Lhooo sabar mas. Yang salah ya salah, yang benar ya benar. Amerik banyakulah 
konyol di negeri kita,benar. Misalnya ngojok ojok PRRI berontak, berikan 
senjata dan uang,ketika PRRI sudah sempoyongan ditinggal.
 
Pada senja 30 September juga Amerik ojok ojok pihak penguasa mbabat bung Karno, 
dan jutaan rakyat tak berdosa...
 
Dsb dsb.
 
Tetapi, dalam sejarah kemerdekaan kita, juga dalam forum internasional Amerik 
menunjukkan banyakperan positif.
 
Gituu lhoo, jangan kalau gak suka orang, lalu salah melulu, kalau suka orang 
bener melulu.Tak lahhh..
 
Amerik dan Irak itu urusan kita semua via PBB, ya kita upayakan melalui jalan 
diplomatik. Eropa yang mitra dekat Amerik juga mengkritikkeras politik Amerik 
di Timur Tengah.
 
 
Gimana?
 
Salam
danardono


irwank <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
Emangnya Eyang yakin semua cuma salah (elit) Indonesia?
Dalam banyak hal kita bisa melihat pola umum seperti apa toh.
Yang paling sederhana kan adanya pelarangan hanya bagi negara tertentu untuk 
memiliki teknologi nuklir. Padahal banyak negara lain yang punya juga,
tapi tidak
dilarang. Bahkan ada yang memiliki senjata pemusnah massal (WMD) dalam jumlah
besar. Mirip tokoh Giant di film Doraemon. Sok kuat, sok merdu, tukang
gebuk, dll. :-)

Malahan sampai sekarang ada negara yang jelas" diduduki dengan alasan WMD ini,
tidak ada buktinya. Tapi tetap saja 'tinggal' (penjajahan model baru) di negara
orang lain, tapi gak punya malu untuk keluar (atau malah malu kalau keluar) 
tanpa mengambil keuntungan dari sana. :-P

Wallahu a'lam.. CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

====
Pada tanggal 8/18/05, Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> Kalau mau baca novel yang bagus, saya rekomendasikan dua: Frederico Garcia 
> Lorca: "Blood Wedding" atau Isabel Allende "The House of the Spirits" 
> (mengenai revolusi di Chille).
> 
> Amerik sih gak nentukan bangsa kita, tapi bangsa ini sendiri dengan segala 
> ulahnya. Dukungan Amerik pada perjuangan kemerdekaan Indonesia besar 
> lho..baca deh archive sejarah, mBak. Juga Belanda mundur dari Irian atas 
> tekanan Amerik.
> Yang mensengsarakan Aceh siapa hayooo? Amerik?
> 
> Gampang cari nafkah? naaa ini yang di-coita citakan mulai pak Kromo sampai 
> Sarinah dan si Marhaen..keadilan sosial bagi semua. tanpa pandang bulu..
> 
> Ya kan?
> 
> Salam
> 
> danardono
> 
> 
> 
> 
> Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
> Masalahnya, Jakarta bakalan menjadi masyarakat yang paling
> miskin...mbah...
> 
> Otda..federasi...negara bagian...akusisi....au ah
> 
> Berandai-andai ah... dgn mencampur baurkan woku2nya GD itu,
> Andai Amrik mau membuat Indonesia menjadi negara-negara bagian.
> tentu yang di pilih menjadi negara bagian Amrik adalah Jayapura,
> Cepu, etc yang tanahnya kaya. Jakarta akan lenyap...he..he...
> 
> who cares? yang penting gampang cari nafkah, gampang beribadah.
> Gak nasionalis? duh...itu urusan pejabat, ajarin pejabat aja ya mbah
> ya?
> 
> wis aku mo nyari segenggam nasi dulu...but...sekarung berlian...:-)))
> ntar mo lanjutin baca novel 'ayat-ayat cinta' karya Habiburrahman
> untuk dibandingkan dengan 'ayat-ayat setan' karya Salman Rushdi -
> semoga ia mendapatkan ampunan dariNya...:-))
> 
> wassalam,
> 
> --- In [email protected], Danardono HADINOTO
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > "Dilihat dari sudut ini cukup banyak kelompok bangsa di Indonesia
> yang mampu mengelola diri sendiri berdasarkan aset yang dimiliki.
> Jadi bukan Aceh saja. Masyarakat Papua, Kalimatan Timur, Manado,
> Yogyakarta, Bali, Riau, Maluku dan sebagainya memiliki kemampuan
> demikian dan tentunya tidak keliru jika misalnya kelak menunut
> perlakuaan yang sama dengan apa yang didapatkan Aceh. Pemerintah
> Indonesia memang harus secara bijaksana memikirkan masa depan Negara
> Kesatuan Indonesia pascapenandatanganan nota kesepahaman dengan GAM
> ini. ...."
> >
> > DH: Exactly Sir! Mengapa tidak?
> >
> > Salam
> >
> > danardono
> >
> >
> >
> >
> > Ambon <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
> > http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/8/18/o2.htm
> >
> > Ancaman Federasi bagi Indonesia
> >
> > NOTA Kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara pemerintah
> Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) telah ditandatangani di
> Helsinki, Finlandia pada 15 Agustus 2005 yang lewat. Banyak pihak
> menyambut gembira kesepakatan ini sebagai sebuah upaya penyelesaian
> konflik antara pihak Indonesia dan GAM. Konflik yang telah menelan
> korban 15.000 meninggal itu dimulai sejak tahun 1976 ketika Hasan
> Tiro memproklamasikan Gerakan Aceh Merdeka sebagai sebuah bentuk
> perlawanan terhadap pemerintah Indonesia. Salah satu alasan yang
> memunculkan pemberontakan ini adalah ketidakpuasannya terhadap
> pembagian kekayaan alam Aceh. Rakyat Aceh tetap miskin di tengah
> begitu kaya rayanya alam yang dimiliki. Penandatanganan kesepahaman
> diharapkan akan menjadi tonggak awal untuk mengakhiri konflik di
> tanah  rencong tersebut.
> >
> > Dilihat dari perjanjian Helsinki itu, apa yang diberikan kepada
> Aceh amat mirip dengan apa yang disebut sebagai negara federal.
> Secara garis besar boleh dikatakan bahwa Aceh hanya akan
> menggantungkan kebijakannya kepada pusat (Jakarta) pada empat hal,
> yakni masalah politik luar negeri, keuangan, pertahanan nasional,
> serta kekuasaan kehakiman dan kebebasan beragama.
> >
> > Di luar hal tersebut, Aceh mendapat dominasi dalam kebijakan. Aceh
> bebas mengelola pelabuhan dan boleh menentukan tingkat bunga bank
> tersendiri, berbeda dengan apa yang berlaku secara umum di
> Indonesia. Jika ada perjanjian internasional yang dibuat Indonesia
> yang menyangkut Aceh, perjanjian tersebut harus melakukan konsultasi
> dan persetujuan dari legislatif Aceh. Sebanyak 70 persen dari
> kekayaan alam akan dinikmati oleh masyarakat Aceh.
> >
> > Seperti yang telah ramai dibicarakan, bahwa partai politik lokal
> akan diberikan izin di daerah ini, meski harus melakukan revisi
> terlebih dulu terhadap undang-undang otonomi khusus yang diberikan
> kepada Aceh.
> >
> > Dengan  melihat rincian nota kesepahaman itu, masuk akal jika
> sebelumnya tokoh-tokoh nasionalis dari PDI Perjuangan dan Gus Dur
> menuntut agar isi nota kesepahaman itu dibuka kepada publik.
> Maksudnya tentu agar isi perjanjian bisa diperdebatkan umum sebelum
> ditandatangani demi tidak meninggalkan perdebatan sisa kelak.
> Tetapi, apa yang dikhawatirkan oleh kelompok nasionalis itu justru
> akan menjadi kekhawatiran Indonesia di masa mendatang.
> >
> > Dari sudut komunikasi politik, tema kontroversial "negara federal
> dalam negara kesatuan" kemungkinan besar akan berembus di masa
> depan. Komunikasi politik mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam
> kancah politik Indonesia  karena isu politik masa kini bukan saja
> menjadi santapan para pembicara, tetapi sudah menjadi santapan
> warung dengan perantara media televisi (Contohnya: kemenangan Susilo
> Bambang Yudhoyono, tidak lepas dari fenomena ini).
> >
> > Dalam kasus Aceh, komunikasi politik itu akan berpusat pada
> pemberian status yang mirip negara federasi tersebut.  Dengan
> memakai metode propaganda, relatif mudah mengembuskan isu
> ketidakadilan ini demi mengganggu stabilitas nasional.  Pada titik
> inilah bahaya besar akan menghadang Negara Kesatuan Indonesia di
> masa depan.
> >
> > Dari sudut ketatanegaraan, munculnya model negara federasi
> sebenarnya disebabkan oleh rasa kepercayaan diri kelompok bangsa
> (sebuah entitas yang mempunyai rakyat dengan ciri-ciri tersendiri
> dan kesepakatan bersama) untuk mengelola diri berdasarkan aset
> politik, sosial, budaya dan ekonomi yang dimiliki. Tentu saja aset
> yang dimiliki itu dipandang cukup untuk menopang administrasi
> kelompok bangsa tersebut. Mereka, berdasarkan perjanjian tertentu,
> hanya bersedia menyerahkan kekuasaannya kepada pemerintah pusat pada
> bidang  keuangan, politik luar negeri dan pertahanan. Aceh berani
> menuntut kemerdekaan (dan kemudian mendapat model yang mirip
> federasi melalui Perjanjian Helsinki), tidak lain karena mereka
> mempunyai aset yang kuat dan kaya.
> >
> > Dilihat dari sudut ini cukup banyak kelompok bangsa di Indonesia
> yang mampu mengelola diri sendiri berdasarkan aset yang dimiliki.
> Jadi bukan Aceh saja. Masyarakat Papua, Kalimatan Timur, Manado,
> Yogyakarta, Bali, Riau, Maluku dan sebagainya memiliki kemampuan
> demikian dan tentunya tidak keliru jika misalnya kelak menunut
> perlakuaan yang sama dengan apa yang didapatkan Aceh. Pemerintah
> Indonesia memang harus secara bijaksana memikirkan masa depan Negara
> Kesatuan Indonesia pascapenandatanganan nota kesepahaman dengan GAM
> ini.
> >
> > * GPB Suka Arjawa


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS 
Indonesian languages Indonesian language learn Cultural diversity Indonesian 

---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS 


    Visit your group "ppiindia" on the web.
  
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
  
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


---------------------------------




***********************************************************************************
 
It is wrong to think that misfortunes come from the east or from the west; 
they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to guard against 
misfortunes from the external world and leave the inner mind uncontrolled.

Sidharta Gautama



                
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12ha5fcjt/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124387369/A=2896125/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Take
 a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for anyone who 
cares about public education</a>!</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke