Memang, untuk hidup di dunia materi ini, perlu sekali kerja/berbuat 
hal positif.

Bagi yang mau memperkaya khasanah beragama-nya dengan mempelajari 
hal-hal dosa, haram/halal, biarkan saja pula.

Karena kalau dia ingin mengerjakan suatu yang positif (misalnya 
memberi makan anak istri) tapi dengan cara haram (korupsi), gimana? 
Tentu mereka harus tau apa itu haram. Apa resikonya di kampung 
akherat. Agar suatu positif itu mempunyai nilai positif juga di 
akhirat kelak. Tidak sia-sia...bahkan tidak menjerumuskan.

Soal korupsi, mungkin tak ada negara yang bebas korupsi. Tapi di 
Indonesia ini emang dah akut banget. Makanya perlu hukuman mati.

Soal gay dan lesbian, seharusnya kan mereka disembuhkan ya?. Itu 
namanya kasih (menurut saya sih). Ini namanya ingin mengembalikan 
manusia kepada kemanusiaannya. Bukannya diterima dimasyarakat, 
dibela haknya utk menikah, dll Ini kasih yang kebablasan.

Kalau orang beragama masih demen menularkan kebencian, menciptakan 
kekerasan. Itu namanya belum sempurna beragamanya. Munafik? ya, 
banyak manusia dapat digolongkan sebagai munafik. Kadang dalam diri 
kitapun ada sifat munafik tsb. Bagaimanapula orang tak beragama tapi 
juga mengembus-embuskan kebencian or kekerasan? Apa kita gak 
beragama saja supaya gak disalahin kalo ada kebencian dan kekerasan?

wassalam, 



--- In [email protected], Free Thinker <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> Banyak sih ukurannya, 
> Bebas korupsi, memiliki umat yang nggak pemarah (nggak
> suka ngobrak-ngabrik rumah ibadah orang lain, atau
> teriak2 atas nama agama dengan penuh kemarahan),
> menerima gay dan lesbian sebagai bagian dari ciptaan
> Tuhan (bukannya memperlakukan mereka seperti binatang
> yang ga berharga), tahu caranya ngantre dengan benar,
> nggak buang sampah sembarangan, malu kalau bodoh,
> menghargai keyakinan orang lain, ga merasa paling
> benar sendiri. The list could go on and on deh... 
> 
> Gereja ditinggalkan? Nggak apa-apa deh, asal jangan
> rumah ibadah penuh tapi korupsi dan kekerasan
> merajalela kayak di Indonesia. Kaum beragama yang
> munafik itu kegagalan agama yang paling dahsyat.
> Soalnya orang-orang yang munafik yang giat beragama
> itu biasanya paling gampang menularkan kebencian dan
> menciptakan kekerasan. 
> 
> Nggak percaya? Udah kelewat banyak contohnya. Kaum
> konservatif di AS, kaum pembela umat di Indonesia.
> Sama dan sebangun. 
> 
> Jadi, buat yang giat beragama, daripada ribut mikirin
> dosa atau nggak, haram atau nggak, halal atau nggak,
> mending banyak2 berbuat. Kalau kebanyakan mikir agama
> biasanya perbuatannya nol besar.
> 
> 
> 
> 
> 
> --- Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Apa sih ukuran yang dipakai sehingga suatu negara
> > bisa 
> > dikatakan "berhasil membangun masyarakat manusia
> > secara rohani" ?
> > Adanya free sex, adanya pernikahan antara guy/lesbi,
> > buanyaknya 
> > orang yang bunuh diri, banyaknya orang mencari
> > keyakinan pada aliran-
> > aliran baru semacam new age? Gereja ditinggalkan
> > umat?
> > 
> > Jadi, apa sih ukuran yang dipakai sehingga suatu
> > negara bisa 
> > dikatakan "berhasil membangun masyarakat manusia"?
> > 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hf1kq4a/M=362329.6886307.7839373.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124703316/A=2894324/R=0/SIG=11hia266k/*http://www.youthnoise.com/page.php?page_id=1998";>1.2
 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke