Sdr The Saint, Terima kasih atas 2 tulisan anda yg meneduhkan dan mengajak kita untuk berpikir lebih komprehensif. Ya, seyakin2nya kita bahwa ada yg sesat diluar sana, tidaklah menjadi legalitas buat melakukan tindakan kriminal.
> Ketika seorang meyakini suatu kebenaran, maka hatinya akan berduka > jika melihat orang lain tidak mengikuti jalan kebenaran yang > diyakininya. Namun ia juga harus menyadari bahwa orang lain pun > boleh jadi menjadi sedih karena mereka meyakini kebenaran yang lain > dan ia tidak mengikutinya. > > Kecintaan menghasilkan kesedihan dan simpati, Kebencian menghasilkan > kemarahan dan Kerusakan. > Sepakat. Seperti Nabi SAW yang pamannya tidak mau bersyahadat, membuat sedih hatinya tetapi tidak membuat dia memaksa. Saya juga punya beberapa teman yg saya sayangi tetapi berbeda agama dan ada juga yg muslim syiah dan (dulu) Arqam. Seingin2nya saya melihat mereka menjadi sama dg saya, saya juga tahu betapa mereka juga ingin saya menjadi sama seperti mereka. Diskusi2 yang selalu berujung dg "sepakat untuk tidak sepakat" justru menguatkan kepercayaan masing2 dan mengeratkan persahabatan. > Kaum Mutazilah merasa berduka melihat rekan muslim lainnya yang > mempercayai kepercayaan kenaikan Isa as ke langit ke 2 dan akan > turun lagi yang menurut Mutazilah tak masuk akal. > > Sementara itu Imam Suyuti dalam Kitabnya Nuzulul Isa (Turunnya Isa) > menyatakan bahwa umat islam wajib percaya kepada Turunnya isa Ibnu > Maryam. Isa yang akan datang tersebut menurut Imam Asuyuti juga akan > mendapatkan wahyu dari Allah SWT. > > Sementara itu NU juga menyatakan demikian dalam Muktamarnya bahwa > Umat islam wajib mempercayai turunnya Isa Al Masih dan barang siapa > yang menolak turunnya Isa maka Ia telah kafir. Turunnya kembali Isa > as dikatakan oleh NU tidak bertentangan dengan kedudukan Rasulullah > saw sebagai Khatamannabiyyin. > Jadi ingat bukunya Sdr Huttaqi yg baru2 ini diiklankan, ttg Nabi Isa a.s. yang tidak akan turun lagi ya? Padahal kalau paragraf terakhir yg ditulis sdr The Saint diatas benar (saya tidak tahu) maka menurut NU yang tidak percaya hal tsb adalah kafir. Wah... Saya pikir cukup banyak sekte yg lebih "lutju" semacam Lia Aminudin dkk,(sorry) kalau menganiaya mereka semua dianggap jalan terbaik, maka rakyat, aparat hukum, dan pemerintah akan sibuk sekali, sedangkan orang miskin tetap butuh makan, pengobatan dan pendidikan.... Saya menunggu2 JIL, HT, Muhammadiyah, NU, dsb menyusun pemikiran ttg teori ekonomi syariah (bukan cuma financial syariah). Orang2 sering berkata mari kita kembali ke ekonomi syariah, tapi yang mana? Apakah rujukan yang ada sekarang sudah cukup buat diterapkan pada kondisi kompleksitas zaman modern? Sepanjang pengetahuan saya yg masih belajar ini, Al Quran dan Sunnah memberikan general guidelines, tetapi bukanlah teksbook ekonomi. Jadi saya anggap ini tantangan bagi para ulama yang juga mengerti ekonomi untuk bersama2 merumuskan teori2. Tapi kok kayaknya JIL dan HT sibuk berantem soal Tuhan dan Iblis ... terlalu mewah bagi orang awam seperti saya untuk mengikutinya .... Wallahu 'a'lam salam, fau *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

