** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org ** ** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ** ** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com ** http://www.sinarharapan.co.id/berita/0510/11/opi01.html
Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu Oleh Benny Susetyo Anjing menggonggong, kafilah berlalu. Harga BBM sudah naik. Sebentar lagi demonstrasi yang luas akan mereda. Antrean panjang BBM (mungkin) sebentar lagi juga akan surut. Semuanya akan mudah dilupakan. Dialektika negara-rakyat yang terjadi (hanya) sebatas itu. Anjing yang menggonggong lama-lama kehabisan suara karena kafilah tidak mengerti makna gonggongan itu. Walau anjing masih terus akan menggonggong, rasanya kafilah juga masih tetap akan berlalu. Akar masalah atas semua protes sebetulnya satu, yakni ketika objek kebijakan tidak memahami apa yang dikehendaki oleh pembuat kebijakan. Pemerintah kita sudah terbiasa untuk tidak membuat semua orang bisa paham dan cerdas. Agenda mereka hanya satu, bagaimana sebuah kebijakan dapat berlaku secara meluas, dan isinya yang mengandung protes bisa mudah dilupakan dan dijalani seperti tidak ada masalah apapun. Ketidakpahaman rakyat atas argumentasi yang mendasari suatu kebijakan ditambah ketidakterusterangan pemerintah membuat semua jadi runyam. Itulah mengapa dalam kebijakan BBM ini dalam satu tulisan saya menyebutnya sebagai kutukan yang harus diterima. Seolah semua ini sebuah takdir yang given dan harus diterima entah untuk kepentingan siapa. Bagaimana bisa dipahami bahwa kenaikan harga BBM untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat miskin, mengalihkan subsidi agar tepat sasaran, mengurangi subsidi yang jatuh kepada orang kaya, jika nyatanya dampak yang terjadi adalah yang miskin tetap miskin dan bertambah miskin? Mengorbankan Rakyat Alasan menaikkan harga BBM kabur di antara tarik-menarik kepentingan neoliberal dan kepentingan memberdayakan rakyat miskin. Kita khawatir jangan-jangan alasan mengalihkan subsidi dibuat-buat untuk menutupi tekanan internasional, dan bangsa kita tidak memiliki langkah lain selain mengorbankan rakyatnya sendiri. Belum bisa dijawab secara melegakan, apakah pemerintah sungguh-sungguh memikirkan konsep kesejahteraan bagi kaum miskin. Siapa yang dirugikan dan diuntungkan dalam kenaikan harga BBM, benarkah subsidi BBM yang menguntungkan kaum kaya selama ini akan lebih adil jika diberikan langsung kepada si miskin, apakah dana kompensasi benar-benar sampai pada masyarakat yang membutuhkan dan seterusnya? Sayangnya pemberian subsidi langsung, yakinlah, tidak akan efektif dan tidak sanggup mengatasi semua dampak yang terjadi akibat kebijakan ini. Langkah itu seperti memberikan panacea kepada orang sakit kepala, hanya untuk meredakan nyeri tapi tidak menyelesaikan biang penyakit tersebut. Kepada siapa subsidi diberikan kalau pemerintah sendiri tidak memiliki data yang valid atas si miskin tersebut? Alasan bahwa kenaikan harga BBM untuk memotong subsidi kepada kaum kaya dan mengalihkannya kepada dunia pendidikan atau kaum kaya seringkali terlihat sebagai dibuat-buat. Bagaimana tidak, kaum kaya mungkin tidak terlalu terpengaruh (atau tidak ambil peduli) apakah harga BBM naik atau tidak. Hidup mereka tetap easy going karena mereka menguasai kehidupan. Sementara hidup kaum miskin, walaupun sudah diberi subsidi, tetap menderita akibat kebijakan ini. Apalagi kalau subsidi salah sasaran. Bukankah dengan demikian alasan subsidi silang ini hanya lipstik saja? Suatu hari kita merasakan kekhawatiran jika negara kita dipaksa memotong seluruh subsidi kepada kaum miskin. Lalu negara ini bisa berbuat apa untuk si miskin? Negara ini sudah tidak memiliki kewibawaan dan sudah sering "melacurkan" diri untuk kepentingan yang serba tidak transparan. Kebangkrutan? Kelangkaan BBM terus-menerus akhir-akhir ini harus disadari akan melumpuhkan sektor industri. Kondisi ekonomi akan sangat mengkhawatirkan karena kekuatan industri semakin lemah untuk menggerak roda kehidupan. Kita khawatir jika kelangkaan BBM memang sengaja diciptakan agar masyarakat merasakan kepuasan jika BBM sudah tidak langka lagi walaupun harganya di luar kantong mereka. Para pejabat dengan antusias menyatakan, negara ini harus dijaga kebangkrutannya dengan cara harga BBM harus dinaikkan. Ini logika yang tidak bisa diterima oleh akal sehat rakyat. Justru deretan orang miskin baru akan semakin meningkat ketika harga BBM dinaikkan. Dengan logika sederhana dan faktual, inilah yang akan terjadi di tengah PHK massal, nelayan yang stres, petani yang menderita, buruh yang menjadi gelandangan dan seterusnya. Apakah benar negara akan bangkrut bila BBM tidak dinaikkan karena subsidi pemerintah yang begitu besar untuk BBM? Apakah cara lain tidak ada lagi? Pilihan kebijakan harus mempertimbangkan sejauh mana kebijakan tersebut membawa penderitan lebih besar atau kebijakan tersebut justru membawa dampak bagi kehidupan masyarakat. Cara berpikir para pedagang begitu simpel. Harga BBM dinaikkan dana untuk subsidi bisa diberikan langsung kesejahteraan rakyat melalui pendidikan, kesehatan dan dana kompensasi Rp 100 ribu untuk rakyat miskin. Cara berpikir seperti itu akan membawa efek mematikan harapan rakyat mampu menghidupi dirinya sendiri. Data tentang kemiskinan yang dibuat seenaknya membuat hidup rakyat semakin terancam. Dan oleh pemerintah ini bukan dianggap masalah mendasar. Sistem penyaluran subsidi yang begitu rentan akan korupsi membuat kita mudah membayangkan bahwa dana kompensasi akan jauh dari sasaran. Maka deretan kemiskinan baru sudah ada di hadapan mata. Dan walau anjing menggonggong sangat keras, kafilah tetap saja berlalu. Penulis adalah budayawan [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org! http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ ** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Website resmi http://www.ppi-india.org ** ** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

