http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=169822

Kamis, 05 Mei 2005,


Harus Bermitra Lokal 

LIBERALISASI perguruan tinggi (PT) yang dipromosikan WTO (World Trade 
Organization) alias Organisasi Perdagangan Dunia sebetulnya dibungkus sesuatu 
yang positif: agar lembaga pendidikan asing bisa memacu peningkatan mutu 
pendidikan Indonesia. Termasuk bisa meningkatkan akuntabilitas penyelenggaraan 
pendidikan, memperbaiki efisiensi pengelolaan pendidikan, serta mengurangi 
aliran uang ke luar negeri.

Seperti diungkapkan Drs Adjisukmo MSc, pejabat Balitbang Departemen Pendidikan 
Nasional (Depdiknas) yang terlibat langsung dalam seluruh perundingan GATTS 
(General Agreement on Trade, Tariffs, and Sevices). Rencananya, Desember 2005, 
Indonesia bersama 148 negara anggota WTO akan menandatangani perjanjian GATTS 
yang mencakup empat sektor, yakni jasa profesional, jasa energi, jasa 
kesehatan, serta jasa pendidikan. Penandatangan perjanjian akan dilakukan di 
Hong Kong.

"Indonesia sudah terikat dalam perjanjian WTO pada tahun 2001. Konsekuensinya, 
mulai tahun 2006 beragam penyedia pendidikan tinggi asing diperbolehkan masuk 
ke negeri ini," tutur Adjisukmo.

Adjisukmo menuturkan, dasar hukum pengesahan Agreement Establishing The World 
Trade Organization ada di UU No 7 Tahun 1994. Karena itu, dia menakinkan bahwa 
liberalisasi pendidikan yang diatur GATTS tidak akan merugikan Indonesia. 
Alasannya, institusi pendidikan asing hanya boleh beroperasi di Indonesia jika 
bermitra dengan pihak lokal. Sehingga, aturan seperti itu dapat menghindarkan 
kerugian yang bakal dialami oleh penyelenggara pendidikan lokal.

Dengan sistem kemitraan, Adjisukmo menegaskan tidak akan terjadi persaingan 
langsung antara lembaga pendidikan lokal dan asing. Pemerintah betul-betul 
menjamin kepentingan masyarakat. Pada tahap awal, rencananya liberalisasi 
pendidikan tinggi itu akan diterapkan di lima kota, yaitu Jakarta, Bogor, 
Bandung, Yogyakarta dan Medan.

Soal maraknya penawaran dan pelayanan pendidikan asing yang 
sudah ada di Indonesia, Adjisukmo mengakuinya. Namun, dia tak berani menyebut 
hal itu sebagai sebuah pelanggaran. Sebab, hal itu sudah sesuai aturan yang 
tercantum dalam pasal 65 UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 
(Sisdiknas). Sejak dua tahun lalu Indonesia telah membuka diri terhadap 
masuknya institusi pendidikan asing.

"Yang terpenting, masyarakat yang harus berhati-hati. Selain cek biaya, lihat 
juga jenis program dan fasilitasnya. Ini adalah konsekuensi pasar bebas, tak 
ada lagi wewenang kita untuk melarangnya,"tandas dia.

Meskipun secara resmi GATTS belum ditandatangani, namun Indonesia sudah banyak 
menerima permintaan dari beberapa negara anggota WTO agar membuka pintu untuk 
jasa pendidikan ini. Seperti diutarakan Drs R. Djokopranoto, ketua yayasan Atma 
Jaya bahwa ada enam negara yang sudah menyampaikan permintaan untuk 
liberalisasi pendidikan ini.

Beberapa negara itu, antara lain, Amerika Serikat, China, Korea, dan Jepang 
untuk bidang pendidikan tinggi, pendidikan orang dewasa dan pendidikan lainnya. 
Australia untuk bidang pendidikan menengah, pendidikan tinggi, pendidikan 
dewasa, dan pendidikan lainnya. Selandia Baru malah meminta untuk seluruh jenis 
pendidikan mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi, 
pendidikan orang dewasa dan pendidikan lainnya.

"Di samping itu, Malaysia juga sudah mengajukan minatnya untuk 
pendidikan tinggi, pendidikan dewasa, dan pendidikan lainnya di Indonesia. 
Karena itu, pemerintah harus betul-betul memberikan jaminan dan komitmen 
mengenai globalisasi pendidikan ini. Jangan sampai kepentingan pendidikan lokal 
justru terabaikan dan malah tambah terpuruk, "ujar Adjisukmo. (wda)




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Ever feel sad or cry for no reason at all?
Depression. Narrated by Kate Hudson.
http://us.click.yahoo.com/LLQ_sC/esnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke