Disini, kita hanya dapat memberikan pendapat pribadi. Yang benar buat saya, belum tetntu benar bagi yang lain. Bagi saya, hidup ini adalah untuk berdharma, karena yang saya tuju, adalah penyempurnaan bathin. Di dalam hidup yang ini, saya percaya, kita hanya singgah sementara, jadi yang saya lakukan adalah apa yang akan membawa kita pada kesempurnaan bathin. Dalam cara berfikir demikian, dari awalnya, sudah ada pemilahan antara buah pemikiran yang sesuai dengan jalan hidup yang mulia, dan yang mungkin menyimpang dari ini, dan yang terakhir ini, tak termasuk dalam paradigma yang akan saya pilih. Menggugurkan kandungan, bagi saya, adalah penghentian hayat seorang makhluk. Inipun bukan merupakan tujuan dari ilmu pengetahuan. Dimana definisi "hidup" mungkin berbeda, menurut ilmu kedokteran, dan akidah, ataupun pertimbangan yang lain. Dokter yang mengimani dengan sadar, tahu dan mau, sebuah akidah agama, hendaknya mengikuti, apa yang diajarkan agama itu. Dokter yang pure scientific, akan menggunakan paradigma ilmiah, walau akhirnya tetap akan memutuskan sesuatu, yang berada diatas ilmu pengetahuan, yakni nurani. Ilmu pengetahuan hanyalah memberikan dia parameter, namun, tak mungkin mengambil alih fungsi pemutusan darinya. Kalau, dia misalnya, tak mau membunuh makhluk hidup, maka dia harus bertumpu pada parameter ilmiah, yang memberikan definisi "membunuh" baginya. Artinya, bilamanakah, "kehidupan" itu mulai. Kalau dia tahu, bahwa kehidupan telah mulai, namun dia hentikan dengan paksa, maka dia harus menjawab pertanyaan hati nuraninya. benarkah yang kau lakukan? Tidak membunuh makhluk hidup, adalah hukum kasih universal, yang berada diatas segala-galanya. Juga, kalau kadang kadang ini seolah diizinkan oleh agama. Misalnya dalam mengadakan kurban. Bagi saya pribadi, sang Pencipta yang - menurut saya pribadi - sangat menghargai ciptaanNya, takkan mungkin menuntut makhluknya untuk membunuh makhlukNya yang lain, walau ini "hanya" hewan, untuk dikurbankan. Salam Danardono
Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb: Mbah, Terkadang orang harus memilih antara ilmu dan iman sekaligus, yang menurut org tsb kedua hal tsb saling bertentangan. Gimana Mbah? Istilahnya bagaimana menjadi dokter yang beriman. Kalau ada pasien minta dokter tsb utk menggugurkan kandungan ? Mana ya yang harus didahulukan? wassalam, --- In [email protected], Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Thanks,mas. ini kan, hanya umpamanya.... > > Tak percaya ini itu, belum berarti tak mempunyai basis pemikiran yang transendental. > > Misalnya dalam falsafah, pemikiran pantheisme mengakui adanya sang Pencipta yang omnipresens dan omnipotens, tetapi tak mempercayai adanya kisah kisah mengenai bidadari, malaikat, dlsb. Jadi, tak ada kepercayaan versus ketuhanan.. > > Keduanya menjadi pegangan manusia. Sahabat saya, kami sama sama menjadi mahasiswa ratusan tahun yang silam di Vienna, dia kini mejabat kepala kardiologi RS Pondok Indah, dia sangat saleh mengimani Kristiani, dan dahulu, diantara mahasiswa Kristen menjadi pembawa firman. > > Sebagai dokter dia andalkan ilmu pengetahuan, dalam iman dia andalkan keprcayaan pada Tuhan.. > > Salam > > danardono > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "ppiindia" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- *********************************************************************************** It is wrong to think that misfortunes come from the east or from the west; they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to guard against misfortunes from the external world and leave the inner mind uncontrolled. Sidharta Gautama --------------------------------- Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

