----- Original Message ----- From: "air" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, October 26, 2004 9:36 AM Subject: [daarut-tauhiid] Buku Misteri Naskah Laut Mati
> > > Hj. Irena Handono > > (Pengantar Buku Misteri Naskah Laut Mati) > > > * * * * > > Pada pertengahan abad 20, sekitar setengah abad yang lalu, > terdapat dua penemuan arkeologi yang menggemparkan bagi > dunia Kristen. Pertama, penemuan teks Injil Thomas di Nag > Hamadi-Mesir pada tahun 1945. Dua tahun setelahnya, 1957, > terjadi penemuan kedua berupa gulungan manuskrip di Qumran > dekat Laut Mati, yang kemudian dikenal dengan Gulungan Laut > Mati (Dead Sea Scrolls). > > Bagi sebagian orang, dua peristiwa besar ini -juga > penemuan-penemuan arkeologis lain yang berkaitan-, > terkadang disikapi sebagai peristiwa biasa yang menghiasi > majalah dan koran-koran di Barat -di Indonesia informasi > tentang hal ini amatlah jarang ditemukan-. Namun jika kita > mengikuti perintah Allah dalam al-Qur'an agar kita selalu > melihat dan merenungkan kejadian di dunia ini, maka dua > penemuan itu menjadi hal yang sangat luar biasa, apalagi > bagi para pengkaji agama, khususnya bagi mereka yang getol > menyuarakan paham pluralisme agama. Sebab dua penemuan > tersebut tidaklah berhenti sebatas penemuan arkeologi, > namun berlanjut pada kajian-kajian yang berpengaruh > terhadap mainstream kehidupan beragama bagi pemeluk agama > tertentu (Kristiani) yang pada gilirannya mempengaruhi > hubungan antar agama, khususnya pada kedekatan pemahaman > teologis. > > > Nag Hamadi dan Qumran. > > > Desember 1945, Seorang Mesir bernama Muhammad Ali pergi ke > sebuah karang di tepian sungai Nile, di pedalaman Mesir > dekat wilayah Nag Hamadi. Menemukan Kendi yang nyata > terlihat sangat kuno dan asli. Dalam kendi tersebut > terdapat 13 lembar kulit, berisi 50 risalah. Pada bagian > akhir dari risalah kedua di codex II koleksi risalah, > terdapat sebuah judul tek yang telah hilang selama ribuan > tahun: Peuaggelion Pkata Thomas, Injil menurut Thomas, atau > Injil Thomas. Manuskrip koptik dari Injil Thomas berasal > dari tahun 350 masehi, sementara fragmen Yunani berasal > dari tahun 200 M. Injil Thomas ini diperkirakan dari tahun > 100 M, yang edisi paling awalnya diperkirakan dari tahun > 50-60 M. Perlu diketahui bahwa Injil Thomas tidak berbentuk > cerita naratif seperti 4 Injil lainnya, namun berisi > perkataan-perkataan Yesus, kalau dilihat oleh seorang > Muslim tampak seperti penulisan Hadits -tapi tanpa sanad-. > Melihat tingkat keaslian dari Injil Thomas -walaupun > dianggap gnostik-, serta cara penyajiannya, para sarjana > Bible mulai mengkaji dengan cara membandingkan isinya > dengan 4 Injil sinoptik yang diakui oleh Gereja (Matius, > Markus, Lukas, dan Yohanes). Semangat yang mereka bawa > adalah, menjawab pertanyaan umum: "Apa sebenarnya yang > disabdakan oleh Yesus?" Dari kajian 75 sarjana Bible > terkemuka yang bersidang selama 6 tahun, keluarlah hasil > kajian mereka yang dikenal melalui laporan berjudul "The > Five Gospel" pada tahun 1993. Pertanyaan itu akhirnya > terjawab dalam sebuah kesimpulan dalam laporan mereka > bahwa, dari Injil-Injil yang ada, hanya terdapat 18% saja > yang diperkirakan asli perkataan Yesus, sementara > sisanya..?. Hasil kajian ini tentu saja membuat geger dunia > Kristen. Lain dari pada itu, satu hal yang patut dicatat > bahwa, dari 114 sabda Yesus dalam Injil Thomas, tidak > satupun ada pernyataan ataupun isyarat terhadap doktrin > "penyaliban" atau penebusan dosa melalui kematian Yesus di > tiang kayu salib. > > Penemuan kedua tahun, 1947 di Qumran, oleh seorang anak > (penggembala kambing) bernama Muhammad Ad-Dib. Gulungan > manuskrip yang ditemukan berisi tulisan kitab perjanjian > lama, oleh sebuah komunitas yang diidentifikasi sebagai > salah satu sekte Yahudi, yaitu sekte Esenes. > Tulisan-tulisan mereka memberikan gambaran tentang > masa-masa awal sejarah Kristen, keterkaitan gerakan Nazaren > (pengikut Yesus dari Nazaret) dengan sekte Esenes, dalam > komunitas ini terdapat seorang Nabi yang sezaman dengan > Yesus yaitu Yahya As, atau Yohanes Pembabtis -menurut > tradisi Kristen-. Penemuan arkeologi ini akhirnya mendorong > sekian banyak pemerhati Kristologi untuk mengkaji > naskah-naskah tersebut. Beragam kajian dari masing-masing > peneliti mulai bermunculan, baik para peneliti Barat maupun > Timur. Buku yang ada dihadapan pembaca ini adalah salah > satu hasil penelitian oleh pemerhati dari Mesir. Salah satu > kesimpulannya bahwa sekte Esenes berkaitan erat dengan masa > awal sejarah Kristen. Ia bahkan memprediksi bahwa "Guru > yang jujur" yang diceritakan berseberangan dengan "Pendeta > jahat" dalam Naskah Gulungan Laut Mati, adalah Yesus itu > sendiri. Hal ini ia perkuat dengan kajian terhadap nama > Isaiyah yang tertulis sebagai nama kelompok tersebut, > sebenarnya adalah Esenes. > > Kajian-kajian tentang Dead Sea Scrolls amatlah banyak, > diantaranya yang membuat geger dunia Kristen adalah laporan > Barbara Theiring, dalam bukunya "Jesus the Man". Dari > penelitiannya selama 20 tahun terhadap naskah Laut Mati, > Barbara Theiring mampu menyuguhkan sosok Yesus sebagai > seorang manusia, yang menikah (bahkan berpoligami), juga > meninggal secara wajar dan bukan ditiang salib. Secara > umum, kajian terhadap Naskah Laut Mati, lebih menempatkan > Yesus sebagai sosok manusia yang pernah ada dalam sejarah, > dan bukan sosok imajiner yang kemudian di mitoskan dan > disembah. Setidaknya, inilah inti terpenting dari hasil > kajian Naskah Laut Mati. > > > Membaca kejadian alam > > Dari dua penemuan besar seperti yang kami paparkan secara > singkat di atas, mungkin kita bertanya-tanya, apa > sebenarnya yang sedang berlangsung disekeliling kita? Dan > pertanyaan ini berkaitan erat dengan pertanyaan: Kenapa > setelah 2000 tahun, naskah-naskah itu baru ditemukan? > Apakah penemuan itu berkaitan dengan dengan Janji Allah > dalam al-Qur'an, seperti terjemah dari dua ayat di bawah > ini: > > > Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda > (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka > sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu > adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) > bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? (QS. > Fushilat 53) > > > Al Masih putera Maryam hanyalah seorang Rasul yang > sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan > ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa > memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan > kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), > kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari > memperhatikan ayat-ayat Kami itu). (QS. Al-Maidah 75). > > > Bagi umat Kristiani yang mungkin tidak meyakini kebenaran > al-Qur'an, terdapat dalam Injil Thomas satu pernyataan > Yesus sebagai berikut: > > Jesus said, "Know what is in front of your face, and what > is hidden from you will be disclosed to you. For there is > nothing hidden that will not be revealed. Jesus mengatakan, > "Ketahuilah, apa yang ada dihadapanmu, dan apa yang > tersembunyi darimu akan dibuka untukmu. Sebab tidak ada > sesuatu yang tersembunyi kecuali akan dijelaskan. Thome 5:2 > > Makna dari pernyataan Yesus/Isa As, di atas juga sejalan > dengan yang ada pada Injil Lukas 12:2, Tidak ada sesuatu > pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada > sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. > Juga pada Markus 4:22. > > Tanpa berani memastikan bahwa penemuan tersebut merupakan > bukti dari janji Allah, namun sebagai seorang Muslim yang > diajari al-Qur'an untuk mengkaji segala yang terjadi, kita > patut meneliti dan mencari hikmah apa dibalik penemuan dari > benda-benda yang sudah terkubur selama + 2000 tahun. > > Jika kita melihat perkembang sain dan tekhnologi masa kini, > di mana rasionalitas ditempatkan di urutan pertama oleh > dunia barat yang telah lelah dengan keimanan terhadap dogma > Gereja. Maka penelitian arkeologis dapat sepenuhnya > dilakukan tanpa direcoki oleh Gereja, seperti yang pernah > dilakukan terhadap Galeleo pada masa dulu. Apalagi bahwa > penelitian arkeologi pada masa kini dilengkapi dengan > ilmu-ilmu lain yang berbasis teknologi tinggi, seperti > analisa DNA, carbon dating (untuk mengetahui masa per menit > dari sampel yang dikaji), Satelit (untuk melihat outline > dari daerah lokasi penemuan), serta tes kimia. > > Adalah hikmah dari yang Maha Mengetahui, jika penemuan itu > terjadi pada masa sekarang, masa dimana manusia telah siap > menerima penyingkapan tabir baik secara mental > (obyektifitas berdasarkan sain dan bukan kepentingan > kelompok agama) serta kemampuan manusia dalam memahami > penyingkapan tersberdasarkan ilmu dan pengetahuan yang > mereka miliki. Sebab, -mungkin- jika ditemukan pada > masa-masa dulu, "kepentingan" dan "ketidakmampuan"-lah yang > berbicara, maka manuskrip-manuskrip itu hanya tersimpan dan > mungkin tidak akan diketahui oleh umum, atau hilang lagi > entah kemana. Hal yang sama telah terjadi pada Injil > Barnabas yang oleh kalangan Gereja dianggap sebagai hasil > bikinan seorang Muslim di Itali, sehingga kita tidak tahu > apakah Injil Barnabas tersebut asli atau bukan, ia menjadi > kurang bermakna -bisa disebut hilang- karena kehilangan > otentisitasnya. > > > Hikmah bagi kaum Muslim > > Dalam pergaulan antar agama, berkenaan dengan isu > pluralisme agama yang dihembuskan oleh Barat dan diimani > oleh dunia Islam, umat muslim hendaklah mampu melihat > dirinya berdasarkan hal-hal yang terjadi, serta > kecenderungan pada agama-agama lain yang sedang berkembang > dewasa ini. Berkaitan dengan dunia Kristen, penemuan dua > buah naskah sebagaimana yang kita bahas di atas, telah > membawa dunia Kristen pada pengakuan akan adanya satu > sesembahan saja. Artinya, penemuan yang memperkuat > kedudukan Yesus sebagai seorang manusia biasa -seperti nabi > dan rasul-rasul yang lainnya-, akan mengeluarkan Yesus dari > jajaran Trinitas yang diajarkan sebagai dogma oleh Gereja. > Entah apa lagi yang akan terjadi sehingga Roh Kudus pun > akan ditempatkan pada posisi yang sebenarnya sebagai > Malaikat. Kalaupun hal ini belum bersifat final, namun > kajian kristologi sedang mengarah ke titik ini. Tanpa > campur tangan kaum muslim pun, kedewasaan rasional manusia > akan membawa kepada keyakinan terhadap adanya satu Tuhan > saja yang patut disembah dan tidak terbagi-bagi dalam > beberapa pribadi, seperti yang diserukan oleh otoritas > Kristen. Saya katakan "otoritas", sebab kenyataanya tidak > semua umat kristiani memahami doktrin trinitas, para > pendetanya pun kebanyakan menerimanya sebagai dogma dengan > mengorbankan segala rasio yang dimilikinya. > > Kini dengan isu pluralisme beragama umat muslim dengan > riang menyatakan bahwa teologi gereja yang tidak mampu > ditembus rasio, dinyatakan benar dan sama monoteisnya > dengan keyakinan umat Muslim. Ada baiknya, mereka yang > menyamakan teologi Islam dan Kristen mengkaji lagi makna > monoteisme menurut tradisi dan kaca mata gereja, bukan > dengan kacamata kita sendiri, maka kita akan tahu > perbedaanya, apa makna monoteisme menurut Kristen dan apa > maknanya menurut umat Islam. > > Kecenderungan di dalam komunitas Barat kepada keyakinan > akan adanya satu Tuhan saja, sebagai satu-satunya > sesembahan, sebenarnya sejalan dengan seruan al-Qur'an > dalam kerangka pergaulan antar agama, yaitu: > > Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada > suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan > antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah > dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak > (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai > tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah > kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang > yang berserah diri (kepada Allah)". (Ali Imran 64). > > Maka, menurut hemat kami, umat muslim tidak perlu > menyamakan teologinya dengan yang lain, cukup menyeru > kepada mereka, satu seruan yang bersifat universal dan > sesuai fitrah manusia sebagai makhluq, untuk kembali kepada > satu-satunya Pencipta manusia dan alam sekitarnya. Sedang > soal ritual dan masalah fikh, maka yang berlaku adalah > "lakum diinukum waliyadiin", bagimu agamamu dan bagiku > agamaku. > > > Kudus, 26 Sept 2004 > > sumber : http://www.irena-center.org > > > > > > > =================================================================== > Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar > =================================================================== > Yahoo! Groups Links > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

