Sebenarnya bukan terpecah belah karena di-kapling kapling, tapi, 
memang terpisah lalu dikapling supaya gak bikin gaduh. Capek lah 
ngurusin mereka, kata wong Londo. Dari awalnya, kelompok kelompok 
kita tak saling bergaul. 

Kalau anda belajar ilmu Hukum Perdata, anda akan tahu, kita sebagai 
warga secara iuridis sudah ter-kapling kaling. lahir tercatat dalam 
buku pencatatan sipil yang berbeda, tinggal di wilayah berbeda 
(bahasa Belanda "wijk"), menikah menurut hukum berbeda, dan, mati 
dicatat dalam buku kematian berbeda, dan makamnya juga beda, cara 
mewariskan beda beda. Hukum yang mengatur antar warga ini namanya 
hukum intergentil.

Bung Karno dan bung Hatta mengupayakan mulai tahun 50an awal (sampai 
tahun 1949 ibukota kita di Jogya, jadi tamu Sri Sultan HB ke IX), 
agar seluruh unsur warga campur aduk. Gereja dibangun diwilayah yang 
juga banyak Islam, mesjid juga ditempat yang banyak Kristen, dsb. 
Hanya kuil Hindu India tetap di Pasar Baru. Kami, yang mengalami 
tahun 50an dan 60an merasakan sekali keeratan kebangsaan ini.

Sejak akhir era Suharto, mulai ada kefanatikan, lalu juga timbul 
tuntutan mayo mino. Sampai sekarang. Warga juga menjawab tantangan 
zaman ini,mas, penduduk Dayak mengusir warga Non Kristen dari Madura..
Di Malukku proses gebuk gebukan antar kampung terjadi.

Banyak yang ingin kembali ke masa Belanda. Dahulu dipaksa pisah 
pisah, sekarang sukarela pisah pisah. Kalau gak di-pisah pisah ya 
ribut terus..

Salam

danardono





--- In [email protected], "Ari Condro" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Dan kenapa di Jaman belanda di kapling kapling gitu ?  Pertama buat
> menanamkan kebencian antar etnis.  Yang kedua, setelah kebencian 
tertanam,
> jelas dong , gampang terjadi tawuran, orang belanda juga maales lah 
ngurusin
> tawuran doang.
> 
> So, kalo engkong nizami pengen main mayoritas mayoritasan, lihat 
dulu dua
> poin diatas.  Dan perlu diingat, dalam bangsa yang sudah merdeka, 
dan
> seharusnya tidak mengenal sekat antar suku/etnis/agama ini, pikiran 
untuk
> berkapling ria dan enonjolkan mayoritas minoritas ini adalah 
pikiran dari
> anak bangsa yang "tidak dewasa".  Mosok pengennya dijajah ala 
Belanda ?
> yang beenr aja.  Hari gini, gitu lho .....
> 
> 
> salam,
> Ari Condro
> 
> ----- Original Message -----
> From: "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]>
> 
> Dizaman Belanda lebih bagus kali ya? Kota di-bagi bagi, jadi 
penduduk
> dan tempat ibadah cocok gitu lho. Yang orang Eropa di Menteng dan
> Jakarta pusat, disana orang ke gereja, antara lain kathedral. Ada
> pecinan, banyak kuil, ada tempat orang India, juga ada kuil.
> 
> Lalu kampung Melayu, na banyak mesjid, langgar.Dsb. Ada juga kampung
> Arab, juga ada mesjidnya. Lalu kampung Jawa, ada mesjid ada gereja.
> Kampung Ambon, lagi lagi gereja.
> 
> Ayo siap siap deh, minggir dari kampung dimana kita bukan Mayo, 
kayak
> orang Yahudi minggir dari Gaza stripes.
> 
> Terus dikasih pagar, dan malam hari ditutup, agar gak jadi tawuran,
> atau kedatangan FPI.
> 
> Nanti elang kecil datang, lalu tanya. "kamu MUI?"
> 
> Mas Nizami dan saya kalau ngobrol lewat pagar, satu disini satu
> disana. Mas Ari gak tahu deh dimana, punya pagar sendiri.
> 
> Hallo mas mas dan Mbak mbak...lambaian tangan lewat pagar
> 
> Salam
> 
> Danardono
> 
> ===
> Haiyaaa, ide besarnya tuh, agama saya tetap paling benar menurut 
saya, namun
> orang bisa punya keyakinan lain yang berbeda yang menurut dia 
benar, dan
> mengakui bahwa kalo orang lain menganggap agamanya sendiri paling 
benar ya
> monggo, silakan.  dan karena itu, saya punya agama saya sendiri, 
dan saya
> beribadah mendurut tuntunan kepercayaan itu, orang lain pun 
beribadah
> menurut tatacara yang dia yakini kebenarannya.  Paling paling kita 
cuma
> sharing, yang saya anggap benar itu seperti ini, dan beginilah saya
> melakukannya.  Kepercayaan yang sifatnya individu, dan 
menginternalisasi
> pada tiap individu ini, ya batasannya ketika berhubungan dengan 
orang lain,
> adalah masalah muamalah, masalah publik.  Yang dibatasi, misalnya, 
jangan
> sampai merugikan orang lain.
> 
> Nah, SKB yang netral itu ternyata dilapangan dipelintir dengan 
ketidaksukan
> kita pada golongan lain, dengan premis premis, china, kristen, 
lebih kaya,
> kristenisasi dan sebagainya.  Makanya ketika orang agama lain mau 
bikin
> tempat ibadah, ijinnya susah banget keluarnya.  Malah main 
menertibkan
> bangunan dengan main tangan sendiri.  Ujungnya jadi anarki.  
Himbauan untuk
> mengambil jalan damai, tidak diperhatikan ?  Buat apa, wong aparat 
aja udah
> ketakutan kok, lanjut terus, bleh  :))  Hantam, gitu kali yang ada 
di
> pikirannya.
> 
> Yang salah siapa kalo gitu di sini ?  Ya orang orang yang 
menjalankan sistem
> itu, yang karena punya premis minor pada kalangan tertentu, 
menggunakan
> posisi sebagai mayoritas untuk menghalang halangi orang lain 
beribadah.
> Beribadah gitu lho ....  :(  Iya kalo bikin latihan militer, 
silakan dech
> dipublish gede gedean dan dilaporkan aparat.  Nah, yang suka bikin 
latihan
> militer dan pengen bikin laskar ini siapa ?  Ya, justru dari umat 
Islam toh
> selama ini ?
> 
> Kalo lagi gini saya mikir, biar orang kita pikirannya lebih 
terbuka, harus
> mengambil jalan Nabi, banyak mengembara, pergi ke banyak negeri 
lain,
> mengambil pelajaran dan hikmah dari perjalanan.  Dengan sistem yang 
menolak
> dwi kewarganegaraan, dan orang Islam yang emoh ngejar beasiswa 
karena takut
> dikristenisasi, ya jelas aja memperluas wacana ini jadi susah 
dilakukan.
> Mosok mengembaranya dengan cara jadi TKI, ya gak dapat pencerahan 
lah.
> Minimal di tempat yang bikin kita jadi minoritas dan harus 
survival, tapi
> sempat mengamati dan merenung.  Makanya dari sekian banyak lokasi 
TKI,
> Saudi, Kuwait, Qatar, Singapore, Hongkong dan Taiwan, FLP yang 
membernya
> mayoritas TKI justru timbul pertama kali di Hongkong.  Dan wacana 
yang
> mereka tulis, mencerahkan dalam porsi mereka.
> 
> salam,
> Ari Condro





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a difference. Find and fund world-changing projects at GlobalGiving.
http://us.click.yahoo.com/j2WM0C/PbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke