Bismillahirahmannirahim, Mohon direnungi dan dipahami dengan pelan dan 
hati-hati.
 
Membahas aturan Allah hendaknya selalu harus dikaitkan dengan keimanan.  
Selintas HAM dan demokrasi adalah sesuatu yang indah yang harus dijunjung 
tinggi. Hak azasi manusia dan demokrasi adalah produk buatan manusia. Manusia 
begitu lemah, terbatas, dia tak bisa menjangkau apa yang terbaik buat 
kehidupannya. Begitu pula aturan yang dia buat amat lemah dan penuh kekurangan. 
HAnya aturan dari pencipta-Nya manusia, pemilik bumi dan seluruh yang ada di 
mayapada yang sempurna. Sang Penciptalah yang paling tahu apa kelemahan dan 
kekurangan manusia. Oleh karena itu aturan dari Allah sangat sempurna dan 
sesuai. Mungkin jika menuruti perasaan terasa berat dan tak manusiawi. Namun 
penuh dengan manfaat yang kadang pembuktiannya perlu berabad-abad lamanya, baru 
terasa. Ini membuktikan pula keterbatasan manusia menjangkau manfaatnya. Kita 
menaati aturan Allah bukan karena manfaatnya tapi karena Allah memerintahkan 
demikian dan yakin semua aturan dari Allah bermanfaat. 
 
KArena HAM dan Demokrasi adalah buatan manusia maka dia seperti pisau bermata 
dua. Tergantung siapa yang berkuasa saat itu. TAk ada standar kebenaran baku 
setiap manusia. Satu sisi   suatu perbuatan, kadang disebut melanggar HAM dan  
di sisi lain  orang bilang tidak melanggar HAM dan demokrasi. Banyak contoh di 
sini yang paling terlihat adalah Amerika. Atas nama HAM dia invasi IRAk dan 
Afganistan. Katanya demi menyelamatkan mereka dari rezim otoriter. Satu sisi 
Atas nama HAM Amerika membunuh, menyiksa dan membunuh penduduknya. Ini bukan 
sentimen tapi realitas. 
 
Sekilas pula,  hukuman cambuk terasa berat bagi peminum khamer (minuman keras 
dll), pezina yang belum nikah, dan orang yang menuduh orang baik-baik sebagai 
pezina. 
Tapi sungguh itulah aturan dari Allah.
 
 Kenapa harus takut jika kita tak melakukan semua itu. Selain itu, sebenarnya 
hukum uqubat islam untuk menyeret orang dihukum cambuk itu tak mudah seperti 
sekarang. Butuh saksi langsung di kejadian perkara. Saksi itu benar-benar 
melihat dengan mata kepala sendiri dan bersumpah atas nama Allah. Tidak seperti 
sekarang, camera, teleconference, rekaman, gambar bisa menjadi bukti kuat.  
Jika bukti tak memenuhi persyaratan dan orang yang dituduh bersumpah dengan 
atas nama Allah maka dia seketika itu juga bisa bebas. Kebalikannya, seseorang 
bisa datang ke pengadilan dan mengaku atas nama Allah tiga kali melakukan hal 
tersebut, tanpa saksi maka dia bisa dihukum sesuai hukuman yang berlaku dalam 
islam. 
 
Memang agak gampang, tapi bukankah balasan Allah nanti itu lebih kekal dan 
keras. Sepahaman aris,  hukuman berlandaskan syariat islam kurang sempurna dan 
tak bisa terlaksana dengan baik kecuali umat Islam bersatu dan bernaung di 
negara islam alias khilafah. Jadi saat ini kita tak bisa berhukum dengan hukum 
islam karena institusinya tak ada. Berarti juga banyak sekali aturan dalam Al 
Quran yang tak terlaksana atau dilanggar. Dan banyak pula orang yang sebenarnya 
melakukan perbuatan dosa tak bisa tertebus dosanya (wallahu'alam 
bishawab-keculai Allah berkehendak). Hukum dalam islam seperti mas Arcon 
katakan berfungsi sebagai preventif dan penebus dosa. Oleh karena itu, setiap 
individu muslim hendaknya berupaya untuk bagaimana daulah ini ada. Jadi jangan 
takut pula jika daulah berdiri, akan banyak tangan terpotong, orang dicambuki 
dll. Kalau dia tak mau mengaku maka tak ada yang bisa dihukum. Keimanan dialah 
yang akan berbicara. 
 
Daulah islamlah yang juga akan mengkoordinir zakat (maal dan fitrah), infak, 
shadaqah dll dari seluruh warga negara islam dunia (di dalam negara islam 
status non muslim dan muslim sama haknya, dan non muslim  beribadah sesuai 
dengan agamanya- hanya aturannya saja dengan islam). Coaba kita bayangkan 
betapa besarnya dana tersebut. Zakat mal saja -bila sudah jatuh nisab 80 dinar 
atau setara 8 juta per tahun (anggap 1 gram emas sama dengan 100 ribu)- berapa 
uang yang terkumpul. Tugas daulah juga yang akan mendistribuskan ke setiap 
pelosok negeri. Alamat impian layaknya Umar bin Abdul Aziz dimana tak akan 
ditemukan orang miskin akan terwujud. 
 
Dengan keyakinan aris, jika boleh memilih sesoleh apapun orang yang memimpin 
negeri Indonesia, kita akan tetap terpuruk. Karena sistemnya tak sempuna, 
buatan manusia. Menurut aris pak SBY dibanding presiden terdahulu nggak terlalu 
buruk amat. Usaha dia patut diacungi jempol hanya saja selain orang-orang 
disekitar dia kurang kompak satu visi, sistem yang dia jalankan tak sesuai 
dengan agama yang dia anut. Maka dia akan mengalami split personality.
 
Bila ukuran materi menjadi standar kebangkitan dan kemajuan, maka memang Barat 
bisa dibilang maju. Namun saya tak setuju, di barat nilai-nilai islam 
diterapkan. Karena kebangkitan manusia itu diawali perubahan pemikiran dia yang 
membentuk persepsi dan kesadaran kemudian melahirkan perbuatan dan tingkah laku 
sesuai dengan pemikiran dia. Kalau umat islam ingin bangkit maka dia harus 
selalu berpikir islamid alam menyingkapi setiap persoalan yakni segala-sesuatu 
distandarkan dengan keimanan dan aturan Allah. Sedangkan materi, peradaban dan 
teknologi itu merupakan dampak atau sebuah konsekuensi alami dari kesempurnaan 
penerapan pemikiran islam tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini, 
sekuat apapun umat islam mengejar Barat tanpa menerapkan islam secara totalitas 
maka akan terus ketinggalan bahkan makin tertinggal.
 
Orang barat berhasil sukses karena dia malah ndak begitu peduli dengan agamanya 
(sekuler). Karena dalam agamanya tak ada aturan tentang kehidupan selengkap dan 
rinci dalam islam. Sungguh naif kalau kemudian seorang muslim lebih memilih 
Atas nama HAM dan Demokrasi, kemudian melanggar aturan Allah.wallahu'alam 
bishawab
 
Salam,
Aris 
 
 

Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

ya memang ada yang berpendapat, islam tak sejalan dengan
hak asasi manusia dan demokrasi.... biar dikasih argumen
apa pun mereka tetap tak mau berubah....

saya sih berpendapat islam kompatibel dengan hak asasi
manusia dan demokrasi... kalau tak kompatibel sudah dari
dulu-dulu islam punah, seperti komunisme yang sekarang
sudah masuk lubang kubur....

btw, kalau mau cerita malaysia, ceritalah yang lengkap, jangan
sepotong-sepotong biar tak ada distorsi....

btw lagi, tiap muslim yang jujur, kalo pergi ke negara maju
pasti dia bilang, "wah ini dia negeri yang menjalankan
perintah qur'an..."

salam,



At 12:24 PM 6/22/05 +0700, you wrote:
>Lina,
>
>1. Kenapa yang diributkan justru Islam vis a vis Demokrasi/HAM ?
>Ini udah out of context dech ...
>
>2. Suatu bentuk hukuman memiliki dua fungsi, punishment supaya
>pelaku jera, dan juga preventif, supaya orang aware terhadap tindakan
>dan konsekuensinya.  Dan yang penting peraturan itu berterima masyarakat
>dan mampu ditegakkan atau tidak.
>
>Kalo nggak efektif, lha ini mah sama aja seperti denda satu juta kalo
>nyampah di Jakarta, yang tidak pernah membuat orang takut buang sampah
>sembarangan, dan tidak pernah ditegakkan pelaksanaannya oleh aparat.
>
>Terus kalo udah gini, judulnya, hukum dibuat untuk dilanggar.
>Dirgahayu Indonesia !!!,
>
>Pragmatis aja lah, melakukan hal hal yg bisa dilakukan,
>bisa bermanfaat meskipun itu kecil.  Gak usah muluk muluk
>tapi cuma jadi omongan dan ketawaan aja.
>
>Salam,
>Ari Condro
>
>
>
>
>----- Original Message -----
>From: "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]>
>
>yang pasti, bakalan dikemplang abis ama isme-isme atas nama HAM...



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
  
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
  
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 



"Bangkitnya manusia, karena pemikirannya"
Kebangkitan ialah perpindahan suatu bangsa,negara, umat dan seorang individu 
dari satu keadaan ke arah yang lebih baik



                
---------------------------------
Yahoo! Sports
 Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke