11.08.2005

Perbandingan Sengketa Program Atom Iran dan Korea
Utara

Oleh: Martin Fritz

(Instalasi Atom Korea Utara, cari hari baik adakan
ujicoba Bom Hidrogen)

Secara sekilas kedua kasus sengketa internasional itu
mirip. Kedua negara itu sama-sama dicurigai oleh AS
hendak membuat bom atom. Dan keduanya pun menganggap
diri sebagai musuh AS. Keduanya juga yang membuat AS
sport jantung.

Tetapi mengingat kesediaan kedua negara untuk
bekerjasama dengan dunia internasional juga berbeda,
maka kedua kasus itu tidak dapat disamakan.

Setelah Irak tersingkir, di antara tiga negara yang
tahun 2002 disebut Presiden Bush sebagai "poros
kejahatan", kini tinggal Iran dan Korea Utara. Masalah
intinya adalah soal atom. Kedua negara memang melawan
tekanan internasional yang dipacu oleh AS, tetapi
persamaan antara keduanya tidaklah seberapa. 

Korea Utara keluar dari perjanjian non proliferasi,
sedangkan Iran tetap berpegang pada perjanjian itu dan
bekerjasama pula dengan Badan Energi Atom
Internasional(IAEA). Apalagi tahun lalu Pyongyang
mengaku telah memiliki bom atom. Sebaliknya Iran
selalu menandaskan tidak berniat mengembangkan senjata
nuklir. Seandainyapun pernyataan itu diragukan, tetapi
menurut perhitungan AS sendiri, Iran masih memerlukan
waktu bertahun-tahun, sebelum mampu membuat bom atom.

Tetapi kedua negara itu sudah mengembangkan roket yang
jangkauannya melebihi jarak yang masuk akal untuk
kepentingan membela diri. Jadi, bila roket itu
dilengkapi hulu ledak nuklir, tentunya akan merupakan
bahaya serius bagi kawasan di sekitarnya. Di lain
pihak kedua negara itu bukan satu-satunya yang
berpotensi memiliki senjata atom. Korea Utara
berlokasi di dekat Cina dan secara tidak langsung juga
dekat dengan AS yang punya pangkalan di Korea Selatan.
Iran bahkan dikelilingi oleh lebih banyak lagi negara
atom, yaitu Pakistan dan India di sebelah timur dan
Israel di sebelah barat. Hanya kemungkinan adanya Irak
yang bersenjata atom, kini tidak perlu ditakutkan
lagi. Untuk itu Iran dikelilingi oleh pasukan AS, yang
selama ini ditempatkan di negara-negara tetangganya.
Iran merasa, hanya bom atom yang dapat membebaskan
diri dari kepungan AS.

Politik Korea Utara nampaknya lebih sukses dari Iran.
Boleh dikatakan banyak politisi Iran yang kini
menyayangkan, karena tidak mengeluarkan pernyataan
sudah memiliki bom atom seperti Korea Utara. Sebab
pernyataan itu saja sudah membuat AS tidak akan
melakukan serangan. 

Perbedaan terpenting antara kedua kasus atom itu
adalah fakta bahwa Iran kaya akan sumber minyak dan
gas. Kekayaan itu membuat dunia ragu bahwa riset atom
Iran benar-benar hanya untuk memperoleh energi. Di
lain pihak semua sangat ingin dapat menjalin bisnis
dengan Iran yang sejak jaman Shah Iran merupakan
negara terpenting di kawasan itu. Baik dari segi
politik, ekonomi maupun militer. Sedangkan Korea
Utara, miskin dan kelaparan. Kondisi itu tidak membuat
negara-negara di sekelilingnya terkesan dan
terpengaruhi.

Ini berbeda dengan Iran. Negara ini aktif di
Afghanistan, dan masih memiliki kartu minyak yang bisa
diandalkannya. Tanpa mempedulikan keberatan AS, Iran
menjalin sejumlah perjanjian dengan Pakistan, India
dan negara-negara sekitar Laut Kaspia. Dan gebrakan
terakhir Teheran adalah ketika menawarkan bantuan
kepada Baghdad untuk membina dan meluaskan pasukan
keamanan Irak.

Semua itu tidak disukai oleh AS, tetapi tidak punya
alasan untuk menghalanginya. Oleh sebab itulah program
atom Iran dipicu jadi masalah. Bukan karena bom atom
Iran –seandainya memang ada– akan membahayakan AS,
melainkan membahayakan Israel. Padahal Israel sendiri
memiliki bom atom tanpa terawasi oleh dunia luar dan
IAEA.

Hubungan erat antara AS dan Israel telah membuat
Washington menerima begitu saja tesis Yerusalem
mengenai ancaman bahaya atom dari Iran. Eropa kini
nampaknya juga condong ke arah kesana, walaupun semula
masih hendak membuktikan pada AS, adanya cara
penanganan yang berbeda, dari yang digunakan
Washington dalam kasus Irak. Uni Eropa kelihatannya
juga tidak mau ambil resiko kehilangan ratusan ribu
warganya, bila berkonfrontasi langsung dengan Iran.

Kalau penanganan terhadap Korea Utara dirasakan
berbeda, mungkin dikarenakan negara itu tidak punya
banyak yang dapat ditawarkan kepada negara lain. Eropa
memang tidak terlalu mempedulikan kasus Korea Utara.
Dan setelah kegagalan perundingan dengan Iran, itu
pastilah juga tidak akan berubah.


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h5bhago/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1123762758/A=2896125/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Take
 a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who 
cares about public education</a>!</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke