--- In [email protected], "fauziah swasono" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> Excellent comment Pak Danar. Cannot agree more.
> Pernahkah kita bertanya bagaimana bisa Belanda yang cuma seluas prov
> Lampung itu dikatakan menjajah Indonesia 3,5 abad? Bayangkan saja 
saat
> itu, berapa bulan kapal dari Belanda baru akan sampe ke Indonesia?
> Berapa banyak pula penduduk mereka? Kok bisa "dijajah"? Karena apa?
> Yang punya sifat tamak lalu terjerumus ke kebodohan siapa?
> 
> salut,
> 
> fau

--------------------

DH: mBak masih saudara dengan pak Sri Eddi Swasono? Beliau adalah 
dosen ekonomi saya dahulu di FH UI, awal 60an.

Tahukah mBak bagaimana Belanda memanage perang lawan kita? Primitif 
sekali. Waktu itu, sampai perang Jawa 1825 - 1830, Belanda belum 
sadar akan pentingnya memusatkan kekuatan militer disatu tempat. Juga 
peran AL belum mereka sadari. Dasar blo'on. Pasukan mereka angkut 
kesana kemari kayak ikan sarden dengan menyewa kapal kapal angkut 
sipil. Kalau ada pemberontakan disatu wilayah, mereka kirim pasukan, 
yang kebanyakan prajurit sewaan. Jerman, Swedia, dan dari Asia serta 
Nusantara.

Hebatnya, Belanda selalu berhasil mengikut sertakan raja setempat 
berserta pasukan untuk digebukkan pada yang berontak. Contoh: Belanda 
hantam pangeran Jayakarta. Belanda ajak pasukan Banten ikut main. 
Banten cemburu akan kebangkitan Jayakarta.

Begitu perang Jawa selesai, mereka bawa pasukan yang campuraduk itu 
ke Sumbar, untuk genjot Imam Bonjol. Sentot, ikut memimpin pasukan 
dari Jawa untuk genjot sang Imam. Akhirnya Sentot balik arah, malah 
ditahan, dan dibuang ke Bengkulu.

Perang Aceh, tidak selesai selesai, karena Belanda butuhkan pasukan 
di-sana sini. Bali berontak ber-kali kali. Belajar dari kebobolan 
menghadapi Diponegoro, Belanda ganti taktik, mereka pusatkan pasukan 
di Jawa, yakni didekat Batavia, pusat kedudukan gubernur jendral.
Tahun 1826 sampai 1827 pasukan khusus mereka bentuk. Pada 4 December 
1830 (ditengah perang Jawa) KNIL dibentuk. KNIL adalah singkatan dari
"Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger". Leger (baca: lekher), 
artinya balatentara. Balatentara kerajaan Hindia Belanda.

Jangan lupa, Belanda bukan bangsa perang. Pasukan dan perwira yang 
bertugas adalah pasukan berbangsa Belanda yang bertugas pada pasukan 
Napoleon dalam perang Napoleon. Belanda kala itu adalah jajahan 
Perancis. Seorang jendral yang kejam tapi efficient, yang membangun 
jalan Serang ke Jawa timur, adalah Daendells. Seorang perwira 
Napoleon.

Trik Belanda adalah, menarik pangeran setempat untuk digebukkan pada 
saudaranya sendiri. Ternate lawan Tidore. Makassar lawan Goa. Solo 
lawan Jogya. Bali lawan Bali.

Pattimura, adalah seorang captain KNIL. Kemudian mbalelo, lalu 
melawan Belanda, akhirnya digantung dan dibuang kelaut. Juga Untung 
Suropati, adalah perwira Belanda, mbalelo, lalu ditahan.

Dalam melawan Aceh, ribuan pasukan pangeran pangeran dari daerah lain 
Nusantara yang ikut aktif. Juga dalam menangkap Diponegoro, pasukan 
dari kerajaan Mangkunegaran di Solo ikut aktif.

Dibawah ada sejarah pendirian pasukan Belanda.

salam

danardono


(In verband met de Java-oorlog (1825-1830) werd in de jaren 1826-1827 
ook nog eens een speciale troepenmacht geformeerd en uitgezonden. 
Deze troepen werden vooralsnog als bestanddeel van de Nederlandse 
Krijgsmacht beschouwd. Het besluit ("Algemeene Orders voor het 
Nederlandsch-Oost-Indische leger") van de Gouverneur-Generaal 
Johannes van den Bosch van 4 december 1830, waarbij een nieuwe 
organisatie voor het leger in Oost-Indi� werd vastgesteld, geldt als 
het begin van een afzonderlijk Oost-Indisch Leger. Het bestond toen 
uit 8 mobiele korpsen, elk met een bataljon infanterie, een compagnie 
cavalerie en 4 stukken bergartillerie, met een totale sterkte van 600 
Europese en 37 inlandse officieren en 12.905 onderofficieren en 
minderen. Om een goede gezagsuitoefening in de buitengewesten te 
waarborgen, moest de sterkte regelmatig worden uitgebreid: bijna 
20.000 in 1840, 29.800 in 1882 en 36.900 man in 1930. In mei 1940 
bedroeg de sterkte van het KNIL aan beroepspersoneel 1.345 officieren 
en 37.583 onderofficieren en minderen. 

Met reserveofficieren, militieplichtigen, landstorm-plichtigen en 
inheemse korpsen kon deze sterkte worden opgevoerd tot een totaal van 
3.200 officieren en 73.000 onderofficieren en minderen. In 1836 kreeg 
het leger het predikaat `Koninklijk', op gezag van Willem I, maar in 
het spraakgebruik werd dit predikaat bijna een eeuw niet gebruikt, en 
werd het overzeese leger steevast aangeduid als het (Oost-) Indisch 
Leger. Pas nadat minister-president Hendrik Colijn, zelf voormalig 
officier in het koloniale leger, in 1933 het Koninklijk Besluit van 
1836 in herinnering had gebracht, raakte de offici�le benaming 
Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger, afgekort tot KNIL, 
ingeburgerd. Bij de grondwetsherziening van 1948 werd de naam voor 
het laatst nog veranderd in Koninklijk Nederlands-Indonesisch Leger).








***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke