Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
 

LD: betul bhw alam arwah, alam bathiniyah hanya dapat ditangkap 
dengan seluruh kesadaran atas dan bawah kita. Sulit? Saya rasa 
tidak, asal kita MAU. QS30(59):"Demikianlah Allah mengunci mati hati 
orang-orang yang tidak (mau) memahami." 

Kemauan dan kesadaran adalah jalan pembuka dari segala 
tabir/kesulitan. Masalahnya Mbah, dalam dunia yang sudah terlalu 
materialistis ini, kesadaran akan mengenal Ilahi dianggap urusan 
yang tidak diperlukan karena memang ini tidak bersifat materialis. 
Sejauh meyakini bahwa kita percaya Tuhan (spt kaum agnostic), sudah 
cukup. Sejauh kita berbuat baik kepada sesama manusia sudah cukup. 
Untuk dunia yang materialis, ini memang sudah cukup. Tapi, kita 
manusia (yang seharusnya mengontrol dunia bukan malah mengikuti 
maunya dunia yang materialis saja)menyadari bhw kita punya sisi 
rohani yang tidak berhenti mencari mengenalNya meski dicegah oleh 
kebutuhan duniawi kita. Kalau kita hidup dan memenuhi panca indera 
kita dengan segala duniawi saja, otomatis akal akan menduniawi juga 
dan akan memutuskan,"alam bathiniyah adalah hal sulit"...:-). 
Kesadaran menjadi mati (artinya hati telah dikuci mati olehNya).
 
DH: Memang begitu,mBak. Mungkin, maaf lho saya pakai metaphora lagi, kita dapat 
bandingkan dengan anak sekolah. A anak sekolah SR (sekarang SD), B anak sekolah 
SMA (sekarang SMU) dan C anak perguruan tinggi. Tiga tiganya mengepit buku ilmu 
bumi, mempelajari bab mengenai gunung Krakatau. Di bukunya A hanya ada dua 
halaman mengenai itu. Buku B memuat 10 halaman, C membacanya dalam beberapa 
buku. Yang dibaca sama halnya, si gunung yang meledak diabad ke XIX itu. 
Demikian pula manusia. Yang jiwanya sedang sedang, mendalaminya sedang sedang, 
yang agak dalam, mencoba menimba lebih dalam, yang telah arif, mencoba meraih 
semiua yang dapat diraihnya mengenai Ilahi. Apabila jiwa kita menolak, maka, 
seperti mBak katakan, Tuhanpun menutup pintu.
 
--------------------------------------
LD:
Satu kitab suci itulah idealnya. Satu Tuhan itulah idealnya. Satu 
Kebenaran itulah idealnya. Absolut. Mungkin ataupun tidak, tidaklah 
menghapuskan Kebenaran ideal tsb. Ia tetap berada disana. Menunggu 
manusia yang MAU menjemputnya. 

Tidak masalah berapa tahun manusia hidup setelah kitab-kitab suci 
muncul, karena ada SATU Kitab Suci pamungkas yang kesuciannya 
terjaga olehNya. Jaminan ini telah dikukuhkan dalam Kitab Suci itu 
sendiri. Selama manusia bisa membaca, tak masalah kan?

DH: Dan ini, saya yakin, adalah keadaan yang akan kita temui, bila perjalanan 
kita dibumi mayapada ini berakhir. Kita akan lihat satu sinar terang yang 
mengangatkan kita, satu kekuasaan yang menyeluruh dan memayungi jaagadraya. 
Tidak satu, dua tiga.
-------------------------------

LD: Sekali lagi bukan akalnya cupet. Namun infromasi yang diterima 
akal petani tentang pendaratan di bulan itu amat terbatas. Andai 
petani tersebut diberi informasi scr terus menerus tentang hakekat 
ilahi secara bertahap dari syariat, tarikat, hakikat, insyaallah dia akan 
sampai ke ma'rifat kepada Tuhan. Hal ini juga berlaku kan bagi 
ilmu-ilmu lain kan?, bagaimana ada dokter spesialis Jantung, ya krn 
dokter ts memberikan informasi lebih soal jantung kedalam akalnya, 
sehingga dia menjadi ahli jantung. 

Bukankah pernah ada seorang (dokter?) mengatakan bahwa semua manusia lahir 
(normal)itu adalah cerdas, gak ada yang bodoh.
 
DH: Benar sekali. Akal in general, adalah sangat canggih. Apalagi kalau 
diperluas dengan upaya bathiniah untuk meng-upgrade-nya. pasti. saya bicara 
mengenai akal individu, perorangan, sangat terbatas pada faktor faktor yang 
menentukannya. Seperti anak  anak kecil lari dari sebuah pohon ke perigi 
ditaman, mereka tak akan serentak sampai.
---------------------------------------------

LD: Jawabannya adalah "mungkin" karena akal kita tidak pernah sama 
sekali diberi informasi ttg Dia secara benar.

Saya rasa mang Ucup bisa mengenal (bukan meraih) hakikat Ilahi kalau 
proses-prosesnya telah dilalui. Tak ada yang bisa meraih hakikat 
Ilahi, meski itu seorang Yesus or seorang Muhammad SAW.

Mbah, Jangan pernah sujud (=menyembah) kepada manusia seberapa 
hebatnya dia. Sujudlah kepada Dia, Sang Hakikat.
 
DH: Akal adalah basis untuk berkomunikasi dengan alam sekitar, yang 
mengemudikan tubuh dan bathin kita. Tergantung taraf informasi dan perlengkapan 
yang ada, kita akan mampu mencapai sesuatu yang tinggi dengan akal (pengetahuan 
ataupun masalah transendental), namun, akal ini yang bertumpu terutama pada 
instrument lahiriah kita,misalnya memory, daya analisis, dsb, hanya terbatas 
menemani kita. 
 
Mang Ucup dan kita semua, tak akan mungkin mengenali sang Pencipta, namun hanya 
dapat merasakan kedekatanNya, adaNya, kehadiranNya. Seperti juga tak mungkin 
kita menatap matahari dengan mata kita, tanpa kita menjadi buta dalam dua tiga 
detik.
 
Kalau Mang Ucup telah mengenaliNya, maka dia se hakekat dengan para nabi, 
pantas saya sujud-i.
-------------------------------------------------------

Oooh..jadi selama ini mbah memahami Kristus telah meraih HAKIKAT 
Ilahi karena itu mbah bersujud kepada Kristus? Adakah Kristus 
mencipta Bumi ini? Adakah Kristus Pencipta Manusia? Adakah Kristus 
mencipta dirinya sendiri? Salah satu hakikat Ilahi adalah Dia Maha 
Pencipta: mampu mencipta Bumi, mahluk, dll.

He..he...itu juga wajar, karena akal mbah memang telah 
diinformasikan dengan hal-hal demikian...sehingga..turun ke hati dan 
mengkristal di sana.

DH: Dalam iman Kristiani, Tuhan, sang bapak, mengejawantah dalam Kristus. Dalam 
bahasa Jerman dinamakan "Menschwerdung Gottes", " perubahan diri Tuhan dalam 
manusia". Saya akan berdusta, kalau saya katakan, saya paham artinya 100%. 
Kristus mempunyai dua aspekt: manusia dan Ilahi, dalam iman Kristiani. Sebagai 
manusia, dia lahir secara biasa, dan wafat secara biasa, seperti kita. Namun 
Dia mempunyai aspekt keIlahian, yang selalu ada, dan telah serta akan selalu 
ada. Ini dogma gereja.

Sejak konsili di Nicea tahun 325.
 
Sedikit sejarah:
 
Sampai saat itu, seorang tokoh gereja, Arius, orang Lybia lahir di Syria pada 
280 M dan meninggal di Konstantinopel pada 336,mengajarkan, bahwa Yesus adalah 
manusia, yang diadopsi Tuhan (per adoptionem), dan Yesus mengambil gelar "anak 
Tuhan" sesuai dengan Mattheus 11:27 dan Johannes 10:36. 
 
Masalah dimana Yesus itu berada, antara Tuhan dan manusia, sudah menyibukkan 
banyak filsuf, seperti Basilides, Valentinus, Tatian. Para filsuf 
memperdebatkan kesamaan Yesus dengan Tuhan, dalam arti essensi (ousia), 
substansi (hypostasis), alamiah (phyisis) atau pribadi (hyposopon). Bingung. 
Mereka lalu memutuskan untuk memasukkan definisi ini ke Injil, tapi dalam 
men-transfer dari bahasa Yunani ke latin, repot sekali. Arius memilih thesa 
bahwa Yesus dalam hakekat (homoosious) tidak sama dengan Tuhan. 
 
Dalam sidang (synode) di Nicea, atas initiatif Alexander, uskup agung dari 
Alexandria, akhirnya kaisar Konstantin I memutuskan untuk membuang 
(meng-exkommunikasi) Arius, atas tuntutan kelompok lawannya, dibawah pimpinan 
Athanasius. Ini tak mudah karena Arius ber KKN dengan tokoh tokoh berkuasa kala 
itu.
 
Lucunya, si kaisar sendiri sampai wafat bukan Kristen, dan tak pernah 
dipermandikan, dalam saat sekaratpun beliau menolak diperciki air permandian 
oleh uskup Eusebius. Aneh? Samasekali tidak. Kaisar sebelum beliau ini, adalah 
penguasa yang hobbyinya mengejar dan membabati orang Kristen jemaat pertama. 
Karena orang Kristen kepala batu, dasar, dibabat tetap nekat, akhirnya kaisar 
mengalah, dan mengeluarkan pernyataan (edikt) bahwa jemaat Kristen diakui 
sebagai perhimpunan, ini terjadi tanggal 30 April 311, dan mereka boleh kumpul 
kumpul, sembahyang dsb. Asal jangan menyerang dan menghasut penguasa, dan 
jangan lupa selalu mendoakan keselamatan keluarga kaisar. Ya lahh.
 
Konstantin mengangkat Kristiani menjadi agama negara, karena konsep ini 
menguatkan posisinya sebagai kaisar. Kristiani menyebar kala itu, dan para 
pemeluk agama baru ini menjadi warga yang taat baginya. Kala itu adalah hukum, 
untuk tunduk pada negara dan kaisar, kalau tidak,kepala menggelinding. Orang 
orang Kristen pertama menolak ketaatan ini, dan hanya tunduk pada Tuhan yang 
diajarkan Yesus. Jadi, dengan taatnya para umat agama baru ini, kaisar 
mempunyai warga yang tunduk pada negara, karena agama negara adalah agama 
mereka. Lalu, sebaliknya, beliau jadi penguasa yang hobbynya membunuh dan 
mengejar yang berani mengajar ajaran yang bertentangan dengan mainstream 
Kristen.
 
(Ini kok persis dengan sejarah Jawa pada masa akhir Majapahit, dimana Islam 
masuk, lalu rakyat ber-bondong bondong tak mau tunduk pada sang raja di 
Majapahit. Raja raja baru kacilik kacilik yang beragama Islam, mulai dari Pasi 
sampai Demak, langsung disembah rakyat yang baru pindah agama ini).
 
Oh ya, Nicea terletak saat itu di kekaisaran Romawi timur, lalu menjadi Yunani, 
kini ada diwilayah Turki, dipantai barat, berseberangan dengan Eropa (selat 
Bosporus). Berhadapan dengan Bulgaria.
 
Nah dalam sidang sidang itu, dimulai kalau tak salah tahun 318 M, dihadiri oleh 
para petinggi gerja dari mana mana, Asia, Palestina, Mesir, Syria, Yunani dan 
Eropa. Tahu tahu si Arius berkhotbah, Yesus adalah anak manusia, bukan Tuhan, 
tak sama dengan Tuhan. Bayangkan, bagaimana ramainya sidang itu. Adu debat, 
mirip MUI dengan Ahmadiah sekarang. Akhirnya Konstantin sang kaisar sebel, 
walau masabodoh siapa yang benar, lha wong beliau sampai mati percaya dewa dewa 
Romawi, dan menyatakan, Arius ngawur, lalu membuangnya.
 
Sejak itu, dirumuskan bentuk kepercayaan Kristiani sampai sekarang, yakni bahwa 
Yesus dilahirkan oleh perawan Maria, dan lahir dengan hakekat Tuhan (Bapak), ek 
tek ousias, dengan substansi Tuhan, homoousion to patri. Sampai sekarang..
 
Gitu lho.
 
Salam
 
Danardono
 



***********************************************************************************
 
It is wrong to think that misfortunes come from the east or from the west; 
they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to guard against 
misfortunes from the external world and leave the inner mind uncontrolled.

Sidharta Gautama



                
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hinkuva/M=362343.6886681.7839642.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123234499/A=2894352/R=0/SIG=11fdoufgv/*http://www.globalgiving.com/cb/cidi/tsun.html";>Help
 tsunami villages rebuild at GlobalGiving. The real work starts now</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke