Yes, mbak Fau...
Like any peaceful human being, I also hate war, war sucks to me. However,
there are times when we cant avoid it (like anything in this world theres
always an exception), exactly like you said here if we are oppressed by someone
or a country for that matter, we are obligated to fight back! So there is a
justification to the damn war!
What funny is here, Free Thinker didnt say much (not a single word actually)
after posting this subject. If he is so much to believe that religion sucks,
why has he even bothered having one himself?! Most of us believe that God
creates the religion itself, so it comes from God, and if FT respects God
(hint: God is cool) why in the heck he said Religion Sucks?! So I guess
someone (other than God) created FTs religion. You might want to clarify this
for us, FT!
fauziah swasono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Nimbrung dikit:
"Igitur qui desiderat pacem, praeparet bellum." atau "Si vis pacem,
para bellum" (Epitoma Rei Militaris by Vegetius)
"if you want peace prepare for war"
Dan quote diatas amat luas dipercaya kalangan barat. Juga
diimplementasikan thd bagaimana sistem ditegakkan dalam
penyelenggaraan negara.
Tidak usah bertumpu pada "kesucian" seorang pemimpin atau pejabat,
karena sebagai manusia semua orang punya kecenderungan berbuat salah
(beragama atau tidak, atau apapun agamanya).
Kalau ingin punya negara yg bebas korupsi, maka pikirkanlah bahwa
pemimpin anda adalah potensial koruptor. Dengan demikian sistem dibuat
sedemikian ketat dan hati2 spy tidak ditembus si maling ini dan
apabila ketahuan maling: hukum sudah siap untuk menghajarnya.
Kalau nunggu setiap pejabat punya hati suci dan tidak akan pernah
tergoda maling, maka siap2 aja punya negara "pasang-surut". Makanya
pula negara2 yg rendah indeks korupsinya ditandai oleh sistem yg bagus
dan penegakan hukum yang tegas.
Begitu pula -pengertian saya- thd apa yang Mbak Lina ungkapkan soal
perang. Perang itu realita. Sebenci2nya saya terhadap perang, tetapi
kalau dijajah, maka pantang untuk diam. IMO, membiarkan kejahatan
menang adalah suatu bentuk mendukung kejahatan itu untuk langgeng.
Itu tentang fakta. Sedangkan kebersihan hati, ketulusan niat, dll,
adalah pada tataran hubungan vertikal, antara individu dan Tuhannya.
Susah kalau ngomongin hal ini pada saat kita punya beragam perbedaan
iman. Pasti akan ada misunderstandings.
Saya setuju pendapat Mbak Lina, Sang Buddha is a good person, dan
banyak diantara ajaran is in line dg apa yg ada diagama Islam. Tetapi
ketika agama mencakup hal2 ttg perang bukanlah menunjukkan bahwa agama
itu cinta kekerasan, karena agama ingin mencakup semua dimensi manusia
- vertikal dan horizontal.
Contoh dimensi horizontal misalnya adalah perbedaan pendapat. Pernah
sdr. KH -member milis ini- menyatakan ingin sekali pegang kekuasaan
militer spt halnya Pol Pot atau Islam Karimov supaya bisa membunuhi
rakyat yg berani tidak sependapat dg penguasa. So? itu realita. Kalau
terjadi, apakah kita semua akan diam?
Kalau pada keadaan semua manusia dimuka bumi ini penuh cinta kasih spt
Mbah Danar dan tidak mau melanggar hak orang lain, maka yg berlaku
adalah hub vertikal tadi (mis. apakah niat saya benar2 tulus
membantu?). Pertanyaannya: apakah keadaan itu akan pernah tercapai?
salam,
fau
---------------------------------
Start your day with Yahoo! - make it your home page
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/