Mbak Fau:
Mas Ambon seperti sudah diset tidurnya, jadi tiap empat puluh lima
menit bangun trus langsung buka imil dan langsung deh ngirim....
(ngarang!)
Wah iya-ya kalau bicara privatisasi, ujung-ujungnya dikira IMF, tapi
kalau demi efisiensi dan efektifitas mengapa tidak? Toh saya yakin
para calon haji dari republik ini juga senang-senang aja kok kalau
diurus swasta, khan yang penting servis tho? Nggak telantar di Arab
sono, dapet penginepan yang baik dan tidak jauh dari lokasi plus harga
yang sesuai.... Nah kalau minta auditor independen, ini yang susah
mbak di republik ini, ngikutin kasus KPU nggak? Coba bayangin, suruh
ngawasin kok malah terima duitnya.... Masak harus ndatangin auditor
dari LN? Nanti dikira nggak nasionalis lagi (entah apa artinya
nasionalis bagi mereka...)
Kalau koruptor ketangkep usul saya satu hukuman mati yang
dilangsungkan dengan proses yang lama... (contoh dihukum mati dengan
cara digelitikin sampai mati lemas karena tertawa atau mati dengan
menghirup gas gelak; khan lebih humanis bin humoris!) Soalnya, karena
korupsi, orang banyak yang jadi mlarat, kalau orang mlarat maka ia
akan lapar, kalau udah lapar, yang enak orang macam Noordin M Top atau
si Azahari karena cukup dengan dua tiga ayat yang dipelintir, jadi deh
mereka operator lapangan... Khan susah lagi ya nggak?
Eh... kok ngomongin dua biang teror itu sih, jangan-jangan nanti saya
dikirimin parsel bom lagi...
DG
> Wah, mas Ambon (tidurnya jam berapa sih mas? kok kirimannya kontinyu
> tiap jam?) di Depag itu isinya macam2 agama. Kalau dibubarkan, nanti
> kita dianggap negara tak beragama ;)
>
> Mas Bagong, hati2 nyebut privatisasi.. nanti anda dikira antek IMF.
> Just kidding...
> Menurut saya, langkah perbaikan penyelenggaraan haji sih gampang aja:
> biarkan Depag menanganinya tetapi wajibkan minimal 2 auditor
> independen yang reputasinya bagus untuk mengaudit. Dan koruptornya
> dihukum berat, biar kapok tuh... biar jadi pelajaran buat yg belom
> kena atau mau nyoba2.
>
> salam,
> fau
>
> > On 6/17/05, Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > Refleksi: Seandainya Pak Menteri ini terbukti korupsi, apakah
> beliau akan masuk neraka? Tuntutan kedua ialah supaya Depag didepak
> saja. Buang-buang duit dengan nama Alloh untuk para korupter adalah
> dosa besar bagi yang membiarkan.
>
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
--
Dafit Goenito
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/