Pemerintah saat ini menyelesaikan tugasnya sampai 5 tahun ke
depan...

Rakyat akan belajar dari kepahitan ini untuk menjadi pintar memilih
pemimpin ke depan....






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/OCfFmA/UOnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke