ESAI
KEYAKINAN
Oleh : A. Mustafa Bisri
Salah satu hak manusia yang paling asasi adalah keyakinan. Kita bisa
mengajak orang untuk menyakini apa yang kita yakini, tapi tak bisa
memaksakannya. Nabi Ibrahim as dengan segala kebijaksanaannya tidak
bisa membuat ayahnya sendiri meyakini keyakinannya, meski keyakinan
itu benar.
Nabi Luth as dengan segala kesantunannya tak mampu membuat istrinya
mengimani apa yang diimaninya, meski keyakinannya tersebut benar.
Demikian pula, nabi Nuh dengan segala kewibawaannya tak dapat
membuat istri serta anaknya beriman.
Sebaliknya, Firaun dengan segala kekuasaan dan keganasannya tak
mampu memaksakan kepercayaan kepada Asiya, istrinya. (Lihat contoh
yang diberikan Allah dalam Q 66: 10-11)
Disakiti, Lebih Baik Bersabar
Mau contoh lagi?
Nabi Muhamad SAW dengan segala kearifan, kesantunan, kewibawaan,
keamanahan, kefasihan, dan kasih sayangnya tak mampu membuat
pamannya beriman. Bahkan, paman yang sekaligus tetangga dekat dan
pernah berbesanan dua anak ("Utbah Ibn Abdul "Uzza Ibn Abdul
Muthalib atau yang terkenal dengan Abu Lahab pernah menjadi suami
Ruqayyah, putri nabi Muhamad SAW, dan anaknya yang lain, "Utaibah
menjadi suami purti Rasulullah SAW lainnya, Ummi Kultsum. Keduanya
menceraikan istri-istrinya atas perintah Abu Lahab) sangat memusuhi.
Ketika nabi Muhamad SAW seperti hendak memeriksa "memaksa" karena-
dan dengan -kasih sayangnya yang agung, Allah yang mengutusnya
justru memperingatkan " Innaka laa tahhdii man
ahbabta,walaakinallaha yahdii man yasyaa...' sungguh engkau tidak
dapat memberi hidayah (membuat iman) orang yang engkau sayangi
(sekalipun); tapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Ia
kehendaki (Q 28 : 56).
Hidayah adalah hal preogatif Allah. Kita hanya bisa mengajak orang
meyakini kebenaran yang kita yakini benar. Tapi, apakah orang yang
kita ajak tersebut terajak atau tidak, itu bukanlah di tangan kita.
Apabila dengan kasih sayang saja Rosulullah SAW tidak
mampu "memaksakan" keyakinan kebenaran bahkan kepada orang yang
paling dekat, apalagi pemaksaan dengan kebencian.
Sebagai orang Islam, saya wajib mengajak orang untuk meyakini
kebenaran Islam. Mengajak ke jalan Tuhan Yang Mah Esa. Dan, Allah
telah memberi arahan cara mengajak kejalan-Nya. Yaitu, dengan
hikmah, dengan bijaksana, dan nasihat yang baik. Bila perlu
berbantahan, berbantah dengan cara yang lebih baik.
Tuhan lebih mengetahui tentang siapa yang sesat dari jalan-Nya.
Apabila disakiti, membalaspun harus sama, tidak berlebih. Namun
apabila bersabar, justru lebih baik. (baca Q.16: 125-126)
Saya tidak mungkin bisa mengajak dengan bijaksana apabila saya
mengedepankan nafsu saya. Saya harus berpikir cermat agar ajakan
saya tidak justru membuat orang lain lari dari jalan Allah. Satu dan
lain hal, karena orang tidak hanya mendengarkan tuturan saya,
melainkan labih melihat kelakuan saya. Meski ajakan saya secara
lisan benar dan baik, apabila berlawanan dengan ajakan saya
itu.tentu malah cemoohan yang akan saya dapatkan.
Saya meyakini agama saya adalah agama yang benar, agama yang penuh
kasih sayang, rahmatan lil 'aalamiin. Tapi, saya tidak cukup hanya
menggembar gemborkan hal itu kesana kemari, sedangkan perilaku saya
justru tidak mencerminkan kasih sayang sebagaimana yang dicontohkan
pemimpin agung saya, Nabi Muhamad SAW.Karena rahmat Allah, Nabi
Muhamad SAW beperilaku lemah lembut kepada orang. Seandainya beliau
kaku dan kasar budi, firman Allah, pastilah orang-orang akan lari
menjauhi beliau (baca Q 3:159). Dan otomatis Islam pun akan dijauhi.
Syukurlah, Rosululaah SAW, seperti dicatat sejarah, adalah pribadi
yang benar-benar lembut, penuh kasih sayang, pemurah, dan
perhatian.beliau tidak hanya menebar cahaya kebenaran, tapi juga
menabur kasih sayang dan menyebar kedamaian. Kedamian beliau benar-
benar rahmatan lil 'aalamiin.
Bagi orang islam, terutama yang ingin mengajak kejalan Allah dan
memuliakan agama-Nya, tidak ada yang lebih baik daripada mengikuti
jejak dan contoh Nabi Muhamad SAW. Dan, mengikuti jejak serta
mencontoh Nabi Muhamad SAW kiranya tidak terlalu sulit bagi mereka
yang benar-benar manusia, yang mengerti manusia dan memanusiakan
manusia. Sebab, Rosulullah SAW adalah manusia yang paling manusia,
yang amat paham manusia, dan sangat memanusiakan manusia.
Karena itu, seandainya pun dalam menegakan kebenaran beliau pernah
membeci manusia yang tidak benar, tidak pernah kebenciannya
membawanya untuk berlaku tidak adil sesuai firman Tuhan yang
mengutusnya. ("Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian orang-
orang yang selalu menegakan kebenaran karena Allah, mejadi saksi
dengan adil. Dan, janganlah sekali-kali kebencian kalian terhadap
sesuatu kaum mendorong kalian untuk berlaku tidak adil...." Q 5:8)
Saya membayangkan, beliau pasti bersedih jika melihat umatnya yang
mengaku sangat mencintainya dan dengan dalih membelanya melakukan
tindakan-tindakan yang sama sekali tidak pernah baliau ajarkan serta
contohkan, apalagi bila hal itu bisa mencoreng kemuliaan agamanya.
(*)
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
<font face=arial size=-1><a
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h5fipb7/M=362329.6886307.7839373.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123422804/A=2894324/R=0/SIG=11hia266k/*http://www.youthnoise.com/page.php?page_id=1998">1.2
million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/