http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/06/tgl/09/time/75928/idnews/377775/idkanal/10
� Kamis, 09/06/2005 07:59 WIB
KBRI Doha Bantah Hidup Glamor
Shinta Shinaga - detikcom
Jakarta - Hidup pas-pasan bahkan tidak cukup di negeri orang. Begitulah
gambaran kehidupan diplomat Indonesia yang bertugas di Qatar. Jauh dari kesan
glamor.
Gambaran itu disampaikan KBRI Doha, Qatar terkait tuduhan publik yang
menyatakan para diplomat Indonesia hidup mewah di luar negeri.
"Tuduhan itu setidak-tidaknya tidak terbukti dalam kehidupan para diplomat
yang bertugas di Qatar," sebut Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI di
Doha Abdul Wahid Maktub dalam pernyataan tertulis kepada detikcom, Kamis
(9/6/2005).
Tunjangan Penghidupan di Luar Negeri (TPLN) yang diterima, disebut Maktub,
justru kerap tidak dapat mencukupi kebutuhan minimal per bulan. Di lain pihak,
para diplomat dituntut untuk melaksanakan tugas sesuai dengan standar yang
telah ditetapkan oleh kebiasaan diplomatik.
"Oleh karena itu kehidupan diplomat Indonesia di Qatar harus disesuai
dengan prinsip kesederhanaan alias with less we do more. Jadi jauh dari kesan
mewah dan glamor sebagaimana yang diduga banyak orang," sebut Maktub.
Dia mengilustrasikan seorang sekretaris kedua yang bertugas di KBRI Doha
hanya mendapat TPLN sebesar US$ 4.600 dikalikan 66 persen menjadi US$ 3.036
sebagai gaji dasar.
Kemudian ditambah dengan tunjangan istri sebesar 15 persen dari gaji dasar
dan tunjangan untuk anak sebesar 10 persen dari gaji dasar.
Dengan memiliki satu istri dan dua anak, sekretaris kedua tersebut
mendapat TPLN sebesar US$ 4.098. Kemudian ditambah 25 persen, yaitu US$ 1.024
untuk tunjangan sewa rumah. Secara keseluruhan, sekretaris kedua tersebut
menerima US$ 5.123.
"Pengeluaran sekretaris kedua tersebut pada kenyataannya jauh lebih mahal
dari tunjangan maupun penghasilan yang diterimanya," sebut Maktub.
Sewa rumah di Doha sebesar US$ 2.060. Itupun rumahnya standar dan
cenderung tidak terlalu baik dibandingkan dengan diplomat Bangladesh dan Nepal
di Doha. Padahal jatahnya hanya US$ 1.024, walhasil tekor US$ 1.036. Sewa rumah
di Doha pada tahun 2005 mengalami kenaikan 200-250 persen dibandingkan dengan
tahun 2003.
Biaya pendidikan di sekolah internasional yang paling murah sebesar
minimal US$ 500 per anak. Dua anak menjadi US$ 1.000. Biaya listrik, telepon,
dan air sedikit-dikitnya setelah dihemat-hemat paling tidak sebesar US$ 350 per
bulan.
Biaya kebutuhan bulanan keluarga paling hemat US$ 1.000. Biaya cicilan
mobil US$ 800 per bulan, di mana kendaraan dibeli sendiri dan tidak ditanggung
kantor. Biaya pengembalian pinjaman ke kantor US$ 550 per bulan untuk
pembayaran uang muka pembelian kendaraan yang dibayar sejumlah tersebut selama
20 bulan.
"Jadi dengan penghasilan sebesar US$ 5.123, setelah dikurangi pengeluaran
rutin, TPLN yang diterima oleh sekretaris kedua tidak dapat mencukupi kebutuhan
minimal yang bersangkutan per bulan. Ini jelas jauh dari kesan glamor seperti
yang dituduhkan," sebut Maktub.
(sss
---------------------------------
Discover Yahoo!
Stay in touch with email, IM, photo sharing & more. Check it out!
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/