Pak Danar, Tiba2 saya ingat komentar salah satu teman saya waktu ada diskusi ttg Ekonomi Kerakyatan/Pancasila di milis kami. Katanya: "waktu saya kuliah dulu dikatakan bahwa EP bukan ekonomi kapitalis, bukan ekonomi sosialis, bukan ekonomi sekularis, bukan ekonomi .... sampai saya berpikir bahwa EP adalah ekonomi bukan-bukan. Dalam EP tidak dikenal kumpulan modal (kapital) tetapi kumpulan orang, jadi saya pikir 'kalau segerombolan pengangguran maen gaple maka bisa disebut sbg modal dasar EP' "
Tidak bermaksud sinisme, saya cuma mengingatkan lagi kita sudah hidup dalam dunia nyata yg -spt Pak Danar bilang- sangat kompleks dan punya saling keterkaitan tinggi. Kalau mau hidup sendiri sbg closed-economy maka lain cerita, tapi apakah kita mau mundur seperti Myanmar misalnya? Cina saja sudah membuka diri walau malu2. Ekonomi Islam? Bagi saya, selama suatu sistem tidak bertentangan dg prinsip Islam -yang ternyata sama saja dg prinsip kebaikan universal- maka gak usah repot dg atribut/nama. Yang repot ilmu ekonomi adalah ilmu yg rada "ajaib". Tidak selalu exact spt yg kita duga atau spt kata teori karena menyangkut reaksi manusia yg sering kali unpredictable. Makanya kalau dulu kita bikin policy A, ternyata hasilnya mengecewakan, maka para kritikus bilang harusnya bukan A tapi B, tapi siapa yg bisa menjamin bahwa policy B akan menghasilkan hal yg bagus? Namanya juga kritik, bisa aja tepuk dada dan tunjuk hidung orang lain, toh tidak terbukti dalam realita. Sama saja dg konsep2 Ekonomi A dan Ekonomi B, spt teman2 bilang disini, yang sudah terbukti adalah ekon kapitalis (dg segala kelebihan dan kekurangannya) dan ekon sosialis (yg sudah almarhum). Yang lain? Masih di awang2. Jalan tengah adalah yang mungkin bisa dilakukan. Seperti paparan Pak Danar di negara2 Skandinavia. Tapi tak urung, kaum pekerja merasa "dirugikan" dg pajak penghasilan yg bisa mencapai 60-70 persen. Tetap ada kelebihan dan kekurangannya. Jadi? Kalau menurut saya lebih baik kita mencoba memodifikasi dan menegosiasikan apa kekurangan dari sistem yang sudah ada. Kalau mau merombak total? Hehehe.. gak cukup cuma modal baca2 atau gelar doktor, apalagi yg belum banyak atau bener bacanya. Bisa2 terjebak pada salah kaprah: yang dipuja2 ternyata konsep kapitalis atau konsep sosialis juga. salam, fau --- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Exactly, mas! > > Pada saat nabi masih berbusiness, maka kafilah yang beliau sertai > juga merupakan suatu capital entity. Kesatuan yang memiliki commodity > niaga (emas, perak, buah buahan, gandum, textil, entah apa lagi), > kawanan onta sebagai sarana transport dsb. Kegiatan beliau adalah > purely kegiatan pasar bebas (market economy). > > Baru, setelah revolusi Oktober di pribadi (kapitalisme). Ini disusun > menurut blue print konsep Marxisme dari Karl Marx (Das Kapital). Ini > masyarakat yang 100% anti kapitalistis dan 100% sekular. > > Nabi Muhammad adalah seorang businessman yang berhasil. Belau > menyusun tata pasar. Sekarangpun dalam tiap pasar, terutama dalam > pasar modal dan pasar kapital, dari Tokyo sampai New York, ada tata > pasar yang rumit dan njlimet untuk menghindari tindakan yang merusak > pasar dan para pelaku pasar. > > Mau atau tak mau, SATU SATUNya konsep antikapitalistis adalah konsep > marxisme yang menjadi konsep komunisme, dengan pembagian tanah dan > pemilikan kapital bersama (konsep kolektif). > > Diantara marxisme dan kapitalisme tak ada konsep yang secara > essential berbeda. > > System Swedia yang betul betul berhasil mewujudkan welfare economy > (pajak tinggi, high income, pemerataan penghasilan antara yang kaya > dan yang miskin, jaminan sosial yang merata bagi semua, dll) adalah > sekedar "jalan tengah" antara ekonomi pasar (Skandinavia memiliki > kapitalist kapitalist besar: Ericson, IKEA, Nokia, Saab, Elektrolux, > dan lain lain), dan ekonomi sosial(is). > > Salam > > danardono > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery. http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

