Mbak, dalam ilmu ilmu sosial politik, adalah lazim, bahwa suatu istilah 
mempunyai bobot yang berbeda. Tetapi, definisinya tak layak berjalan terlalu 
jauh satu dan yang lain. karena akar katanya sama. Pluralisme merujuk pada 
sebuah SYSTEM. Setiap kata dalam ilmu sosial yang berakhir dengan "isme" 
menunjukkan sebuah system kemasyarakatan. Sedangkan akhiran "TAS" dalam bahasa 
latin, berarti suatu kata benda, yang diubah dari kata sifat. Jadi, pluralitas 
dan pluralisme itu berkaitan pada fakta yang sama, merujuk asal kata "plural", 
artinya dalam bahasa kita "majemuk".
 
Saya telah menulis mengenai pluralisme belasan tahun yang silam dalam bahasa 
Jerman, mungkin jauh sebelum mbak Arios SAolihah mengerutkan kening mengenai 
istilah ini.
 
Pluralisme sebenarnya bukan istilah theologis, namun dikapaki, dalam 
menunjukkan, sikap, dimana masyarakat tertentu menerima banyak agama, budaya, 
ethnisitas. Misalnya, dikatakan dalam media disini "Europäische Union ist eine 
pluralistische Gesellschaft", artina " Uni Eropa adalah masyarakat yang 
majemuk. Titik. Tidak automatically merujuk pada agama atau masalah akidah.
 
"Indifferentisme" yang disebut pak Juswan adalah istilah THEOLOGI, merujuk pada 
semacam aliran, yang menganggap semua agama itu intinya sama. Jadi, antara 
INDEFFERENTISME dan PLURALISME ada jurang sematik yang menganga. Ini yang mas 
mas dari MUI mohon fahami.
 
Salam
 
danardono
 


Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
Saya kira ini suatu ilmu yang harus disyukuri. Maksudnya soal 
Pluralisme, Pluralitas, dan indifferentisme. Jadi, gak usah terlalu 
sewot lah.

Sebagian tulisan mas Yuswan hanya ingin menunjukkan kesalahkaprahan 
dalam menggunakan istilah-istilah tersebut. Sedang sebagian laginya, 
saya akan juga beri komentar dalam postingan selanjutnya.

Ini hanya sekedar istilah, tapi tidak merubah esensi fatwa MUI.

NB: maaf kata-kata horornya saya hapus...:-)

wassalam,

--- In [email protected], Danardono HADINOTO 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Wahhhh, angkat topi, acungan jempol, dan penundukkan kepala 
sedalamnya, mang Iyus!
>  
> Yang Anda bentangkan adalah SANGAT mencerahkan, semoga dibaca 
seksama oleh saudara saudara yang sedang berdebat kepala panas 
mengenai fatwa MUI dan istilah "pluralisme" yang disalah kaprahkan.
>  
> Saya ingin bentangkan lagi sebuah kalimat Anda yang cespleng:
>  
> "Pluralisme itu paham yang menerima kenyataan bahwa dalam setiap
> agama terdapat anasir kebenaran yang berasal dari wahyu illahi
> sendiri dan karena itu lewat setiap agama terdapat jalan menuju
> pengenalan kepada Allah dan untuk memperoleh keselamatan dan
> kebahagiaan kekal di akhirat. Allah tidak mungkin dibatasi oleh
> agama tertentu karena kekuasaanNya tidak terbatas dan Ia bisa
> berbuat apa saja dan memberikan keselamatan lewat sarana apa saja.
> Kalau tidak demikian maka makna KemahakuasaanNya adalah void...""
> 
> Alangkah benarnya. 
>  
> Entah siapa yang tiba tiba membedakan antara pluralisme dan 
pluralitas. Bagaimana anehnya! 
>  
> Ini seperti membedakan  antara tanam tanaman beras, gandum dsb 
dengan pengertian gramineae. Keduanya sama dari sisi pandang 
berbeda. Tak ada BEDANYA.  Pluralisme adalah sebuah ISME, sedangkan 
pluralitas adalah facts. Ini biasa dalam akhiran AS dalam bahasa 
Latin. Kata benda. Noun. Substantivum.
>  
> Pluralisme itu dalam bahasa Jawa ehh salah bahasa Indonesia 
artinya ke MAJEMUKan. Titik! Kita hidup dalam masyarakat MAJEMUK: 
Jawa, Manado, Batak, Toraja, Nias, Ambon. Islam, Kristen, Shikh, 
Buddha, Shinto, Hindu-Bali, Hindu Kaharingan, Kejawen... Gado gado, 
ayam mBok berek, paniki, babi panggang, sate kambing.. gulai..
>  
> Ini namanya majemuk. Plural. Lawannya singular, satu jenis.
>  
> BENAR wejangan Anda, bahwa yang mas mas dari MUI ingin kutuk itu, 
BUKAN pluralisme tetapi "Indifferentisme", yakni paham bahwa semua 
agama dianggap sama. 
>  
> Lha wong pluralisme yang konnotasinya POSITIF yakni kehidupan 
dalam multidimensi budaya agama dan ethinistas kok mau dikutuk. 
>  
> Yahh namanya juga proses pembelajaran...belajar bernegara..belajar 
bermasyarakat..belajar menjadi dewasa
>  
> Tenkyu mas Juswan..
>  
> Salam
>  
> Danardono
>  
>  
>  
> From: "Juswan Setyawan" <juswan@> 
> Date: Thu Aug 4, 2005  7:08 am 
> Subject: Re: MUI GOBLOG Tetapkan 11 Fatwa GOBLOG   
> pemdun wrote:
> Sedangkan pluralisme diharamkan karena menganut paham semua agama
> adalah sama dan bahwa agama bersifat relatif dan tidak ada yang 
boleh
> mengklaim agamanya adalah agama yang paling benar. Padahal 
seseorang
> beragama karena keyakinannya akan suatu kebenaran.
> -------------------------------------------------------------------
---------
> 
> Mang Iyus:
> Kasihan benar itu profesor-profesor yang tidak bisa membedakan
> antara paham Pluralisme dengan paham Indifferentisme. Sudah itu
> ngotot pula bahwa Pluralisme tidak sama dengan Pluralitas.
> Ya terang tidak sama toch Prof. karena Pluralisme itu suatu isme/
> paham tetapi Pluralitas itu fenomen kemajemukan di lapangan.
> Definisi Pluralisme itu ada cem-macem dan kenapa mesti definisi
> MUI yang harus dianggap satu-satunya yang benar di dunia ini?
> 
> Pluralisme itu paham yang menerima kenyataan bahwa dalam setiap
> agama terdapat anasir kebenaran yang berasal dari wahyu illahi
> sendiri dan karena itu lewat setiap agama terdapat jalan menuju
> pengenalan kepada Allah dan untuk memperoleh keselamatan dan
> kebahagiaan kekal di akhirat. Allah tidak mungkin dibatasi oleh
> agama tertentu karena kekuasaanNya tidak terbatas dan Ia bisa
> berbuat apa saja dan memberikan keselamatan lewat sarana apa saja.
> Kalau tidak demikian maka makna KemahakuasaanNya adalah void.
> 
> Saya yakin dalam agama Islam terdapat kebenaran-kebenaran aqidah
> yang dapat menuntun manusia untuk mengenal dan mencintai Allah
> dan karena itu akan memperoleh kebahagiaan kekal di akhirat. Tetapi
> saya tidak mau dipaksa atau mewajibkan diri untuk menjadi muslim
> karena kebenaran seperti itu terdapat juga dalam agama saya. Saya
> sangat menghargai adagium: "Bagimu agamamu dan bagiku agamaku."
> 
> Pandangan bahwa agama Islam adalah agama pamungkas yang
> mengoreksi dan menyempurnakan semua agama terdahulu sama valid
> nya dengan pandangan agama tertua di dunia ini yang berpendapat
> bahwa agama mereka sudah ribuan tahun lolos terpaan zaman dan
> semua agama baru - yang belum lagi satu milenium usianya - masih
> harus membuktikan daya tahannya menghadapi benturan zaman.
> Semua pandangan subyektif eksklusif sama-sama validnya bagi pihak
> yang bersangkutan masing-masing dan tidak mengikat siapapun
> secara obyektif.
> 
> Dalam hal memiliki anasir kebenaran ini memang semua agama
> memiliki kesamaan, tetapi tidak pernah dikatakan bahwa semua
> agama itu sama hanya karena tujuan atau nilai-nilai keutamaan
> yang diajarkannya sama.
> Setiap agama memiliki kekhususan sendiri yang berbeda-beda
> terutama dalam aqidah, teologi, ritualisme dan hukum agamanya.
> 
> Agama juga memiliki bingkai kebudayaan tertentu yang kental
> sehingga belum tentu dapat diterima oleh setiap orang yang berbeda
> latar belakang kebudayaannya. Orang selalu berhak memilih agama
> yang sesuai dengan keinginannya sendiri yang dijamin oleh dan
> sesuai dengan Deklarasi Hak Azasi Manusia; termasuk untuk
> berpindah-pindah agama.
> Kalau hanya ada satu agama yang dipaksakan secara hukum
> bagaimana hak azasi ini dapat terjamin bagi semua dan setiap orang?
> Atau maukah orang yang merasa agamanya paling benar dipaksa
> oleh hukum untuk memeluk agama yang lain - entah mayoritas
> atau minoritas? Tentu tidak mau bukan?
> Begitulah keadaannya bagi setiap manusia. Tidak ada yang mau!
> 
> Mang Iyus
> 
> -------------------------------------------------------------------
---------
> 
> Message: 4
> Date: Wed, 03 Aug 2005 06:52:36 -0000
> From: "pemerhatidunia" <pemerhatidunia@>
> Subject: MUI GOBLOG Tetapkan 11 Fatwa GOBLOG
> 
> ALKISAH ...
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
**************
>  
> It is wrong to think that misfortunes come from the east or from 
the west; 
> they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to 
guard against 
> misfortunes from the external world and leave the inner mind 
uncontrolled.
> 
> Sidharta Gautama
> 
> 
> 
>             
> ---------------------------------
> Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS 


    Visit your group "ppiindia" on the web.
  
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
  
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


---------------------------------




***********************************************************************************
 
It is wrong to think that misfortunes come from the east or from the west; 
they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to guard against 
misfortunes from the external world and leave the inner mind uncontrolled.

Sidharta Gautama



                
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hh2ff9c/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123158923/A=2896110/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com
">Help save the life of a child. Support St. Jude Children¿s Research 
Hospital</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke