--- In [email protected], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]
.> wrote:
> Di TV, disiarkan rakyat Meksiko dianjurkan untuk makan
> serangga, seperti belalang. Ini akibat kemiskinan yang
> merajalela. Akibatnya, berbagai justifikasi pun
> dibuat, agar rakyat tertarik memakan serangga.
>
> Di Indonesia, ratusan ribu balita kelaparan dan
> terkena busung lapar. Puluhan balita sudah meninggal
> akibat busung lapar (kata pejabat: "Gizi Buruk").
dst...
>
>
> Itulah akibat dari globalisasi kemiskinan yang dibuat
> oleh pemerintah AS beserta antek-anteknya para ekonom
> Neoliberalis (vulgar ya kata-katanya?:).
>
> Pemerintah AS dengan semena-mena lewat Multi National
> Company yang dibekinginya menguras kekayaan alam
> negara-negara ketiga. Mereka kuras minyak, gas, emas,
> tembaga, dan sebagainya. Sehingga hanya segelintir
> orang yang mau jadi anteknya saja yang bisa makmur.
> Mayoritas rakyat lainnya hidup melarat.
>
> Jika satu negara tidak membuka pintu bagi
> perusahaan-perusahaan AS, maka presiden AS pun segera
> meluluh-lantakan negara itu. Afghanistan dibom dan
> diserbu. Iraq dijajah. Nanti, mungkin giliran Iran dan
> Korut yang mereka kuras.
>
> Kini rakyat Meksiko dihimbau makan serangga. Kalau
> kurang, mungkin disuruh makan tikus:)
>
> Sudah saatnya kita lawan "Globalisasi Kemiskinan"
----------------------
DH: Dalam setiap malapetaka, sangatlah menggiurkan mencari sasaran
untuk disalahkan.
Mengatakan, semata AS yang bertanggung jawab, adalah simplifikasi
proses ekonomi, yang akan sangat mengaburkan mata kita.
Ini tak berarti, bahwa memang MNC dari AS dan negara negara industri
lainnya (juga Uni Eropa) turut menyebabkan malapetaka global ini.
Saya sengaja pakai kata "turut", sebab kalau kita tilik, dengan
seksama, peran pimpinan negara negara miskin sendiri dalam
MEMISKINKAN negerinya, tak kalah dahsyatnya.
Misalnya: mengapa Indonesia, yang pada dasarnya termasuk bangsa Paria
ini, menmgimport Mercedes, BMW dan VOlvo dan sejenisnya? Kebanakan
devisa?
Mengapa pemimpin pemimpin kita dan pengusaha pengusaha besar kita
sendiri bergelimang dalam luxus, mampu keluar masuk mall, sedangkan
rakyat kelaparan?
Bagaimana, pemukiman macam Kuningan, Simpruk, Pondok Indah dapat
berdampingan dengan ribuan km2 slums?
Dimanakah kebanyakan rakyat kita (pemilik kedaulatan negara niyeee?)
berdiam?
Di Kuningan?
Di Pondok Indah?
Sebelum kita sapu kotoran dihalaman sendiri, jangan dahulu kita
hardik USA dll. Mereka tak mampu berbuat apa apa, kalau kita sendiri
berbpribadi kuat dan tangguh, tak mudah dibeli, dan diperbudak
melalui fasilitas.
Perlukah kita Mc Donnald's? Bukankah resto nasional kita cukup
memadai?
Produk produk yang belum dapat kita buat memang harus dimasukkan,
namun, takkah kita bergairah memproduksi sebanyak mungkin yang kita
butuhkan?
Austria, negara kecil dengan 7 juta penduduk, terderet dalam bangsa
terkaya didunia no 7, diatas Jerman. Mengapa? Disiplin!
Disini tak ada tambang emas, minyak dan gas bumi. Tak ada samudra
yang sarat ikan dan produk kelautan...
Tak ada rimba dengan hasil hutan..
Yangada adalah SDM tangguh yang displin. Patuh. Manusiawi.
Mereka tak memadati gereja yang hampa. Tetapi mereka singsingkan
lengan dan selalu meraung mengadahkan tangan kelangit...
Mereka tak menyukai USA, tetapi mereka tak mengutukkan ber-lebih
lebihan. tak ada bendera yang dibakar, namun sikap mereka di LN tegas.
No to war. No to intervention.
Disini cabang Mc Donnald's lebih sedikit dari di Jakarta.
Disini tak ada Lambhorgini ataupun Maserati.
Disini tak ada manusia ala Adiguna...
Perusahaan minyak mereka ÖMV, membawa untung bagi negara, padahal tak
mempunyai tambang, tidak merugi macam Pertamina...
Sebelum kita gebuk bangsa lain, untuk mencari sebab kemiskinan dan
kebobrokan kita, kita benahi kebobrokan saudara saudara kita dahulu.
Jangan pakai agama. Pakai nalar dan semangat nasional yang sehat.
Bukan ukhuwwah agamiah, namun ukhuwwah manusiawiah..
Salam
danardono
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/