Cendrawasih Post
Sabtu, 03 Sept 2005

















Presiden Diminta Segera Klarifikasi 

*Uskup dan FKMJ, Soal Aksi Penutupan Gereja di Bandung 



JAYAPURA-Informasi tentang adanya aksi penutupan beberapa tempa ibadah (gereja) 
di Bandung dan sekitarnya yang dilakukan oleh sekelompok orang yang menamakan 
dirinya AGAP (Aliansi Gerakan Anti Pemurtadan) pada beberapa hari lalu, 
mendapat kecaman keras dari Pimpinan Gereja dan Umat Katolik se Tanah Papua. 
Menurut para Keuskupan bahwa peristiwa penutupan puluhan gereja di daerah 
Bandung dan sekitarnya merupakan pembenaran atas kekerasan dan penghinaan serta 
pemerkosaan terhadap Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila. 

Dikatakan, tindakan ini sekaligus merupakan pelanggaran terhadap Deklarasi umum 
Hak Asasi Manusia, hingga dengan demikian para Pimpinan Gereja Katolik bersama 
umat se Tanah Papua meminta kepada Pemerintah agar segera mendesak Kapolri dan 
jajaran penegak Hukum untuk segera mengambil tindakan Hukum bagi mereka yang 
merongrong keutuhan dan persatuan Bangsa. 

Salah satu perwakilan Keuskupan di Tanah Papua Pastur Jhon Jonga saat 
berkunjung ke Kantor Cenderawasih Pos mengatakan, perwakilan para Uskup di 
Papua merasa prihatin dengan ditutupnya beberapa Gereja dan juga tempat ibadah 
lainnya di Bandung dan sekitarnya. "Saya selaku perwakilan dari keuskupan di 
Tanah Papua ingin menyampaikan rasa prihatin atas insiden ini dan kami minta 
agar pemerintah segera mengklarifikasi kasus penutupan Gereja tersebut dan 
mengambil tindakan hukum bagi mereka yang dengan sepihak melakukan intimidasi 
terhadap kebebasan beragama serta memberikan keterangan yang mendasar tentang 
aksi penutupan Gereja ini" katanya dengan nada serius. "Saya juga menghimbau 
kepada seluruh umat Kristiani di Tanah Papua agar ikut mendoakan 
saudara-saudari kita yang mengalami ketidak adilan dan meminta kepada para umat 
Nasrani agar tidak ter profokasi ataupun melakukan hal yang tidak mesti 
dilakukan dengan melakukan aksi serupa" ujar Jhon Jonga 

Sementara itu tanggapan yang sama di lontarkan oleh FKMJ (Forum Komunikasi 
Muslim Jayawijaya) yang diwakili Ketua Umum FKMJ M.Thaha Mude Asso serta Sekjen 
FKMJ Ponto Yelipele S.pd ketika mengunjungi Kantor Cenderawasih Pos Selasa 
(30/8) lalu, ia mengaku prihatin dengan aksi penutupan bebepara Gereja dan 
tempat ibadah tersebut karena dianggap telah menyalahi hak-hak dasar manusia 
dalam kebebasan menjalankan ibadah. "Kami atas nama masyarakat muslim dari 
Jayawijaya merasa prihatin dan dengan tegas menolak aksi penutupan dan 
pemalangan tersebut,"katanya. 

Disamping itu menurut mereka permasalahan pluralisme seharusnya tidak perlu 
terjadi di era semacam ini dengan beragam budaya dan agama yang lebih 
mengedepankan asas kebebasan dalam memilih sesuatu yang dianggap benar selagi 
tidak melanggar Undang-Undang."Kami dengan tegas menentang perbuatan yang 
dilakukan oleh mereka (pelaku penutupan/penyegelan) tempat Ibadah entah dari 
agama apa saja, karena hal tersebut sudah jelas salah," kata Yepipele. Atas 
kasus itu katanya pihaknya berencana akan melakukan aksi damai dengan melakukan 
Longmarch sebagai rasa ke prihatinan pihaknya dengan terjadinya insiden ini. 

Ketua STAIS AL-Fatah /// 

Kecaman juga datang dari Ketua STAIS Al-Fatah Jayapura, Idrus Al Hamid, S.Ag. 
Ia menilai, bahwa mereka yang melakukan pengrusakan itu pengetahuannya hanya 
setegah-setengah tentang apa yang diajarkan dalam Al Qu'ran. "Pengrusakan 
rumah-rumah ibadah oleh kelompok yang memakai Islam merupakan , sikap yang 
tidak terpuji dan terkutuk. Oleh karena itu perlu mendalami absolusitas agama. 
Kalau seseorang muslim yang benar menguasai dan mempelajari ajaran agama dengan 
baik, maka tidak mungkin terjadi persoalan tempat ibadah," ujarnya dalam pers 
releasenya yang diterima Cenderawasih Pos, kemarin. "Untuk itu, sebagai bahan 
renungan maka marilah kita membuka Al Qur'an," imbuhnya. 

Salah satunya dalam Al Qur'an Allah berfirman, bahwa sesungguhnya oang-orang 
mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrany dan orang-orang Shabiin, siapa 
saja kepada mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan 
beramal saleh mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada 
kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati (Q:S-2:62). 

"Dan sesungguhnya, kamu dapati yang paling baik persahatannya dengan 
orang-orang beriman ialah orang-orang berkata; sesungguhnya kami orang Nasrany, 
yang demikian disebabkan karena diantara mereka itu (orang-orang Nasrany) 
terdapat pendeta-pendeta dan Rahib-rahib, juga karena sesunggunya mereka tidak 
menyombongkan diri. (Al Qur'an ; 5 ayat 82)," sambunya lagi. 

Lebih jauh dikatakan, kalau ada yang menyatakan agama sebagai sumber perpecahan 
bangsa, maka yang bersangkutan belum memahami bahwa di dalam UUD 1945 ada 
ungkapan yang sangat jujur. Yakni, "atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa," 
sehingga dapat dipahami peran agama dalam mewujudkan kemerdekaan RI sangat 
besar. 

"Mungkin pada waktu itu semua elemen bangsa mempunyai visi yang sama. 
Belakangan ini kehidupan keagama mulai diuji, hal ini dibuktikan dengan 
berbagai kejadian yang masih hangat dibicarakan, seperti pengrusakan tempat 
ibadah,"tandasnya. 

Dia juga menyinggung bahwa pengrusakan rumah ibadah milik, Jamaah Ahmadiyah 
Islamiah oleh sebagian umat muslim yang tidak dibenarkan oleh Syar'i (Syarat 
Islam). Oleh karena itu, yang perlu dilakukan adalah memberantas idialogi yang 
dianggap sesat dan menyesatkan lewat debat publik sehingga masyarakat 
mengetahui dengan jelas bahwa sanya dikatakan, 'sesat dan menyesatkan' 
pengkultusan sesorang yang dipandang dirinya seorang Nabi. 

Yakni, Mirja Gulam Ahmad, hal ini dikarenakan karena pada negara marginal 
(berkembang) seperti Indonesia kultur keagamaan sangat menentukan. Untuk itu, 
lebih jauh Al Hamid menjelaskan bahwa kewajiban kita adalah memberikan 
pemahaman tentang wawasan kebangsaan dan keagamaan yang utuh bukan 
sepenggal-sepenggal. 

"Kepada saudara-saudara sesama muslim mari kita menggali ajaran-ajaran agama, 
meninggalkan fanatisme buta serta berpijak pada kenyataan, jalan akan dapat 
dirumuskan. Bukankah ajaran monotheisme dengan ajaran ketuhanan yang Maha Esa, 
pada hakekatnya menganut faham universal. Tuhan yang Maha Esa yang menciptakan 
seluruh manusia yang seluruhnya bersumber dari satu keturunan , betatpun 
berbeda agama bangsa dan keturunan," ujarnya. (/cr-138/ito) 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke