Kepada bung Danar, Fauziah, dan ibu Is Moritis, Memang koruptor adalah musuh bangsa. Meski demikian, kita juga tidak bisa menutup mata dengan musuh bangsa lainnya, yaitu penjajah ekonomi yang menguras kekayaan alam bangsa Indonesia.
Kita tidak boleh melupakan berapa ribu trilyun kekayaan alam kita berupa minyak, gas, emas, tembaga, dsb dikuras oleh Multi National Company. Sebagai contoh, cadangan minyak Cepu sebesar 2 milyar barrel atau sekitar Rp 1000 trilyun. Toh bukannya ditangani oleh bangsa sendiri seperti Pertamina, Medco, Star, dsb, diserahkan kepada MNC asing. Akibatnya kekayaan yang seharusnya dinikmati 100% oleh bangsa Indonesia, sebagian lari ke asing. Itu baru 1 lokasi pengeboran minyak. Belum di Rumbai, Bontang, Arun, Natuna, dsb. Seandainya ada Rp 1000 trilyun keuntungan bisa kita dapatkan. Tapi karena "diolah" dulu oleh MNC, akhirnya kita cuma dapat sekitar Rp 100 trilyun. Akibatnya bangsa kita jadi melarat. Segelintir orang yang punya kekuasaan akhirnya jadi korupsi. Jadi kita bukan cuma harus memerangi koruptor, tapi juga harus melawan penjajahan ekonomi (neo imperialisme kata Bung Karno) oleh asing. Kita harus bangkit dan mandiri mengelola kekayaan alam kita (mimpi kali ye?:). Lima juta balita katanya terancam busung lapar. Apa kita diam saja melihat para penjajah ekonomi menguras kekayaan alam kita? Ini bukan masalah agama, tapi masalah bangsa. > ---------- Forwarded message ---------- > From: Eriell Salim <[EMAIL PROTECTED]> > Date: Jun 15, 2005 1:00 PM > > FYI, > Percik permenungan bagi kita dan generasi mendatang. Salam, > Eriell Salim > --------- > > INDONESIA DIJERAT UTANG UNTUK DIJAJAH > Penuturuan John Perkins > Oleh Kwik Kian Gie > > > Beberapa hari terakhir beredar dokumen 5 halaman > yang berjudul "Transkrip wawancara dengan John Perkins > mantan anggota "perusak ekonomi" (Econominc Hit > Men)" yang diterjemahkan oleh Setyo Budiantoro dari > wawancara John Perkins dengan kantor berita > Democracy Now (Amerika). > Dua hari yang lalu saya membeli buku yang ditulis > John Perkins dengan judul "Confessions of an Economic Hit > Man". Buku ini diterbitkan di tahun 2004 oleh > Berret-Koehler Publishers, Inc. San Francisco. Saya > baru membaca sampai halaman 70 dari buku setebal 225 > halaman. Tanpa komentar apapun, dalam tulisan ini > saya kemukakan paragraf-paragraf yang sangat relevan buat > Indonesia, yang tentunya saya terjemahkan ke dalam > bahasa Indonesia secara bebas. > Di halaman ix dikatakan: "buku ini saya dedikasikan > kepada dua orang presiden dari dua negara yang > pernah menjadi client saya dan yang sangat saya hormati dan > yang selalu saya kenang dalam semangat persaudaraan, > yaitu Jaime Roldós, presiden Ecuador, dan Omar > Torrijos, presiden Panama. Kedua-duanya baru > meninggal dunia dalam tabrakan (crash) yang sangat mengerikan. > Kematian mereka bukan kecelakaan. Mereka dibunuh > karena mereka menentang 'persaudaraan' (fraternity) > dengan para pimpinan dari dunia korporasi, > pemerintah dan perbankan yang tujuannya membentuk kerajaan > (empire) dunia. Kami (EHMs - singkatan dari Economic > Hit Man)gagal membawa Roldós dan Torrijos mengikuti > perintah-perintah (to get them around) sang > penguasa,dan hit men jenis lain, yaitu para penjagal CIA yang > selalu di belakang kami mengambil alih (stepped in). > "Saya selalu berhasil diyakinkan tidak menulis buku > ini. Selama dua puluh tahun terakhir saya mulai > menulis buku ini empat kali. Setiap kali saya > didorong untuk menulis oleh kejadian-kejadian yang penting, > yaitu invasi oleh Amerika Serikat ke Panama di tahun > 1989, Perang Teluk yang pertama, Somalia, dan > bangkitnya Osama bin Laden." > "Di tahun 2003, presiden dari sebuah perusahaan > penerbit besar menolak menerbitkan buku saya ini, > karena dia tidak dapat menanggung (afford) amarah > dan penentangan oleh markas-markas besar > organisasi-organisasi dunia. Dia menganjurkan saya > untuk membuatnya seolah-olah fiktif, seperti gayanya > John le CarrEatau Graham Greene." > Di halaman x: "Apa yang akhirnya membuat saya > menyingkirkan ancaman dan sogokan supaya tidak > menulis?", yang dijawabnya sendiri: "jawab yang > singkat adalah anak tunggal saya, Jessica, yang > sudah lulus universitas dan mempunyai kehidupannya > sendiri. Setelah membicarakan rencana saya menerbitkan buku > ini beserta ancaman-ancamannya, Jessica mengatakan : > "Jangan khawatir ayah, kalau mereka membunuhmu (get > you), saya akan melanjutkannya dari yang engkau > tinggalkan. Kami perlu melakukannya untuk cucu-cucumu > yang saya harap suatu hari akan saya berikan > kepadamu." > Di halaman 12: "Saya hanya mengetahui bahwa > penugasan sebenarnya yang pertama buat saya adalah Indonesia, > dan saya akan menjadi bagian dari dua belas orang > yang dikirimkan untuk membuat sebuah rencana strategi > energi (to create a master energy plan) untuk pulau > Jawa." > "Saya tahu bahwa dari saya diharapkan menghasilkan > sebuah model ekonometrik untuk Indonesia dan Jawa, > dan saya memutuskan bahwa saya juga bisa mulai > membuatnya untuk Kuwait." > "Saya menemukan bahwa statistik dapat dimanipulasi > untuk menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang > dikehendaki oleh sang analis untuk memperkuat > kesimpulan-kesimpulan yang direkayasanya." > > Di halaman 14 Perkins menceriterakan bahwa dia > dipersiapkan oleh Claudine Martin untuk menjadi EHM. > Claudine antara lain mengatakan: "Engkau tidak > sendirian, kita adalah sekelompok kecil manusia > dalam bisnis yang kotor (a rare breed in a dirty > business." > > Di halaman 13: "Claudine mengatakan bahwa saya > mempunyai dua tujuan penting. Pertama, saya harus > membenarkan (justify) kredit dari dunia internasional > yang sangat besar jumlahnya, yang akan disalurkan > melalui MAIN dan perusahaan-perusahaan Amerika lainnya > (seperti Bechtel, Halliburton, Stone & Webster) > melalui proyek-proyek enjenering dan konstruksi > raksasa. Kedua, saya harus bekerja untuk > membangkrutkan negara-negara yang menerima pinjaman > raksasa tersebut (tentunya setelah mereka membayar > MAIN dan kontraktor Amerika lainnya), sehingga > mereka untuk selamanya akan dicengkeram (beholden) oleh > para kreditornya, dan dengan demikian negara-negara > penerima utang itu akan menjadi target yang mudah > ketika kita memerlukan yang kita kehendaki (favors) > seperti pangakalan-pangkalan militer, suaranya di > PBB, atau akses pada minyak dan sumber daya alam > lainnya)." > "Faktor yang kritis dalam semua kasus adalah Produk > Domestik Bruto. Proyek-poyek yang berdampak pada PDB > yang tertinggi harus dimenangkan. Kalaupun hanya > satu proyek yang menjadi pertimbangan, saya harus mampu > menunjukkan (demonstrate) bahwa pembangunannya akan > menghasilkan GNP yang superior." > Halaman 15 akhir dilanjutkan dihalaman 16 :"...tujuan > membangun proyek-proyek tersebut yalah menciptakan > laba sangat besar untuk para kontraktornya, dan > membuat bahagia sekelompok kecil elit dari bangsa > penerima utang luar negeri, sambil memastikan > ketergantungan keuangan yang langgeng (long term), > dan karena itu menciptakan kesetiaan politik dari > negara-negara target di dunia." > "Semakin besar jumlah utang luar negerinya semakin > baik. Kenyataan bahwa beban utang yang akan dikenakan > pada negara-negara penerima utang akan > menyengsarakan (deprive) rakyatnya yang termiskin dalam bidang > kesehatan, pendidikan dan pelayanan sosial lainnya > untuk berpuluh-pulih tahun lamanya tidak perlu > menjadi pertimbangan." > > "Claudine dan saya mendiskusikan secara terbuka > karakteristik dari GNP. GNP akan meningkat walaupun > hanya membuat kaya satu orang saja, misalnya satu > orang yang memenangkan pembangunan perusahaan > uitility, walaupun mayoritas dari rakyatnya > disengsarakan oleh utang pemerintahnya. Dari segi > statistik, ini akan tercatat sebagai kemajuan > ekonomi." > > "Engkau harus menghasilkan prakiraan yang optimistis > tentang ekonominya, bagaimana akan berkembang > seperti jamur setelah selesainya pembangunan > pembangkit-pembangkit listrik beserta > jaringan-jaringan transmisinya." > > Di halaman 17: "Saya mengingatkan Claudine bahwa Tim > MAIN yang akan dikirimkan ke Jawa termasuk sepuluh > orang lainnya. Saya menanyakan apakah mereka > menerima training yang sama seperti yang saya peroleh > darinya. Claudine meyakinkan saya mereka tidak tahu apa-apa, > sambil mengatakan "mereka adalah para insinyur yang > membuat design pembangkit listrik, transmisi dan > jaringan distribusinya beserta pelabuhan laut dan > jalan-jalan raya yang memawa bahan bakar minyaknya. > Prakiraanmu yang menentukan besarnya (magnitude) > dari sistem yang mereka rancang - dan besarnya utang. > Jadi engkau adalah kuncinya." > > Claudine mengatakan kepada saya: "Kami kelompok > sangat kecil yang dibayar sangat mahal untuk menipu (cheat) > negara-negara di seluruh dunia dengan jumlah uang > milyardan dollar." > > Di halaman 18: "Claudine menceriterakan bahwa > sepanjang sejarah, empires dibangun atas kekuatan > militer atau ancaman oleh kekuatan militer. Tetapi > pada akhir perang dunia kedua, dengan bangkitnya Uni > Sovyet, dan dengan ancaman kehancuran oleh nuklir > (nuclear holocaust), pendekatan militer terlampau > beresiko." > > Di halaman 18 juga ditulis bahwa ketika Inggris > minta bantuan Amerika Serikat untuk menjatuhkan Mossadegh > karena dia berani melawan BP (British Petroleum), AS > memutuskan mengirimkan cucunya Presiden Theodore > Roosevelt yang bernama Kermit Roosevelt untuk > menjatuhkan Mossadegh tanpa pertumpahan darah dan > tanpa senjata. Dia melakukannya dengan biaya > beberapa juta dollar yang dipakainya untuk membiayai keonaran > dan demonstrasi besar-besaran oleh rakyat Iran > melawan Mossadegh. Sebelumnya Mossadegh dipuja-puji sebagai > pembawa demokrasi untuk negaranya, dan majalah Time > menobatkannya sebagai man of the year. > > Semakin lama semakin seru, terutama kedatangan John > Perkins di Indonesia yang berkantor di kantor PLN > Bandung dan seterusnya. Tetapi kolom saya habis. > Bacalah sendiri bukunya. Bacalah artikel tentang Islam di: http://www.nizami.org ____________________________________________________ Yahoo! Sports Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football http://football.fantasysports.yahoo.com *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

