http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=200322&kat_id=3
Senin, 06 Juni 2005
RI-GAM Belum Sepakat
JAKARTA --Yang penting mereka tidak ngotot untuk merdeka. Pembicaraan
perjanjian antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) belum
mencapai kata akhir. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Sofyan
Djalil, mengatakan hingga selesainya perundingan di Helsinki, masih belum
tercapai kesepakatan perjanjian di antara kedua belah pihak.
Sofyan mengakui memang ada beberapa hal sudah disepahami Indonesia (RI) dan
GAM. ''Namun, belum ada kesepakatan sama sekali,'' tegas Sofyan ketika
dihubungi Republika, Ahad (5/6). Sofyan tidak bersedia menjelaskan poin-poin
yang sudah disepahami itu.
Menurutnya, pemerintah belum akan mempublikasikan butir-butir perjanjian dengan
GAM. ''Kita masih dalam tahap pembahasan, sehingga belum akan mempublikasikan
apa pun,'' tandasnya. Selain itu, RI-GAM juga sepakat untuk tidak membahas
secara detail dulu.
Terkait pembahasan izin melakukan perdagangan ke luar negeri dan izin
mendirikan partai lokal oleh GAM, Sofyan menjelaskan dua isu itu termasuk yang
sedang dibahas. Hanya, ia enggan memberikan komentar kemungkinan isu tersebut
akan disetujui Pemerintah Indonesia atau tidak.
Sofyan hanya mengatakan pemerintah tetap berpegang pada konstitusi. Jadi,
tegasnya, kalau GAM meminta hal-hal di luar konstitusi, Indonesia akan menolak.
Menkominfo memperkirakan masih butuh satu kali pertemuan lagi dengan GAM untuk
membahas isi perjanjian. Awal Agustus, sambungnya, kesepakatan kedua pihak
diharapkan bisa tercapai.
Selama dua hari (30-31 Mei 2005), Menkominfo dan Menteri Hukum dan HAM Hamid
Awaluddin kembali mengadakan perundingan dengan GAM di Helsinki, Finlandia.
Sebelumnya, kedua belah pihak telah melakukan pembicaraan juga di Helsinki.
Perundingan itu difasilitasi Crisis Management Initiative pimpinan mantan
presiden Finlandia, Martti Ahtisaari. Delegasi Uni Eropa ikut menghadiri
pembicaraan tersebut.
Ketika dihubungi, Hamid tidak bersedia memberikan komentar. ''Tak bisa, saya
sedang sibuk mau rapat,'' ujarnya. Di Makassar, Ahad (5/6) ia pun tak bersedia
melayani pertanyaan dari wartawan. Alasan Hamid --yang akan diperiksa KPTPK
terkait dugaan korupsi di KPU-- kunjungannya ke Makassar untuk kepentingan
pribadi.
Menanggapi protes DPR mengenai perundingan itu, Wapres Jusuf Kalla meminta DPR
untuk memercayai langkah pemerintah yang terus berunding dengan GAM. Kalla
menegaskan pemerintah tetap menjaga kepentingan negara di atas segala-galanya
dalam perundingan tersebut.
Jalan menuju perundingan damai ini, menurut Kalla, bukanlah hal mudah.
Mengingat, kata dia, konflik yang terjadi dengan GAM sudah berjalan sekitar 30
tahun. Meski demikian, Kalla menyatakan bisa memahami kekhawatiran sebagian
anggota dewan.
Ketua DPR Agung Laksono sempat melayangkan surat kepada Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono agar menghentikan perundingan dengan GAM. Surat itu pun menuai protes
dari sejumlah kalangan termasuk dari Fraksi PPP di DPR.
Anggota Komisi I DPR, Djoko Susilo, mengatakan hasil perundingan RI-GAM
merupakan kesalahan fatal. Akibatnya, kata dia, posisi tawar GAM sebagai
gerakan separatis lebih tinggi. Diungkapkannya, format perundingan yang sudah
dijalankan itu harus dihentikan.
Tokoh Aceh, Hasballah M Saad, meminta politisi Indonesia tidak terlalu
mempermasalahkan hal-hal teknis terkait perjanjian damai RI-GAM. ''Yang
penting, mereka (GAM) tidak lagi ngotot memperjuangkan rencana untuk merdeka,''
ujar Hasballah. Ia berpendapat perjanjian ini merupakan hal yang luar biasa,
jika GAM tidak lagi membicarakan keinginannya untuk merdeka.
(uli/c23/djo )
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/