06.08.2005

Dalam perjanjian KMB (Konferensi Meja Bundar) Desember
1949, salah satu pasalnya menyebutkan, bahwa Irian
akan diserahkan ke RI setahun setelah pengakuan
kedaulatan Belanda kepada RI. Tetapi nyatanya Belanda
"ingkar janji". Sampai tahun 1960 Irian belum juga
dikembalikan juga kepada RI, padahal janjinya setahun
setelah KMB, atau sekitar tahun 1950 akan
dikembalikan. Maka dicarilah jalan lain sama Presiden
Soekarno untuk mengembalikan hak kita yang masih
ditahan sama Belanda. Karena waktu itu RI masih
miskin, dicari pinjaman sana-sini untuk beli senjata.
Ketika kita lagi butuh uang untuk beli senjata,
tiba-tiba Uni Sovyet malah menawarkan diri untuk
memberi bantuan senjata. Jadilah kita, punya pesawat
tempur canggih, pesawat pembom, rudal, radar, dlsb,
dengan bantuan Uni Sovyet. Nah, dengan senjata tsb,
akhirnya kita bisa mengalahkan Belanda dalam
mengembalikan Irian kedalam pangkuan RI, dengan
bantuan Uni Sovyet. Jadi tanpa apapun, Irian tetap sah
milik RI. Kalau dulu merebutnya dari Belanda lewat
jalan perang, RI (Rakyat Indonesia) juga siap
mempertahankannya dengan jalan perang.

--- Holy Uncle <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 'AS, Eropa, Australia punya skenario global tentang
> Papua'
> 
> Bisnis Indonesia JAKARTA:  Dukungan agar Provinsi
> Papua memisahkan diri dari 
> Negara Kesatuan Republik Indonesia yang termaktub
> dalam draft RUU 2601 di 
> Kongres AS, dinilai merupakan skenario global, tidak
> hanya AS, tapi juga Uni 
> Eropa dan Australia.
> 
> Tujuannya adalah memecah belah dan menguasai
> pusat-pusat ekonomi di 
> negera-negara berkembang.
> 
> Kesimpulan itu mencuat dalam dialektika demokrasi
> bertajuk Menangkal Manuver 
> Intervensi Amerika Terhadap Papua di Gedung MPR/DPR
> , Jumat.
> 
> Diskusi kemarin menghadirkan Ketua Fraksi PDIP DPR
> Thahjo Kumolo, anggota 
> Fraksi Golkar DPR asal Papua Yorrys Raweyai dan
> pengamat politik CSIS, 
> Kusnanto Anggoro.
> 
> Sementara itu rakyat Papua yang diwakili lembaga
> Dewan Adat menilai 
> pemberian status Otonomi Khusus (Otsus) yang
> diberikan pemerintah pusat 
> sejak tiga tahun lalu tidak menyejahterakan dan
> meningkatkan taraf hidup 
> masyarakat.
> 
> Sekretaris Pemerintahan Dewan Adat Papua Sayed
> Fathal Alhamid mengungkapkan 
> masyarakat Papua yang terhimpun dalam Dewan Adat
> Papua akan melakukan 
> evaluasi pelaksanaan Otsus tersebut pada 6 Agustus,
> dilanjutkan hingga 8 
> Agustus dan terakhir pada 15 Agustus guna memutuskan
> kebijakan apa yang akan 
> diberlakukan.
> 
> "Saya tidak bisa mereka-reka apa rekomendasi yang
> diperoleh, tetapi yang 
> pasti keberadaaan Otsus tidak membawa manfaat bagi
> masyarakat Papua," ujar 
> Sayed kepada pers usai diterima Wapres Jusuf Kalla
> kemarin.
> 
> Utusan Dewan Adat Papua kemarin diterima Wapres a.l.
> Pieter Yan Yarenga 
> (ketua Dewan Adat Biak), Lemol Mabel (ketua Dewan
> Adat Baliem), Markus 
> Kallein (ketua Dewan Adat Suku Sentani), Abinah
> Wasangu (sekretaris 
> solidaritas Perempuan Papua), Andi D. Manobi
> (sekretaris Dewan Adat Papua 
> untuk tingkat Asia) serta Sayed. (Antara/en)
> 
>   
>
http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=127&_dad=portal30&_schema=PORTAL30&vnw_lang_id=2&ptopik=A07&cdate=06-AUG-2005&inw_id=382516
> 
> 
> 
> 
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h79n5qc/M=320369.6903865.7846595.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123328240/A=2896112/R=0/SIG=1107idj9u/*http://www.thanksandgiving.com
">Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children¿s Research 
Hospital</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke