http://www.indomedia.com/bpost/052005/19/nusantara/nusa1.htm
Seorang Penyerang Diduga Polisi Ambon, BPost IP, satu dari tujuh pelaku penyerangan pos Brimob di Desa Loki, Seram Bagian Barat, Maluku yang berhasil ditangkap, diduga anggota Kepolisian Daerah Maluku. Namun, hingga kemarin (18/5) sore pihak Polda Maluku belum memberikan komentar berkaitan keterlibatan oknum polisi tersebut. Kabid Humas Polda Maluku Kompol, Endro Prasetyo juga enggan memberikan komentarnya. Dia hanya membenarkan ada beberapa pelaku yang sudah diringkus pihaknya. Begitu juga Kadit Reskrim Polda Maluku Kompol Bambang Hermanu juga menolak memberikan informasi. "Wah saya belum dapat memastikannya. Maaf nanti saja, saya masih rapat," ujarnya saat dihubungi. Bambang hanya memastikan hingga kini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap para penyerang lainnya. Empat dari tujuh pelaku diidentifikasi berinisial D, warga Kebun Cengkih Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, OP (warga Tanah Lapang Kecil Kecamatan Nusaniwe), FT (warga Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau), dan IP yang diduga anggota Kepolisian Daerah Maluku. Sementara tiga pelaku lainnya hingga tadi malam, belum diketahui identitasnya. Kapolda Maluku, Brigjen Aditya Warman, di Ambon, Rabu, mengatakan, para pelaku tengah disidik intensif guna mengungkapkan alasan penyerangan ke pos Brimob di Desa Loki saat 14 personil bertugas di sana. Menurutnya, lima personil Brimob yang meninggal adalah Brigadir Ronny Susanto, Brigadir Hasanuddin, Brigadir Teguh Aristianto, Briptu Slamet Harianto dan Bharada Damanik. Satu anggota penyerang tewas yang turut diotopsi di rumah sakit Bhayangkari Tantui, Ambon yakni Abdullah dan warga sipli dari Desa Loki, Simon Petrus Sarpally. Kapolda juga mengatakan, penyidikan intensif diarahkan juga untuk mengungkapkan siapa dalang di balik penyerangan. Penyerangan terhadap pos polisi dilakukan di saat pemerintah tengah menetapkan kebijakan untuk mengembalikan warga setempat ke daerah asal karena mengungsi akibat tragedi kemanusiaan, sejak 19 Januari 1999 lalu. "Kami berterima kasih kepada tiga saksi yang bersedia mengungkapkan ciri-ciri maupun modus kerja dari para pelaku yang diidentifikasikan di mulai dari Desa Katapang Kabupaten SBB hingga ke Dusun Waitomo Pulau Ambon Kabupaten Maluku Tengah, selanjutnya ke Durian Patah dan pusat Kota Ambon," ujarnya. Kapolda belum dapat menjelaskan, hasil penyidikan awal terhadap pelaku yang merupakan orang luar daerah Maluku, kecuali OP. "Siapa pun dalang di balik penyerangan yang menewaskan lima personil Brimob akan dikejar hingga ke liang lahat guna mempertangggung jawabkan perbuatan biadab tersebut," katanya, Kapolda juga memastikan senjata yang digunakan para pelaklu adalah standar organik bersama munisi dalam jumlah ribuan. "Kami telah mengamankan amunisi maupun peralatan pelaku, baik di Desa Loki maupun yang ditemukan di kawasan Leihitu dan Kota Ambon sebagai barang bukti untuk diproses secara hukum," tambahnya. Suasana duka masih menyelimuti markas komando Brimob Polda Maluku pada kawasan Tantui atas, kecamatan Sirimau, Kota Ambon yang sejak Senin pagi(16/5) mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang.dtc/ant [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Does he tell you he loves you when he's hitting you? Abuse. Narrated by Halle Berry. http://us.click.yahoo.com/aFQ_rC/isnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

