Begini maksudnya mas, Kalau masih awam masih berpendapat seakan akan agama itu tidak berhubungan satu sama lain, gak ada hubungannya. Yang satu bilang agama saya yang benar, agama lain salah. Sebaliknya yang lain mengatakan agama gua yang bener dan yang satu salah. Agama kita gak ada hubungan sama sekali.
Tetapi setelah mulai mempelajarinya ternyata mulai ada hubungan kesamaan. Misalnya kok perintah 10 commandment pada agama Yahudi dan Kristen sama ada di Islam. Mungkin sebenarnya agamanya sendiri berasal dari Tuhan, hanya pengikutnya yang kemudian mengalami perubahan penafsiran wahyu dan kitab suci karena perjalanan zaman. Kemudian orang yang mau belajar lebih lanjut menemukan bahwa kok nabi-nabi yang ada di dalam al Quran sekitar 60% adalah nabi-nabi nya kaum ISRAEL? Ya bener juga Mulai dari ADAM sama, Noah sama, Abraham sama terus sama semua kecuali terputus pada Jesus. Jadi kesadaran memberikannya petunjuk bahwa apakah sebenarnya agama itu dulunya adalah benar. Karena kala difikirkan ketika Musa diutus dengan demikian YAhudi adalah agama yang benar??????? Waktu Jesus di utus berarti Kristen adalah agama yang benar. Kemudian datang Islam yang inti ajarannya mengajarkan penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Penganutnya dinamakan muslim. Lalu orang mulai berfikir jika demikian apakah yang sebenarnya terjadi. Agamanya yang dari Tuhan itu yang berubah dari benar menjadi keliru (menurut anggapan penganut agama lain) atau pengikutnya yang mengalami perubahan karena berubahnya zaman? Penelitian kemudian dilanjutkan lebih detail lagi.... Ternyata islam atu muslim itu sudah dikenal sejak zaman Ibrahim. Jadi sebenarnya semua agama nabi-nabi dahulu itu adalah islam. Aslamtu lirabil alamin. Menyerahkan diri kepada Allah tuhan semesta alam. Ana awalul Muslimin, akulah yang pertama dari orang islam, kata Ibrahim. Lalu orang mempelajari lebih detail lagi kalau begitu agama Ibrahim adalah islam. Kemudian mengenai keturunannya dipelajari lagi ternyata lahirlah dua kelompok besar anak-anak ibrahim yaitu Ishaq dan Ismail. Kemudian sejarah berlanjut terus melahirkan Israel yang adalah nama lain dari Yaqub yang juga beragama Islam. Hingga kemudian sejarah juga menemukan nama muslim dikenal cukup baik di kalangan Kaum Israel. Contoh dalam kitab sejarah nabi-nabi, disebutkan nama Zakaria as lengkapnya adalah Zakaria bin Dan bin Muslim. Jadi nama Muslim sudah dikenal dari sebelum zaman Zakaria karena kakek beliau as bernama Muslim.......NAh Loh Akhirnya kesadaran lah yang mengakui bahwa sebenarnya agama-agama itu, paling tidak tiga agama besar di dunia : Islam, Yahudi dan Kristen awalnya adalah dari sumber yang satu yaitu Allah swt dan mengajarkan islam dalam arti sesungguhnya menyerahkan diri (kepada Allah). Sekarang kita harus membedakan antara penganut agama dan Agama itu sendiri. Agama adalah milik Allah, sedangkan penganut agama adalah orang yang menisbahkan dirinya pada agama tertentu, dan terkadang menjadi sombong seakan mewakili Tuhan mengklaim memiliki agama yang sebenarnya hanya Punya Allah...... Mudah-mudahan orang yang masih malas belajar bisa mengerti...... Sayang waktu saya sekarang enggak memungkinkan menulis yang sistematis dan mendetail. TApi saya harap cukup untuk membuka mata yang buta, hati yang keras dan fikiran yang jumud/beku. --- In [email protected], "Aman FatHa" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Bung, kalau apa yang saya simpulkan dari pengharaman itu salah, lalu ayat lakum diinukum waliya diin itu maknanya apa? > Katakan, wahai orang-orang kafir > Aku tidak menyembah apa yang kalian sembah > Dan tidak juga kalian menyembah apa yang aku sembah > Dan tidak juga aku menyembah apa yang kalian > Dan tidak juga kalian menyembah apa yang aku sembah > Bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku (QS. al-Kafirun) > > Perlu sampean simak juga, selain memberikan penafsiran MUI terhadap statemen "semua agama itu sama" saya juga mengutarakan maksud dari statement itu dari sudut pandang saya yang didukung kajian pluralisme selama ini. Atau dengan kata lain selain yang saya sebutkan itu, pernyataan "semua agama itu sama" dalam makna semua agama benar bagi pemeluknya masing-masing. > > Dan dengan pemaparan tentang sudut subyektif dan obyektif agama, jelas fatwa MUI lebih dominan pada sudut subyektifnya. Sedang pluralisme berada pada tataran obyektifnya. Dengan kata lain, anda tidak hidup sendirian tapi berada di tengah-tengah raga-raga lain yang berbeda-beda. Kenyataan perbedaan itu disebut pluralitas. Dan pendalaman terhadap pluralitas untuk kemudian dikonsep.. dirumuskan.. sebagai point-point utama yang bisa diangkat dan dikerjakan secara bersama-sama oleh setiap kelompok yang berbeda, itulah pluralisme. Kalau demikian, lalu apa yang haram dalam maksud fatwa MUI tersebut? > > Makanya saya sebut fatwa itu sebagai langkah mundur. Karena kenyataan pluralitas itu sudah ada sejak lama yang kemudian berkembang dengan sikap saling menghargai dalam koridor "bagimu agamamu dan bagiku agamaku." Dalam perkembangan selanjutnya, hanya kesadaran itu saja dirasa tidak cukup karena bagaimanapun juga selain memang berbeda-beda, kita juga hidup dalam lingkup wilayah yang sama. Dan atas dasar itu, pluralisme muncul sebagai isme yang mencari titik-titik obyektif agama yang bisa diusung bersama-sama sehingga capaian yakni kemajuan, kesejahteraan, kenyamanan, dll yang diinginkan bisa dihasilkan untuk bersama pula. Jelas fatwa MUI yang mengharamkan pluralisme adalah langkah mundur karena hanya dengan beberapa baris keputusan itu, lembaga ini telah meruntuhkan keinginan dan tujuan bersama yang baik tersebut dimana dari sudut pandang agama Islam keinginan dan tujuan tersebut diakui. Itu yang saya sebut, sudut obyektif dari agama. > > Banyak contoh yang bisa diketengahkan, dari yang kecil hingga yang besar. Contoh kecil saja, almarhum kakek saya punya saudara angkat dari agama lain. Kesadaran untuk saling menghormati antara keduanya merupakan kenyataan pluralitas yang tidak bisa disanggah. Tapi mereka berdua tidak terbatas pada sudut itu saja. Kemana-mana selalu bersama. Masuk hutan keluar hutan, berladang bersama, tanah sawah milik bersama. Kakek saya shalat selagi dalam hutan, dia yang menjaga sampai shalatnya selesai. Dia ada masalah atau suatu pekerjaan, kakek saya yang membantunya. > > Dan saya pikir, ketika pluralitas yang disadari itu tidak hanya terbatas pada sudut kesadaran dan saling menghormati.. tapi juga bergerak dinamis ke arah capaian bersama-sama, itu yang disebut pluralisme. Dalam contoh besar dari lingkup kenegaraan misalnya pemberantasan KKN dan seterusnya. Dan pluralisme akan terus bergerak mencari titik-titik kebersamaan dari sudut perbedaan agama itu secara terus menerus.. karena itulah saya pikir kenapa pluralitas berkembang menjadi isme. > > Saya utarakan penggambarannya dengan istilah "jiwa" dan "raga" dimana dalam konsep pluralisme menjadi "terpisah tak bersatu dan bersatu tak terpisah." Sebagai muslim, jiwa saya tetap bersama Allah dan sebagai muslim pula raga saya ada di sini.. di tengah-tengah kalian.. di tengah-tengah ragam bentuk budaya dan keyakinan. Jiwa saya akan berkata, aku adalah aku dengan keyakinan dan imanku, dan kamu adalah kamu dengan keyakinan dan imanmu. Sedang raga saya berkata, inilah kita. Kalau demikian, buat apa fatwa MUI yang mengharamkan pluralisme itu? > > Demikian, > Terima Kasih > > Aman > http://aman.kinana.or.id > > ----- Original Message ----- > From: Rama B. Swandana > To: [email protected] > Sent: Tuesday, August 02, 2005 1:33 AM > Subject: [ppiindia] Re: Sejumlah Tokoh Agama Prihatin atas Fatwa MUI > > > --- In [email protected], "Aman FatHa" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Fatwa MUI Pluralisme Haram; Sebuah Pandangan > Artinya, kelompok ini berpandangan bahwa pluralisme berarti memeluk > semua agama sekaligus. > > > > Apakah memang itu yang dimaksud dengan pluralisme? Apa dasar > penafsiran mereka yang menyatakan bahwa pluralisme itu artinya memeluk > semua agama sekaligus? > > > > Anda salah bung..... Anggapan bahwa "semua agama itu sama" itu tidak > berarti lantas orang memeluk semua agama, tetapi menganggap bahwa > memeluk agama apapun hakekatnya adalah sama, karena semua agama toh > sama. Ini yg diharamkan oleh MUI. Dalam ajaran islam, "inna dinna > indallahi islam" bahwa agama yg diridhai Allah itu cuma Islam. Dengan > demikian pandangan bahwa semua agama adalah sama, haram menurut islam. > Karena kalau semua agama itu sama, konsekuensinya, kita boleh pindah2 > agama seenak udelnya kita. Lha wong sama khan? Ngga tahu kalau agama > lain berpandangan demikian, tetapi islam sudah jelas. Dengan demikian > fatwa itu sudah benar. Saya mendukung fatwa itu. > > RAMA > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hg6q6ur/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123007312/A=2896130/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail">Give underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to life by funding a specific classroom project </a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

