Ketika seorang meyakini suatu kebenaran, maka hatinya akan berduka 
jika melihat orang lain tidak mengikuti jalan kebenaran yang 
diyakininya. Namun ia juga harus menyadari bahwa orang lain pun 
boleh jadi menjadi sedih karena mereka meyakini kebenaran yang lain 
dan ia tidak mengikutinya.

Kecintaan menghasilkan kesedihan dan simpati, Kebencian menghasilkan 
kemarahan dan Kerusakan.

Kaum Mutazilah merasa berduka melihat rekan muslim lainnya yang 
mempercayai kepercayaan kenaikan Isa as ke langit ke 2 dan akan 
turun lagi yang menurut Mutazilah tak masuk akal. Menurut Mutazilah 
kepercayaan itu mencoreng keagungan akal manusia dan menghina ALLAH. 
Kenapa sebagian umat islam begitu bodoh fikirnya, mana bisa orang 
biasa terbang naik dan setelah 2000 tahun turun lagi dari langit. 
Dalam bentuk lain malah Mutazilah mungkin merasa bahwa kepercayaan 
ini telah menodai keindahan islam dan menyebabkan agama islam jadi 
tampak bodoh. 

Kaum Syiah merasa berduka melihat rekan muslimnya tidak mau 
mendengar mereka untuk mengikuti Ahlul Bayt yang nota bene adalah 
Keturunan Rasulullah saw. Siapa sih di dunia ini yang paling tahu 
keadaan Ayah Mereka selain Keluarganya dan Keturunannya sendiri. 
Begitulah pikiran Syiah. Kasihan sekali kaum sunni, mereka tidak 
mendapatkan jaminan keselamatan, padahal kan jelas Ahlul Bayt yang 
mendapat jaminan keselamatan dan kesucian. Mengapa kaum sunni tidak 
mau mengikuti kami. Penolakan Sunni terhadap Ahlul Bayt malah bisa 
dianggap penodaan terhadap Nabi Muhammad saw dan Keturunannya.

Ulama Pendukung Pemerintah saat itu marah kepada Ahmad bin Hambal 
karena tetap teguh menolak keyakinan bahwa Al Quran adalah makhluq. 
Imam tetap teguh bahwa Al Quran bukanlah makhluq melainkan Firman 
Allah. Bukannya bersedih akan keyakinan Imam, tetapi lebih jauh lagi 
Ulama saat itu malah marah da mendesak Pemerintah untuk memaksa Imam 
mengikuti pendapat mereka. Imam tetap menolak. Akhirnya Imam 
dijebloskan ke Penjara dan menglami penganiayaan.

Kaum tasawuf dengan Syaikhul Akbarnya Muhyiddin Ibnul Arabi, sangat 
bersedih melihat sebgian umat islam yang begitu merugi karena 
menolak turunnya wahyu setelah Nabi Muhammad saw. Bagaimana mungkin 
umat ini menutup pintu nikmat keruhanian yang sangat besar ini. 
Allah adalah mutakalim yang maha bercakap-cakap, tentu saja Dia 
selalu berkatakata sesuai kehendakNya kepada hamba-hambanya yang Dia 
sukai. Lebih jauh lagi mungkin Kaum Tasawuf menganggap bahwa 
penutupan Wahyu ini telah menodai islam dan mencederai islam karena 
berarti Allah diam seribu basa setelah Nabi wafat. Nauzubillah 
menurut Kaum Tasawuf.

Kaum Inkar Sunnah (Ahlul Kitab) berduka terhadap sebagian umat islam 
yang bertengkar dalam mengenai isi hadis-hadis Rasulullah saw. 
Mengapa rekan kami sibuk sekali mengikuti sesuatu yang terdapat 
keraguan di dalamnya. Al Quran itu kan petunjuk Allah satu-satunya 
yang valid. Hadis itu kan ditulis 200 tahun setelah Nabi wafat. 
Seharusnya Al Quran sudah cukup dan tidak perlu hadis. Demikianlah 
pendapat mereka.

Masih banyak lagi pebedaan-perbedaan pandangan yang cukup 
fundamental dalam literature dan sejarah islam yang tentu tidak akan 
dapat diketahui dan dipahami oleh orang yang tidak mempelajarinya.

Hal yang serupa juga tentu terjadi pada sekte-sekte agama Judaisme, 
Hinduisme, Kristenitas dll…….

Kini mengenai Ahmadiyah, Mengabaikan tuduhan-tuduhan yang 
dilontarkan terhadap Ahmadiyah. Pada pokoknya Perbedaan pandangan 
adalah seputar masalah Kedatangan Isa as dan Imam Mahdi. Ahmadiyah 
percaya bahwa Nabi Isa as dan Mahdi yang ditunggu tunggu umat islam 
dan dijanjikan dalam Hadis dan diisyaratkan Al Quran sudah datang 
dalam perwujudan Mirza Ghulam Ahmad Qadiani. Ahmadiyah Qadian 
menganggapnya sebagai nabi karena dalam Hadis Muslim Nabi 
menyebutkan yang datang sebagai Nabiyullah Isa sebanyak 4 kali. 
Ahmadiyah Lahore berpendapat sama namun MGA bukanlah nabi karena 
setelah nabi Muhammad tidak ada lagi nabi.

Sebenarnya apakah permasalahan Isa as dan Imam Mahdi ini sudah 
sepakat dalam umat islam ? Ataukah Terdapat perbedaan pendapat. 
Ternyata pada pokoknya di dalam umat islam sendiri Keyakinan 
terhadap Kenaikan Isa as, Turunnya Isa as dan Kedatangan Imam Mahdi 
masih diperdebatkan. Apakah layak masalah yang masih dalam 
perdebatan ini seakan-akan telah disepakati umat islam. Jangan-
jangan pernyataan sepakat maksudnya sepakat tidak mengetahui 
kepastiannya……..Jadi tidak layaklah masalah yang masih dalam 
perdebatan dan kontroversi ini diberikan fatwa atasnya.

Boleh saja orang menyoroti kekeliruan Ahmadiyah, tetapi apakah 
mereka sudah mempunyai konsep dan keyakinanyang "pasti" mengenai 
bagaimanakah akan datangnya Isa as dan Imam Mahdi ? Sure they not….

Penulis dari Dewan Dakwah Islam mengatakan bahwa Hadis-hadis 
mengenai Mahdi ada lima macam isinya.
Satu macam meniadakan Mahdi sama sekali. Satu macam hanya
menyebut soal kepemimpinan dan pemimpin (khilafah dan khalifah),
tanpa dikaitkan dengan Mahdi, Isa al-Masih, dan kiamat. Satu macam
lagi menyebut kepemimpinan dikaitkan dengan adanya Mahdi. Satu macam
lainnya menyebut kepemimpinan dikaitkan dengan adanya Mahdi dan akan
turunnya Isa al-Masih. Satu lagi menyebut adanya Mahdi dikaitkan
dengan turunnya Isa al-Masih dan kiamat sekaligus.

Ia juga sampai pada kesimpulan bahwa sebenarnya Hadis-hadis tentang 
Imam Mahdi taksatu pun yang sahih riwayat dan dirayatnya, sedangkan 
Hadis-hadistentang Isa as turun kembali ke bumi banyak yang sahih 
riwayat dan dirayatnya, tapi bertentangan satu sama lain.

Sementara itu Imam Suyuti dalam Kitabnya Nuzulul Isa (Turunnya Isa) 
menyatakan bahwa umat islam wajib percaya kepada Turunnya isa Ibnu 
Maryam. Isa yang akan datang tersebut menurut Imam Asuyuti juga akan 
mendapatkan wahyu dari Allah SWT.

Sementara itu NU juga menyatakan demikian dalam Muktamarnya bahwa 
Umat islam wajib mempercayai turunnya Isa Al Masih dan barang siapa 
yang menolak turunnya Isa maka Ia telah kafir. Turunnya kembali Isa 
as dikatakan oleh NU tidak bertentangan dengan kedudukan Rasulullah 
saw sebagai Khatamannabiyyin.

Buya Hamka sendiri percaya bahwa Isa as sudah waat menurut Al Quran, 
dan soal kedatangan kembali Isa as Beliau mengatakan itu terserah 
Allah bagaimana menghadirkan Isa as kembali. Bukankah mungkin bagi 
Allah untuk menghidupkan kembali Isa as dari kuburnya? Demikian 
pernyataan Buya.

Lalu Isa as akan turun dari mana dari langir atau dibangkitkan dari 
Kubur?

Benarkah tidak ada lagi nabi yang akan datang setelah nabi Muhammad 
saw?

Adakah Isa as masih di tunggu-tunggu oleh umat islam hingga saat 
ini, 1500 tahun setelah kewafatan Nabi saw?






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke