Pertama dlm kesempatan ini mang Ucup hendak mengucapkan banyak 
terima kasih kepada rekan2 dan para pembaca yg budiman atas kiriman 
ucapan selamat HUT yg saya terima melalui milis ini maupun per japri.

Setelah satu botol Whisky Johny Walker glek diminum habis, maka mang 
Ucup menilai bahwa "Filsafat itu Bejat dan Sesat", bukannya berarti 
saya menilai bahwa para filsuf itu O´on semua. Setiap sistem 
filsafat memiliki pandangan mengenai manusia, tetapi baru sejak 
zaman Renaisaancelah manusia menjadi titik pusat pemikiran 
filosofis, dgn ini saya berusaha untuk menguraikan beberapa aliran 
yg menonjol. Berikut penjelasannya kenapa mang Ucup yg sedang teler 
ini menilai demikian!

Rasionalisme: istilah ini berasal dari kata dlm bhs Latin „ratio" yg 
berarti pemikiran, menurut D.C. Mulder, Rasionaliseme berpandangan, 
bahwa akal manusia itu tidak terbatas, sehingga mampu memecahkan 
setiap masalah manusia, mereka menilai bahwa manusia adalah makhluk 
yg berakal, di mana akal menjadi dasar dari segala pemikiran manusia.

Empirisme: istilah ini berasal dari kata dlm bhs Yunani „emperia", 
karena benih2 aliran ini berasal dari filsafat Yunani-Kuno. Mereka 
menilai bahwa manusia adalah makhluk yg berakal, tetapi bukanlah 
akal sumber pemahaman, sebab akal itu sendiri tidak menghasilkan 
pengetahuan, melalui pengalaman dan akal, baru manusia dapat 
memperoleh pengetahuan, oleh sebab itulah salah satu tokohnya ialah 
John Locke (1632-1704) telah mengeluarkan teori „tabularasa". Bayi 
yang baru lahir, menurut teori tabularasa, bagaikan kertas putih. 
Terserah lingkungan, terutama keluarga untuk menuliskan atau melukis 
apa saja diatas kertas tersebut. Anak dalam teori ini menjadi 
makhluk yang lemah, dan menjadi objek bagi orang tua dan lingkungan 
untuk menorehkan tintanya.

Idealisme: adalah aliran filsafat yg menekankan „idea" (dunia roh) 
sebagai objek pengertian dan sumber pengetahuan. Idealisme 
berpandangan bahwa segala sesuatu yg dilakukan oleh manusia tidaklah 
selalu harus berkaitan dgn hal2 yg bersifat lahiriah, tetapi harus 
berdasarkan prinsip kehorhanian (idea). Oleh sebab itu, Idealiseme 
sangat mementingkan perasaan dan fantasi manusia sebagai sumber 
pengetahuan. Tokoh aliran Idealisme, Johan Gottlieb Fichte (1762-
1814) menilai bahwa Tuhan itu khususnya berada di dalam batin kita. 
Sedangkan George Wilhelm Friedrich Hegel (1770-1831) bahwa 
pengenalan terhadap Roh itu hanya berdasarkan filsafat yaitu 
berdasarkan pengertian2 dan pikiran2 murni dan manusia tidak boleh 
dimengerti sebagai „individu", tetapi sebagai yg kolektif.

Hampir semua filsafat modern bersifat „antroposentris" yaitu 
berpusat pada manusia, sedangkan Teologi bersifat „teosentris" yaitu 
berpusat pada penyataan Allah, oleh sebab itulah keduanya jelas amat 
bertentangan satu dgn yg lain. Filsafat modern menganggap manusia 
sebagai standar kebenaran atas segala sesuatu dgn demikian secara 
tidak langsung telah menyangkal Sang Pencipta sebagai standar 
kebenaran.

Apakah mungkin manusia yg berdosa dapat dijadikan pusat dan tolok 
ukur kebenaran?? Oleh sebab itulah manusia itu seperti rumput dan 
segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan 
bunga gugur. Buktinya mana ada filsuf yg dapat mempertahankan terus 
teorinya sepanjang masa; pandangan dan pengetahuan mereka itu 
semuanya relatif dan selalu berubah-rubah, beda dgn Allah yg 
selalu „tetap" dan tidak pernah berubah!

Filsafat sendiri tidak mampu memberikan pengertian yg sepenuhnya 
benar tentang segala sesuatu, bahkan dari tahun ke tahun selalu 
bertanya terus dlm usahanya untuk memahami manusia. Akal budi 
manusia tidak mungkin bisa mendapatkan kepastian, mereka hanya bisa 
mengandai-andai atau postulat2. Filsafat Modern menganggap manusia 
sebagai standar kebenaran atas segala sesuatu sehingga dgn demikian 
secara tidak langsung mereka menyangkal Sang Pencipta sebagai 
standar kebenaran.

Cobalah Anda renungkan berdasarkan pemikiran dari Rene Descartes 
(1596-1650) yg mendapatkan julukan sebagai „Bapak Filsafat Modern" 
yg meletakan dasar filosofis dgn mottonya „Cogicto ergo sum" – „Saya 
berpikir, jadi saya ada", seharusnya ia berpikir yg sebaliknya 
dimana ia menyatakan „Saya ada maka saya bisa berpikir" ataukah 
mungkin juga seperti yg dikatakan oleh Ambrose Bierce „Cogito cogito 
ergo cogito sum" - "I think that I think, therefore I think that I 
am.", silahkan pilih sendiri mana yg cocok.

Menurut Immanual Kant (1724-1804) manusia berasal dari dunia 
binatang yg berkembang terus dari taraf primitif (hewani) yg menuju 
ke suatu kesadaran penyempurnaan moral.

Jean Jacques Rousseau (1712-1778) berpandangan bahwa kemajuan ilmu 
pengetahuan dapat menghancurkan umat manusia, sebab ia memiliki 
motto „Back to Nature", karena ia percaya bahwa manusia itu pada 
mulanya benar2 baik. 

Oleh sebab itulah menurut mang Ucup: Hidup dikaruniakan kepada 
manusia bukannya untuk dijadikan objek atau bahan untuk berfilsafat, 
karena manusia tidak akan dapat mengenal maupun mampu memahami 
dirinya sendiri, apabila ia tidak bertitik tolak dari pandangan 
Allah, sebab kemampuan maupun akal manusia itu terbatas sedangkan 
Allah tidak terbatas segala hikmat dan pengetahuan-Nya.

Dgn ini saya akhiri oret2an mengenai filsafat, minimum mulai 
sekarang Anda sdh bisa mulai ber-Filsafat Ria dan juga bisa turut 
berdiskusi, apabila orang2 disekitar Anda melontarkan kata2 seperti 
empiris, rasionalis, tabuarasa, Imannuel Kant, ato Friedrich Hegel, 
jadi kelihatan seperti wong pinter, seperti apa yg sedang dilakukan 
oleh mang Ucup pada saat ini, walaupun dari hasil nyontek sana & 
nyontek sini sekalipun ora opo2, yg peting bisa mejeng abis, githu 
Lho!

Mang Ucup - Filsuf mabok
Email: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: www.mangucup.net




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke