http://www.suaramerdeka.com/harian/0507/01/nas11.htm

Melonjak, Siswa SMP-SMA Tak Lulus Ujian 

SEMARANG-Jumlah siswa SMA/MA dan SMK Jateng yang tidak lulus dalam ujian 
nasional (UN) 2005 periode I mencapai 25,59 % atau 71.153 siswa dari 278.048 
peserta. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jateng Drs Suwilan 
Wisnu Yuwono MM mengungkapkan hal itu, kemarin.

Secara keseluruhan untuk jenjang SMP dan MTs dari 470.488 peserta sebanyak 
72.590 siswa (15,43 %) juga tidak memenuhi syarat nilai minimal 4,26. Apabila 
dibandingkan dengan hasil ujian akhir nasional (UAN) 2003/2004 yang 
mensyaratkan batas minimal kelulusan 4,01, ada lonjakan jumlah siswa yang tidak 
lulus. Saat itu hanya 10% yang tidak lulus untuk tingkat SMA dan 9,22 % siswa 
tingkat SMP yang tidak lulus.

''Hasil UN 2005 jangan diperbandingkan dengan hasil UAN beberapa tahun silam. 
Sebab, nuansanya berbeda sekali. UN 2005 tidak ada konversi nilai, sehingga 
yang diumumkan pada saat ini merupakan nilai apa adanya sesuai dengan kemampuan 
siswa. Selain itu, batas minimal kelulusan tahun ini berbeda dari tahun-tahun 
sebelumnya,'' jelas Suwilan yang didampingi Waka Dinas P dan K Drs Rodjikin MM 
dan Kasubdin Renbang Drs Gatot Bambang Hastowo.

Siswa yang belum bisa meraih batas nilai minimal 4,26 dalam ujian yang 
berlangsung 30 Mei-1 Juni untuk tingkat SMA dan 6-8 Juni lalu untuk jenjang SMP 
tersebut, ungkap dia, akan diberi kesempatan untuk mengikuti UN periode II yang 
akan berlangsung 22-24 Agustus untuk jenjang SMP/MTS, SMA/MA, dan SMK yang 
dilakukan secara bersamaan.

Siswa yang mengikuti UN periode II hanya pada mata pelajaran yang tidak lulus 
dari tiga mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan 
Matematika yang diujikan. Seluruh biaya penyelenggaraan ujian periode II 
ditanggung pemerintah. Siswa hanya perlu belajar secara baik agar lulus.

Bisa Melanjutkan 

''Siswa yang belum lulus diharapkan mengikuti program remidi yang 
diselenggarakan sekolah. Hak mereka untuk melanjutkan sekolah tetap ada. 
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas telah membuat surat kepada para 
rektor di seluruh Indonesia, untuk bisa mendaftar di perguruan tinggi. Kondisi 
yang sama juga untuk siswa jenjang SMP yang akan ke SMA,'' ujar Suwilan.

Salah seorang siswa SMA Ibu Kartini Semarang, Rangga (18), mengaku kecewa atas 
hasil UN 2005. Sebab, dia merasa bisa mengerjakan soal dengan benar.

"Sebenarnya malu tidak lulus karena sudah mendaftar di perguruan tinggi. Tapi 
tak apalah lulus telat, mahasiswa aja banyak yang lulusnya molor. Jadi, tidak 
masalah lulusnya harus mengikuti ujian nasional periode II," tuturnya, sambil 
menyobek baju seragam yang dikenakan, kemudian digunakan untuk mengelap sepeda 
motornya, di Taman KB, usai konvoi keliling kota bersama 
teman-temannya.(H7,sjs-29t) 


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke