--- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > --- In [email protected], "irwank2k2" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Keberantakan bukannya karena ada yang menyalahi keseimbangan > > yang ada? Atau dalam istilah Islam ada kezhaliman. > > Jadi ini di luar aturan/ajaran agamanya sendiri.. > > Nah kalau mau coba telusuri lagi aturan/ajaran agamanya juga.. > > DH: Well. Dari hampir 200 juta Muslim di Indonesia dan entah berapa > juta Muslim di Pakistan, Bangla Desh dll, berapa % yang menjalankan > firman dengan baik, dengan akibat sangat memuliakan bangsanya?
Yang saya maksud di atas bukan hanya terjadi pada kalangan umat Islam. Istilah zhalim itu cuma 'term' saja. Hal itu bisa saja dilakukan kalangan umat (agama) lain. Contoh sederhana adalah kaitan kemiskinan dan korupsi. Saya pernah mendengar (ayat/hadits?) bahwa sebenarnya alam dan seisinya ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh umat manusia (dan penghuni lainnya). Namun keserakahan segelintir oranglah yang menyebabkan terkonsentrasinya sebagian besar resource yang ada --> menyebabkan/membiarkan kemiskinan tetap ada. Karena terjadi ketimpangan dan ketidakadilan. 'Common sense' dan 'akal sehat' mengatakan korupsi (sama seperti drugs) adalah sesuatu yang buruk dan wajib dimusuhi. Ya, minimal 'say no to them'.. :D > Atau kita balik: berapa % Muslim Indonesia (atau agama lain) yang > benar benar memuliakan manusia? Ada 10%? Saya tidak punya data akurat soal ini. Namun yang jelas, berapa banyak orang yang mampu melihat dan menganalisa suatu topik atau persoalan, baik yang tersurat/tersirat amat ditentukan latar belakang yang berlangsung selama ini. Termasuk soal penerapan nilai" mulia yang diajarkan oleh agamanya. Dengan kata lain nyaris tidak ada yang 'bebas nilai', diantaranya terkait pendidikan dan pengajaran formal/informal yang diterapkan pada/oleh masyarakatnya. Apakah para penjajah (kolonialisme) modern dan penggagas globalisasi akan membiarkan (yang katanya) negara dunia ke-3 maju tanpa halangan? Padahal sebenarnya ada gerakan 'anti globalisasi' atau 'anti kapitalisme' dan 'anti neokolonialisme(?)' di luar sana.. Namun sebaliknya di sebagian negara, isu globalisasi justru dihembuskan para penganutnya dengan kuat seolah merupakan keniscayaan yang harus diterima apa adanya (taken for granted).. > --------------------------- > > > AFAIK, dalam dunia filsafat sendiri kan ada yang namanya aliran" > > toh? Jadi rasanya memang amat sulit yang namanya penyamaan > > persepsi.. Apalagi di kalangan para pemikir yang (merasa) dirinya > > independen.. :-) > > DH: kalau anda mendefinisikan A > B dan B> C maka A>C , akankah > kita benturan? Wah, jadi bahas matematika nih.. :-) Bukannya kalau bicara matematika itu artinya sudah ada pembatasan topik. Jadi sudah ada batasan pembahasan dan (logikanya) nyaris tidak ada ruang untuk perbedaan pada hasilnya. Kecuali pada langkah menuju hasil tersebut.. -mirip dengan cara pengerjaan soal matematika waktu di sekolah-.. > Atau kita definisikan "virus tertentu", apakah kita akan berbeda > dalam menggambarkannya? Apakah rumus proton dan neutron anda > berbeda dengan rumus sarjana yang lain? Ngomong soal virus, mirip dengan di atas.. Areanya sudah terbatas. Yang mungkin terjadi memang kolaborasi. Tapi dalam soal 'virus komputer' adalah sah" saja terjadi perbedaan penamaan virus/worm baru antara satu perusahaan antivirus dengan yang lain. > ------------------------------------------- > > > > Kenapa harus sama, mbah? Yang penting itu bukan sama koq.. > > tapi saling pengertian dan memahami perbedaan yang ada.. > > Bukankah Allah juga dalam Alqur-an menjelaskan bahwa kalau saja > > Ia mau, dapat saja ada keseragaman di kalangan mahluk. > > DH: memahami perbedaan yang ada? mengapa perbedaan harus dipahami? > beda adalah beda, dia takkan kurang beda kalau dipahami. > Pisang bukan ananas, apa gunanya kita pahami bedanya? Sorry, maksudnya adanya kesepahaman bahwa memang perbedaan adalah keniscayaan. Bukankah manusia datang ke dunia ini dilengkapi dengan kecenderungan yang buruk (fujuroha) dan yang baik (taqwaha).. BTW, saya juga gak ngerti banget filsafat koq, Mbah.. Jadi tolong dimaklumi kalau pendapatnya ya ala kadarnya.. :D > Keseragaman makhluk memang tak perlu. Tetapi keberagaman Tuhan? > Atau lucu kalau Tuhan juga muncul bagaikan bunga rampai? Keberagaman Tuhan? Mungkin maksudnya keberagaman persepsi, ya? Kalau saya percaya Allah itu untuk semua mahluk. Persepsi masing" kelompok besar (baca: agama) bisa saja berbeda. Ya situasinya mirip dengan 'penamaan' oleh vendor antivirus. Tapi bukan maksud saya menyamakan kedua topik bahasan itu lho ya.. > Salam > > danardono Wassalam, Irwan.K ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Does he tell you he loves you when he's hitting you? Abuse. Narrated by Halle Berry. http://us.click.yahoo.com/aFQ_rC/isnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

