http://www.suarapembaruan.com/News/2005/08/05/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY Pemerintah Diskriminatif dalam Penegakan Hukum JAKARTA - Pemerintahan Yudhoyono dan Yusuf Kalla dalam menegakkan hukum jangan diskriminatif. Semua orang (warga negara) sama kedudukannya di depan hukum. "Pemerintah sekarang gencar sekali menangkap koruptor, namun saya melihat ada diskriminatif dalam penegakan hukum itu," kata Ketua Komnas HAM, Abdul Hakim Garuda Nusantara dalam seminar yang bertema,"Penentuan Indeks Kemajuan Hak Asasi Manusia di Indonesia 1998 - sekarang" di kampus Universitas Trisakti Jakarta, Kamis (4/8). Tampil sebagai pembicara lainnya dalam acara itu adalah Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Usman Hamid dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Aji Wibowo SH, MH. Menurut Abdul Hakim, sebagian besar masyarakat Indonesia salut dengan langkah pemerintah sekarang dalam menegakkan hukum, seperti membongkar kasus korupsi di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bank Mandiri dan beberapa lainnya. Namun, yang menjadi pertanyaan sebagian masyarakat adalah mengapa korupsi di tubuh TNI dan Polri belum juga disentuh. Contoh-contoh kasus dugaan korupsi di tubuh TNI dan sudah sempat dilansir sejumlah media, kata Abdul Hakim, adalah dugaan korupsi di tubuh Kostrad dan korupsi dalam pembelian tank scorpion. Atau laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengenai 15 pati Polri yang mempunyai uang dengan jumlah tidak wajar di rekening bank mereka, sampai sekarang Presiden belum juga proaktif untuk memerintahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusutnya. "Mengapa KPK hanya berani menangkap Nazaruddin Sjamsudin dan anggota KPU lainnya, mengapa tidak menyeret oknum TNI dan Polri yang korup juga," kata dia. Dikatakan Abdul Hakim, diskriminatifnya penegakan hukum di Indonesia menggambarkan rendahnya kedaulatan hukum di Indonesia. "Kedaulatan hukum artinya semua warga negara diperlakukan sama di depan hukum," kata dia. (E-8) Last modified: 5/8/05 [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hstsq71/M=362343.6886681.7839642.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123327905/A=2894354/R=0/SIG=11qvf79s7/*http://http://www.globalgiving.com/cb/cidi/c_darfur.html">Help Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

