http://www.kompas.com/kompas-cetak/0504/27/daerah/1714309.htm
Di Kalbar Ada Kabupaten dengan 200 SD Rusak Pontianak, Kompas - Selain masalah kemiskinan, salah satu kendala yang paling berat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Kalimantan Barat adalah banyak bangunan sekolah, khususnya sekolah dasar, yang kondisinya sangat memprihatinkan karena dalam keadaan rusak parah. Bangunan-bangunan itu banyak yang nyaris roboh. Bahkan, jumlahnya tidak sedikit, di mana ada satu kabupaten dengan 200 unit bangunan SD yang kondisinya rusak parah. Hal ini dikemukakan Gubernur Kalimantan Barat Usman Ja'far dalam pertemuan dengan rombongan Komisi XI DPR yang dipimpin ketuanya, Walman Siahaan, di Gedung Petitih Kantor Gubernur Kalbar di Pontianak, Selasa (26/4). "Sementara kemampuan kabupaten untuk memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak itu sangat terbatas sehingga tidak bisa semuanya tertangani secara cepat," kata Gubernur Usman Ja'far. Lebih lanjut Usman mengatakan, rusaknya bangunan-bangunan SD, terutama sekolah SD yang dibangun dengan dana instruksi presiden (inpres) tahun 1970-an, tersebut terkait dengan program wajib belajar pada masa itu. Sekolah-sekolah yang disebut SD inpres itu dalam perkembangannya banyak yang tidak mendapatkan perawatan yang baik, termasuk tidak pernah mendapat proyek rehabilitasi sekolah. "Setelah lebih dari 20 tahun, kondisi bangunan sekolah-sekolah tersebut bisa dipastikan banyak yang rusak parah," katanya. Persoalannya, kata Usman, pemerintah daerah (pemda) sangat terbatas kemampuannya untuk memperbaiki sekolah-sekolah tersebut. Kalau dari 200 bangunan sekolah yang rusak parah itu setiap tahun pemda hanya bisa memperbaiki 10 hingga 20 unit bangunan sekolah, maka tentu diperlukan puluhan tahun untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu, ungkapnya, bukan suatu yang mengherankan, termasuk juga di daerah lainnya di luar Kalbar, kalau setiap tahun masih banyak laporan adanya sekolah-sekolah yang roboh. Perlu terobosan "Dalam kondisi demikian inilah pemerintah pusat semestinya memberikan terobosan-terobosan untuk penyediaan dana memperbaiki sekolah-sekolah tersebut," katanya. Kalau hal ini dibiarkan, akan semakin besar kerusakan yang terjadi dan tentu akan semakin menyusahkan mereka yang memanfaatkannya. Menurut Usman, salah satu terobosan yang bisa dilakukan adalah pemberian jaminan oleh pemerintah pusat agar daerah bisa mendapatkan dana berupa kredit untuk mempercepat pembangunan sekolah-sekolah yang sangat dibutuhkan rakyat tersebut. Sebagai jaminannya, setiap daerah menganggarkan dana pembayaran kredit yang dipinjam itu pada APBD masing-masing. Menjawab pertanyaan dari Komisi XI DPR berkaitan dengan kemiskinan di Kalbar, yang mencapai 13,9 persen atau sekitar 558.200 dari sekitar 3,9 juta jiwa, Gubernur Usman mengatakan, angka kemiskinan di Kalbar itu terjadi karena beberapa faktor. Dilihat dari tingkat pendidikan, sekitar 61 persen penduduk Kalbar berpendidikan SD ke bawah. Sementara penduduk berpendidikan perguruan tinggi hanya sekitar 1,5 persen. Selain mereka yang berpendidikan, ternyata masih banyak juga yang buta huruf. Mereka ini bahkan mencapai sekitar 10 persen. Hal ini antara lain juga karena akibat rendahnya akses dan fasilitas sekolah. Rendahnya fasilitas dan akses transportasi juga membawa efek lainnya, seperti rendahnya penjualan hasil-hasil pertanian dari pedesaan, rendahnya produktivitas usaha mereka, dan rendahnya jam kerja. Hal inilah yang membuat mereka sulit untuk dipacu. (FUL) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who cares about public education! http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

