Media Indonesia Rabu, 25 Mei 2005
Industri Penerbangan Terancam Bangkrut JAKARTA (Media): Penerbangan nasional di ambang kebangkrutan. Harga avtur (bahan bakar untuk pesawat) yang tinggi dan sikap pemerintah yang dinilai tidak peduli dituding sebagai penyebab kebangkrutan itu. "Bulan depan harga avtur dikabarkan akan naik menjadi Rp5.600 per liter. Padahal pada tingkat harga saat ini saja (Rp5.000 per liter) kami sudah kewalahan," ungkap seorang eksekutif salah satu penerbangan nasional saat dihubungi Media, kemarin. Menurutnya, tanda-tanda kebangkrutan sudah terlihat. Beberapa maskapai penerbangan secara drastis telah mengurangi jumlah pesawat mereka. Maskapai penerbangan Jatayu, misalnya, yang semula mengoperasikan sekitar 13 pesawat, sekarang tinggal tiga pesawat. Demikian juga, Bouraq yang semula mengoperasikan delapan pesawat saat ini tinggal menjalankan satu pesawat. Star Air, yang mengoperasikan lima pesawat, bulan depan akan berhenti operasi bila harga avtur tidak membaik. Pelita Air Service, Kartika, Mandala, dan Bouraq bulan depan mulai menghentikan penerbangan ke Bali. Selain menutup rute tujuan Bali, Pelita juga menutup rute tujuan Makassar mulai besok. Bahkan, Pelita akan memulangkan empat pesawat F-100 yang disewanya, sehingga kini tinggal mengoperasikan dua Fokker 28 untuk melayani rute-rute yang dinilai masih menguntungkan. "Kalau saya sih cut loss saja, kondisinya memang berat," ungkap Direktur Utama Pelita Air Service Wahyu Hidayat, kemarin. Kondisi industri penerbangan nasional yang babak belur, menurut Wahyu, disebabkan masuknya para pemain baru dengan modal pas-pasan. Kondisi tersebut diperparah lagi dengan pemberlakuan tarif yang kelewat murah. "Dengan modal pas-pasan dan tarif murah untuk menjaring penumpang, ya beginilah akhirnya," ujar Wahyu. Situasinya memang jauh berbeda bila dibandingkan dengan masa sebelum krisis moneter. Pada 1996, jumlah penumpang pesawat terbang sempat mencapai 13,5 juta orang. Tetapi, tingkat harga tiket pesawat ketika itu terbilang tinggi dan jumlah operator hanya empat. Yakni Garuda, Merpati, Bouraq, dan Mandala. "Saat ini meski jumlah penumpang hampir mencapai 20 juta orang, banyak maskapai terancam bangkrut karena harga tiket begitu murah dan jumlah operator hampir lima kali lipat," jelas Wahyu. Senada dengan Wahyu, Ketua Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) Tengku Burhanuddin mengakui kondisi industri penerbangan nasional memburuk pascakenaikan harga avtur. Meski para anggota tidak secara terbuka mengungkapkan kondisi perusahaan masing-masing, Burhanuddin menilai langkah strategis harus diambil setiap operator dan pemerintah. Pukulan terhadap industri penerbangan nasional semakin berat sejak pemerintah membuka izin penerbangan komersial berjadwal seluas-luasnya lima tahun lalu. Dan, harga avtur menjadi beban terberat. Lima bulan pertama tahun ini saja harga avtur tercatat naik dua kali. Januari 2005, harga avtur naik sekitar 10% menjadi Rp3.765 per liter. Maret lalu, Pertamina menaikkan lagi harga avtur 21% menjadi Rp4.565 per liter. Ditambah PPN 10%, operator penerbangan saat ini harus membeli avtur dengan harga Rp5.000 per liter. Dan, Juni mendatang harga avtur diperkirakan mencapai Rp5.600 per liter. Ketika menanggapi kondisi tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan Cucuk Suryo Suprojo mengakui pihaknya sudah meminta Menteri Keuangan untuk menghapuskan PPN 10% terhadap avtur. Tetapi, hingga saat ini permintaan tersebut belum terealisasi. Di sisi lain, Cucuk menilai kebangkrutan yang dihadapi maskapai penerbangan sepenuhnya merupakan kesalahan operator. Namun, seorang eksekutif penerbangan nasional yang dihubungi Media kemarin berpendapat sikap tersebut merupakan bentuk ketidakpedulian pemerintah. "Keran izin dibuka selebar-lebarnya, tetapi pemerintah tidak mau melakukan pengawasan ketat. Bagaimana ini?" ujarnya. (Sad/LN/PO/X-7). [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/MCfFmA/SOnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

