Saya kira, agak ter-gesa gesa kalau menganggap seseorang yang mengkritik Islam 
adalah Islam-phobia, atau sebaliknya, mengkritik agama apapun, adalah karena 
phobia. Phobia bukanlah hal yang sesuai dengan kenyataan, namun, sikap yang 
geram melihat perkembangan hidup antar agama yang kian meruncing akibat sikap 
sikap yang boleh dianggap cukup fanatik.
 
Perkembangan sebuah agama disuatu negeri bukanlah ukuran toleransi dari agama 
yang lain, namun adalah gejala normal dalam kehidupan beragama dalam masyarakat 
multibudaya. Juga perpindahan dari agama lain ke Islam, adalah biasa dan wajar 
wajar saja. kalau diperhatikan strata pemeluk Kristen yang rata rata lebih 
tinggi dari rata rata penduduk, tidaklah mengherankan adanya pergerakan agama 
ini (pendidikan, finansial, skills, dll). Juga perpindahan dari umat Buddha 
menjadi Kristen cukup besar. Namun inipun bukan ukuran toleransi atau bukan, 
namun fenomena sosiologis.
 
Kalau anda pergi ke Minahasa, dimana disetiap meter ada gereja, maka anda akan 
tetap menemui keramahan penduduk Kristiani disana terhadap umat Islam. Bahwa 
mesjid lebih sedikit daripada gereja di Minahasa, misalnya, adalah normal, 
karena umat Islam adalah tamu disini. Anda benar, bahwa resistensi dimanapun 
adalah wajar. Namun tak perlu di-besar besarkan.
 
Bagi saudara kita Kimhok, mungkin tak banyak faedahnya, apabila saudara kita 
ini lebih membaca theori mengenai Islam, sebab membaca keadaan dilapangan lebih 
memberikan kita gambar yang sebenarnya.
 
Gambar sebenarnya, adalah, bangsa kita kian terpuruk, kian tua bangsa ini, 
walau 99% bangsa ini umat Islam yang cukup religious. Apakah bangsa ini kian 
meningkat citranya, apabila umat Islam sendiri kian giat membahas ajarannya 
sendiri? Saya kira tidak, karena bangsa ini naik aatu terjun citranya 
berdasarkan perilaku manusia, bukan pengetahuan mengenai akidahnya (yang pasti 
tidak buruk).
 
Salam
 
Danardono
 


Samsul Bachri <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
Rupanya Sdr. Kim Hook ini adalah Islamfobia. Sejak lama orang Islam itu
sangat toleran. Terbukti Kristen berkembang pesat di Indonesia. Kalau gak
toleran mana bisa sih berkembang seperti itu. Masalah resistensi mayoritas
itu sudah menjadi hal yang biasa dalam hubungan mayoritas~minoritas. Saya
pernah tinggal selama 3 tahun di wilayah yg mayoritas Kristen di Kalimantan
Barat. Sulit sekali menemukan musola atau msjid disana. Yang ada adalah
kapel di setiap kampung. Dan untuk mendirikan Mesjid, adalah bukan hal yang
mudah.Jadi resistensi itu mah hal biasa. Rupanya Anda perlu belajar apa itu
Islam, jadi perbanyaklah membaca artikel ke-Islam-an dari sumbernya. Bukan
dari oposannya.

----- Original Message -----
From: "kim3hook" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Saturday, August 27, 2005 4:55 PM
Subject: [ppiindia] Re: FPI Tutup Paksa 23 Gereja (Belajar dari Yustam)


> --- In [email protected], "bambang_mulyatno"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > > Siapa bilang pembangunan mesjid di Eropa dan Amerika gampang?
> >
> > Di Belanda, kalau minoritas muslim mau membangun rumah ibadah, harus
> > ada persetujuan dari masyarakat sekitarnya. Kalau ada keberatan dari
> > warga sekitarnya, Gemeente (pemerintah kotapraja) tidak akan
> > mengeluarkan izin membangun (IMB). Hasilnya, di beberapa kota mereka
> > bisa mendirikan rumah ibadah, namun di kota-kota lainnya sama sekali
> > tidak bisa karena ada keberatan dari warga.
> >
> > BM
>
> Harus ada perstujuan dari masyarakat, itu wajar-wajar saja.
>
> Nah persetujuan masyarakat itu justru disini kena batunya, Kristen di
> Indonesia. Di Belanda dan pada umumnya dinegara Barat, di Jepang,
> di Korea, di Thailand dst manusianya mempunyai toleransi yang tinggi.
>
> Mereka pikir, selama agama dan bangunan tempat menyembah
> tuhan itu tidak melanggar tata cara lokal, ya tidak menjadi masalah.
> Orang koq boleh atheis, boleh beragama, itu menjadi masalah.
> Iya kan ?
>
> Nah justru di lingkungnan Indonesia ( dan negara Islam pada umum
> nya), sangat keberatan dg adanya bangunan tempat suci agama
> yang lain. Mereka berikan alasan macam-macam utk menghalang-
> halanginya, ya contohnya seperti di Bandung itu. Atau di Arab Saudi,
> jangnankan membangun gereja, menenteng Bible saja sudah bisa
> masuk bui.
>
> ITU NYATA ! ITU BISA DIBUKTIKAN ! BUKAN TEORI !
>
> Bagusnya kalau ada  orang Kristen yang memberikan data-data dan
> kehidupan sehari-hari bagaimana kehidupan mereka di Indonesia ttg
> betapa dipersulitnya sebagai orang Kristen, di milis ini untuk
> menerangkannya.
>
> ____________________
> http://indonews.free.fr
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
>
***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS 
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn 

---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS 


    Visit your group "ppiindia" on the web.
  
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
  
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


---------------------------------




***********************************************************************************
 
It is wrong to think that misfortunes come from the east or from the west; 
they originate within one's own mind. Therefore, it is foolish to guard against 
misfortunes from the external world and leave the inner mind uncontrolled.

Sidharta Gautama



                
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke