lanjutan dari poltak.....


>Karena sudah ada yang menagih.... maka saya harus penuhi janji saya 
>tentang tulisan Kapitalisme 102.
>
>Tulisan Kapitalisme 102 membahas tentang kritik terhadap kapitalisme dan 
>munculnya sosialisme.  Saya tidak menjanjikan bahwa tulisan saya bisa 
>bebas dari bias -- tetapi saya akan berusaha sedapat mungkin untuk obyektif.
>
>Sebagaimana kita sudah temui di Kapitalime 101 - saya sudah sebutkan
>tentang prinsip-prinsip dasar kapitalisme - dan disambung dengan
>Kapitalisme 101B di mana kita menemui runtuhnya kekuasaan gereja - dan
>revolusi keilmuan dari Sir Isaac Newton.  Saya sudah sebutkan tentang
>munculnya faham Determinisme - di mana langit dan bumi ternyata tunduk 
>pada mekanika gravitasi -- sehingga pada gilirannya manusia pun yang 
>sebenarnya cuma terdiri dari atom-atom - juga dipastikan bersifat 
>deterministik... (sampai akhirnya nanti saat kita ketemu "Ketidak pastian 
>Heisenberg" yang mengguncangkan dunia ilmiah sampai ke level filosofis).
>
>Setelah revolusi Sir Isaac Newton - perkembangan ilmu mengalami kemajuan 
>luar biasa.  Tidak ada lagi rasa takut untuk mencoba dan berpikir 
>bebas.  Bukan cuma karena kekuasaan gereja telah melemah -- tetapi juga 
>karena revolusi ilmiah dari Newton mengundang orang-orang terpilih untuk 
>masuk dan bergabung jadi scientist.  Bila sebelumnya jalur buat naik 
>starata sosial adalah lewat gereja - maka sekarang ada jalur baru yang 
>lebih mantap - yaitu lewat keilmuan.
>
>Dari revolusi Newton inilah selanjutnya muncul Revolusi Industri - sebagai 
>anak kandung dari Revolusi keilmuan.  Ada faktor lain yang juga ikut 
>mendukung - mulai dari ditemukannya vaksin cacar oleh Edward Jenner 
>sehingga angka kematian turun drastis -- dan juga Revolusi Pertanian.
>
>Revolusi Pertanian Inggris ini luar biasa.  Ada empat tahapan : -
>Enclosure, Mekanisasi, Rotasi Tanaman, dan Pembiakan Selektif.
>
>- Tahap Enclosure adalah di mana petani besar membeli petak-petak tanah
>petani kecil - lalu selanjutnya menyewakan kembali tanah itu kepada mereka 
>untuk digarap, yang selanjutnya berbagi hasil.  Dengan sistem enclosure 
>ini maka skala operasi pertanian menjadi besar dan resiko bisnis 
>mengecil.  Konsekuensinya - muncul kelas masyarakat petani penggarap yang 
>tidak punya tanah.  Kaum buruh tani.
>
>- Tahap berikutnya adalah mekanisasi - yaitu dengan memanfaatkan peralatan 
>ketimbang tenagan manusia.  Tentu tujuannya untuk menghemat upah buruh.
>
>- Rotasi Tanaman adalah melakukan penanaman bergilir (biasanya 4 rotas)
>yang diantaranya dilakukan penanaman kacang - sehingga kesuburan tanah 
>bisa meningkat.
>
>- Pembiakan Selektif adalah juga buah dari revolusi ilmiah - karena 
>Carolus Linneaus serta Mendel yang memperkenalkan persilangan - berhasil 
>menghasilkan bibit-bibit unggul.
>
>Sebagai akibatnya jumlah penduduk Inggris meningkat pesat.
>
>Pada saat yang sama, revolusi industri dimulai dengan kemampuan manusia
>menjinakkan tenaga uap sebagai penggerak.  Dan bukan cuma berhasil
>memanfaatkan uap - manusia juga mulai mengenal berbagai mesin.  Dengan
>mesin inilah bisa dibuat barang produksi dengan harga jauh lebih murah
>dengan volume sangat besar.
>
>Nah kapitalisme perdagangan yang sebelumnya menjual barang bikinan manusia 
>- mulai membidik pasar yang jauh lebih luas.  Bila sebelumnya mereka cuma 
>membidik orang kaya dengan barang impor dari Asia - sekarang mereka 
>membidik golongan menengah dengan barang-barang bikinan lokal yang bisa 
>dibikin dengan harga murah.  Penduduk banyak = Pasar besar = Keuntungan 
>Besar.  (ini juga didukung oleh munculnya transportasi lokomotif uap dan 
>kapal uap).  Daerah jajahan bukan lagi dipandang sebagai sumber barang - 
>tetapi juga sebagai sumber pasar.  Dan Inggris paling kampiun di sini - 
>itu sebabnya Inggris pegang dua negara dengan penduduk paling banyak 
>:  India dan Cina.
>
>Sejak saat itulah muncul Kapitalisme Industri.
>
>Nah mengingat apa yang terjadi di Inggris -- jumlah penduduk naik pesat 
>dan berkat efisiensi pertanian banyak generasi berikutnya ogah jadi petani 
>penggarap - maka terjadi supply buruh ke industri-industri.
>
>Sama seperti fenomena ekonomi lainnya -- ketika supplai buruh lebih banyak 
>daripada kebutuhan maka upah buruh menjadi jeblok.  Terlebih setelah ada 
>otomatisasi dari revolusi industri.  Pekerjaan yang sebelumnya perlu 
>keahlian bertahun-tahun -- tiba-tiba diganti oleh mesin yang bisa 
>dioperasikan oleh anak kemarin sore.  Muncullah friksi sosial pertama yang 
>meledak secara radikal :  Ludditisme.
>
>Ludditisme adalah Gerakan Anti Mesin (GAM) - karena dianggap merampas
>pekerjaan buruh - terutama di pabrik tekstil.  Tensi sosial meledak -
>ketika gerakan ini merusak pabrik dan mesin di kota-kota Inggris.  Dan
>gerakan Ludditisme ini karena sudah sampai merusak hak milik orang lain
>(pemilik pabrik) maka dianggap perbuatan kriminal.
>
>Nah bila di sisi Ludditisme terdapat perbuatan kriminal - demikian pula
>terjadi perbuatan kriminal di antara pemilik pabrik.
>
>Seperti yang saya sering katakan - musuh paling utama kapitalis adalah
>kapitalis lainnya -- maka para pemilik pabrik berusaha memperoleh
>keuntungan dengan cara saling menekan ongkos produksi.  Alasannya jelas --
>siapa yang bisa jual barang paling murah - akan dapat pasar.  Barang yang 
>mahal nggak laku.  Supaya barang dagangannya bisa murah maka ongkos 
>produksilah yang ditekan.  Mereka main pecat, tempat kerja berjejal kayak 
>dendeng, tidak ada keamanan kerja, dan jam kerja sangat panjang serta 
>melelahkan.
>
>REVOLUSI MARX
>
>Bila anda bisa membayangkan keadaan tahun 1800-an di Eropa - maka itulah 
>keadaan di mana Marx hidup.  Ia dibesarkan dengan kekaguman luar biasa 
>terhadap keilmuan - serta pada saat yang sama melihat betapa mesin punya 
>daya luar biasa.  Dalam segala hal ia melihat mekanika -- termasuk dalam 
>melihat manusia.  Itu sebabnya Marx menjadi penganut deteminism dan 
>selanjutnya materialisme dan bersikap atheist.
>
>Bagaimana Marx jadi atheist?  Sederhana saja - karena ia melihat bahwa
>segala hal bersifat mekanis.  Bumi dan langit tunduk pada gravitasi -- 
>jadi bila manusia bisa menghitung efek gravitasi dan semua tunduk pada 
>gravitasi - di mana lagi posisi Tuhan?  Apa masih perlu Tuhan?  Pandangan 
>ini diperoleh Marx dari Ludwig Feuerbach.
>
>Rasionalitas mekanis inilah yang selanjutnya mendorong Marx untuk
>menganalisa masyarakat di tengah Revolusi Industri.  Dan latar belakangnya 
>di bidang hukum serta ahli sejarah - sangat membantu.  Marx pun menulis 
>buku "The Capital" - yang membahas tentang "modal" secara sangat 
>mendalam.  Buku ini tebal sekali - tapi di jamannya buku ini adalah buku 
>paling komprehensif mengupas tentang ekonomi.
>
>Setelah puas menulis The Capital - tantangan Marx berikutnya adalah
>MERAMALKAN apa yang akan terjadi (karena ia percaya segala sesuatunya
>mekanistis).  Dan ramalah Marx adalah :  Kapitalisme akan runtuh.
>
>Tentu saja dunia geger.  Orang paling kompeten ngomong soal kapital - 
>malah bilang kapitalisme akan runtuh.
>
>Bagaimana runtuhnya kapitalisme?  Karena menurut Marx satu-satunya sumber 
>keuntungan para pemilik modal adalah berasal dari kerja orang lain - kaum 
>buruh.  Dengan memeras buruh - maka para pemilik modal menghancurkan 
>sumber kekayaannya sendiri - dan karena pemilik modal jumlahnya sedikit 
>dan semakin sedikit - sementara mereka menginginkan keuntungan yang 
>semakin besar -- maka akan tiba pada suatu keadaan dimana kapitalisme 
>runtuh.  Kapitalisme tidak bisa sustainable.
>
>Ada hal yang perlu diperhatikan : Marx meramalkan keruntuhan kapitalisme 
>dan bangkitnya kaum buruh - bukan karena ia berbelas kasihan pada 
>buruh.  Marx semata-mata melihat hal ini sebagai konsekuensi 
>mekanis.  Bila terjadi A maka akan dihasilkan B.  Tidak lebih.  Tidak 
>kurang.  Sangat mekanis.
>
>Kegegeran Marx inilah yang membangkitkan pikiran intelektual Eropa.  Dan 
>muncullah gerakan Sosialis.   Sosialisme yang umum muncul adalah kesadaran 
>untuk memikirkan nasib buruh dan hak-hak mereka.  Buruh harus diberi hak 
>berpendapat, hak beroleh kesejahteraan, hak berkumpul, dan bahkan hak 
>untuk mogok ("oleh kalangan sosialis ini disebut sebagai hak untuk 
>berekspresi dan melakukan revolusi secara damai").
>
>
>Marx sendiri nggak cocok dengan cara ini.
>
>Menurut dia - memperbaiki nasib buruk tidak menyelesaikan masalah.  Itu
>cuma penyelesaian tambal sulam.  Kapitalisme memang sudah ditentukan harus 
>mati.  Kegegeran pertentangan antar kelas antara buruh dan pemilik modal - 
>semata-mata karena keduanya punya satu perbedaan.  Kapitalis punya hak 
>milik - sementara buruh tidak punya hak milik.
>
>Supaya tidak terjadi pertentangan antara keduanya - maka cara
>penyelesaiannya adalah dengan menghilangkan hak milik.  Dengan
>menghilangkan hak milik - maka buruh dan kapitalis jadi sama dan
>sederajat.  Dalam pemahaman Marx -- hak milik lah sumber segala
>pertentangan kelas - jadi hak milik semata-mata harus jadi milik
>negara.  Itu sebabnya ia menuliskan pokok pikirannya dalam Manifesto
>Komunis - yaitu manifesto kaum komunis - kaum yang "common"
>(setara).  Dalam pandangan Marx - gerakan komunis ini lebih kuat daripada 
>gerakan kapitalisme karena komunis bersifat gerakan internasional.  Dan 
>Marx meramalkan satu per satu negara-negara di dunia akan menjadi komunis 
>-- sebuah kejadian mekanis - sebagaimana ramalan Marx tentang kapitalisme.
>
>Itu sebabnya mengapa dalam bagian terakhir "Manifesto Komunis" - Marx
>menulis "kaum buruh sedunia - bersatulah...!  kalian bisa merebut seluruh 
>dunia - dan kalian tidak akan kehilangan apa-apa selain rantai yang 
>membelenggu kalian...!"
>
>Sayangnya Marx cuma berhenti pada tataran teoritis.  Ia tidak 
>menggambarkan BAGAIMANA negara komunis harus dibentuk - serta bagaimana 
>proses dimulai.  Itu sebabnya mengapa terdapat banyak sekali interpretasi 
>atas komunisme.  Lenin punya interpretasi sendiri.  Stalin juga 
>demikian.  Mao Ze Dong menjiplak Stalin dengan sedikit modifikasi.  Ho Chi 
>Minh melandaskan komunis pada gerakan nasionalis.  Pol Pot - punya resep 
>sendiri soal komunis sebagai gerakan anti intelektual, PKI di Indonesia 
>punya aliran yang beda lagi.
>
>
>Yang saya hendak tekankan di sini : Tidak semua sosialisme berbentuk
>komunisme, karena tidak semua sosialis percaya pada ramalan Marx soal
>keruntuhan kapitalisme dan kebangkitan kaum buruh.  Gerakan sosialis yang 
>bersifat humanis (berangkat dari nasib kaum buruh) selanjutnya melebar dan 
>punya banyak pengikut - sehingga ikut jadi kekuatan politik.
>
>Pemerintahan yang selama ini "budeg" terhadap usaha untuk meregulasi
>kapitalisme lewat kekuatan parlemen jadi dipaksa membuat undang-undang 
>yang melindungi dan memperhatikan kesejahteraan buruh - yang selanjutnya 
>ikut meluas pada hak memperoleh pensiun, layanan kesehatan, dll.  Salah 
>satu alasan lain kenapa pemerintah jadi ikut mendengar input kaum sosialis 
>- adalah karena kapitalis sempat sedemikian berkuasa dan petantang 
>petenteng karena mereka sangat berpengaruh pada penerimaan pajak dan 
>perekonomian negara.  Ada kejengahan terhadap sikap kapitalis.
>
>Di sisi lain, kaum kapitalis yang sebelumnya saling sikut demi
>mempertahankan keuntungan -- dipaksa untuk ikut aturan baru.  Take it or 
>leave. it.  Selain itu juga ada kesadaran baru bahwa buruh adalah asset -- 
>yang harus dipelihara dengan baik - supaya menghasilkan dengan baik 
>pula.  Paham ini muncul ketika industri semakin terspesialisasi.  Tidak 
>semua bisa dikerjakan mesin, dan keahlian tertentu tidak gampang
>ditransferkan kepada orang lain -- jadi buruh pun perlu dipelihara dengan 
>baik.
>
>Ini dampak lain dari teguran Marx.
>
>Seluruh proses ini tentu saja tidak berlangsung dalam satu malam.  Perlu 
>waktu yang sangat-sangat panjang - dengan perubahan evolutif.
>
>
><BERSAMBUNG>
>
>Tulisan berikutnya :
>Kapitalisme 103 -- Runtuhkah kapitalisme?  Berjayakah Sosialisme?
>


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke