> Karena itu, sekali lagi, pelecehan dan pemerkosaan adalah masalah kekerasan dan perendahan derajat perempuan daripada masalah seksualitas semata. Tidak seimbangnya kedudukan antara lelaki dan perempuanlah yang dapat mendorong kriminalitas ini terjadi. Mungkin pemerintah sudah seharusnya lebih memperhatikan pendidikan, derajat, dan tingkat ekonomi perempuan daripada pusar mereka. > LD: Pertama, saya ingin menyatakan setuju dengan ide bahwa langkah pemerintah adalah lebih memperhatikan pendidikan, derajat, dan tingkat ekonomi perempuan daripada pusar mereka. Dengan harapan kalau wanita sudah mempunyai pendidikan yang lebih tinggi, wanita akan tahu bagaimana harus bersikap¡K?º Ini jangka panjang.
> Begitu meresapnya ideologi yang mendukung pemerkosaan dalam budaya kita ini, sampai-sampai pencegahan pelecehan seksual dan pemerkosaan yang disarankan pemerintah justru secara tidak langsung makin memicu merajalelanya pemerkosaan. Pada harian Kompas, tanggal 20 Desember tahun lalu, disebutkan bagaimana Presiden kita amat risih pada penayangan pusar perempuan. Dalam kesempatan itu, Menko Kesra Alwi Sihab menyampaikan pesan dari Presiden bahwa tayangan seperti ini selayaknya dihindari dari seluruh stasiun televisi. > > Beberapa pihak yang ingin meresmikan adanya undang-undang pornografipun bersorak akan pernyataan ini. Tetapi, tidak disadari oleh pemerintah kita bahwa pernyataan-pernyataan seperti ini yang justru dapat mempertahankan budaya pelecehan terhadap perempuan. Dengan menyalahkan pusar perempuan sebagai sumber pelecehan seksual terhadap perempuan itu sendiri, pelaku pelecehan seksual dan perkosaan akan mendapat angin. Persepsi bahwa korban pemerkosaan adalah perempuan penggoda akan berlanjut. LD: Kedua, Namun, langkah jangka pendek pemerintah untuk meresmikan undang-undang pornografipun perlu didukung. Sedang pelaku pelecehan seksual dan perkosaan yang akan mendapat angin, ini lagi-lagi masalah titik pandang sipelaku yang kebablasan. Selama persepsi tsb hanya ditujukan pada perempuan penggoda, ya biarkan saja¡K:-) > Jaman Victoria dan Puritanisme di Eropa dimana dogma agama Kristiani begitu konservatifnya sehingga terdapat pelarangan perempuan untuk menunjukkan mata kaki mereka, bahkan dipenuhi oleh pelecehan-pelecehan seksual, kekerasan terhadap perempuan dan berbagai perkosaan yang tidak dilaporkan. Sedangkan di jaman modern di benua yang sama, dimana para perempuan dapat lebih terbuka cara berpakaiannya dan dapat jauh lebih bebas berekspresi (termasuk ekspresi seksual), angka perkosaan justru jauh lebih rendah, karena derajat perempuan lebih dihargai. LD: Ketiga, Kurang fair juga mengatakan data diatas sebagai penyebab pelecehan seks dan pemerkosaan. Maksud saya adalah data bahwa ¡§dimana para perempuan dapat lebih terbuka cara berpakaiannya dan ¡K, angka perkosaan justru lebih rendah¡¨. Saya pikir ini karena ada pergeseran nilai moral dan ada penjungkirbalik nilai moral . Maksud saya adalah, misalkan kita sepakat mengandaikan ini antara Barat (yang dinilai suka buka2an dan perkosaan rendah) dan Timur (yang dinilai suka tutup2an dan perkosaan tinggi), maka yang terjadi adalah di Barat orang sudah berpikiran 'free sex is oke', jadi¡Kbagi pria..tak usah memaksa bila ingin melakukan seks. Cukup merayu. Cukup menggunakan narkoba. Cukup katakan,¡¨ I really love you¡¨ dengan gaya seorang don juan. Wanitapun, menjadi tidak terpaksa dan enjoy this fun. Maka dengan demikian, istilah 'perkosaan' menjadi tak bergema, they are enjoying and fun each other. Keempat, sayangnya doctor Soe Tjen Marching ini tidak memberikan data akurat tentang tingginya perlakuan pelecehan seks dan perkosaan antara kedua bagian belahan dunia tsb. Karena saya pernah baca juga bahwa tingkat kriminalitas di Barat (termasuk pemerkosaan) cukup tinggi karena pengaruh alcohol sehingga pemerintahannyapun harus mengeluarkan biaya yang sangat tinggi pula untuk menaggulangi hal tsb. Wassalam, Lina --- In [email protected], Eko Bambang Subiyantoro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=artikel%7C0%7CX > Jumat, 17 Juni 2005 > Sistem Negeri Kita: Picu Pemerkosaan? > > Oleh Soe Tjen Marching *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

