Sekarang ini, kaum garis keras banyak masuk ke
gedung-gedung perkantoran. Dimana-mana di gedung
perkantoraan, isi khotbahnya berisi
pemikiran-pemikiran kaum garis keras, yang cenderung
memprovokasi umat untuk memusuhi umat lain. Sedangkan
majalah-majalah garis keras berusaha melakukan
militan-nisasi, terutama kepada generasi muda. Karena
diperhitungkan anak mudalah yang relatif belum
berpengalaman, sehingga mudah diracuni ide-ide
militan. Dan tidak mustahil, sebagian gerakan-gerakan
militan sesungguhnya merupakan suatu gerakan operasi
intelijen asing untuk merusak negara kita.



--- Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0510/11/opi02.html
> 
> 
> 
> Negara Pancasila dari Sudut Pandang Orang Luar  
> Oleh
> Peter Rosler Garcia
> 
> Tugas utama pemerintah demokratis dunia mana saja
> adalah membela hak asasi manusia (HAM) setiap warga
> negara tanpa membedakan suku, agama dan kelompok
> sosial. Proklamasi Kemerdekaan RI pada tanggal 17
> Agustus 1945 dan maklumat Pancasila sebagai filsafat
> dan asas pemersatu bangsa Indonesia, sejak mula
> menjadi kekaguman banyak orang di luar negeri. 
> 
> Pemakluman semboyan dasar: "Bhineka Tunggal Ika"
> (Berbeda tetapi Satu) di bawah cekraman kaki "Garuda
> Pancasila" sangat tepat sebagai asas pembelaan
> hak-hak asasi manusia semua warga negara. Namun
> bermacam berita akhir-akhir ini semakin mengaburkan
> pandangan luar negeri ke arah Republik Indonesia
> (RI).
> 
> Masihkah Pancasila mengayomi seluruh warga bangsa
> Indonesia mengingat akhir-akhir ini banyak terjadi
> konflik suku, diskriminasi, kekerasan - aksi liar
> sweeping di depan mata polisi dan kantor pemerintah,
> pembakaran/penutupan gereja, sulitnya memperoleh
> izin pembangunan rumah ibadah, pembunuhan di Poso
> dan terakhir pemboman Bali 1 Oktober 2005? Kekaguman
> lama menjadi kesangsian. 
> 
> Masih harumkah Indonesia sebagai negara anggota PBB
> ke-60? Apakah demokrasi RI telah berubah menjadi
> negara yang memaksakan asas agama keumatan mayoritas
> menjadi "pemaksaan hukum syariat" tidak hanya kepada
> sebagian besar umat mayoritas sendiri tetapi juga
> kepada umat agama minoritas se-Republik Indonesia? 
> 
> Apakah asas demokrasi yang tak kenal diskriminasi
> suku, etnik dan agama dalam kepartaian di Indonesia
> telah berubah menjadi asas umat agama? Masihkah
> terdapat banyak negarawan, cendekiawan, warga negara
> Indonesia bebas berasas Pancasila yang "Bhineka
> Tunggal Ika"?
> 
> 
> Tidak Boleh Ditolerir 
> Dulu, orang beda agama bisa menikah di Catatan Sipil
> tanpa kesulitan. Lantaran hal itu dihormati sebagai
> hak asasi manusia pribadi dewasa dan merdeka. Tentu
> saja, juga berdasarkan hak asasi manusia, tidak
> seorangpun bisa diwajibkan orang lain untuk menikah
> dengan sesama suku, etnik atau agama. Di sinilah
> pentingnya peran pemerintah Pancasila RI menjamin
> dan melindungi hak-hak asasi setiap warga negara
> dengan konsekwen.
> 
> Di negara Pancasila, dan juga seperti di negara
> demokrasi lain, semua warga negara mempunyai hak
> sama. Semua agama dihormati dan diterima dengan
> keagungan sama. Pemerintah membela hak-hak semua
> orang berbeda agama dan menghormati pilihan hak
> asasi manusia warga negara perorangan. Berarti
> hak-hak asasi semua warga negara dijaga dan dijamin
> oleh negara.
> 
> Pemerintah tentu saja harus melindungi kebebasan
> beribadat karena asas itu merupakan salah satu hak
> asasi manusia. Menutup rumah ibadah tidak boleh
> ditoleransi pemerintah yang berdaulat. Kewajiban
> pemerintah kepada setiap warga negara adalah:
> Membela hak beribadat. 
> 
> Musuh negara paling berbahaya ialah kelompok yang
> mau menghapus sebagian atau semua hak-hak asasi
> manusia bukan kelompoknya. Agama mereka jadikan
> topeng. Di belakangnya terkandung haus kekuasan,
> kekayaan dan untuk menindas kaum hawa.
> 
> 
> Contoh Taliban 
> Jika kelompok semacam itu bisa merebut kekuasan di
> suatu negara, pemerintah negara itu akan musnah
> karena tidak mampu lagi membela hak-hak asasi semua
> orang. Rezim Taliban di Afghanistan, misalnya, telah
> mewujudkan kepentingan kelompok berorientasi
> feodalis, anti-ilmu pengetahuan dan anti-perempuan.
> Anak perempuan tak diizinkan ke sekolah/
> universitas, tidak boleh juga keluar dari rumah
> tanpa izin atau pengantar laki-laki. Hanya laki-laki
> mempunyai hak warisan dan hak atas anak. 
> 
> Di negara kelompok Taliban, perempuan hamil tanpa
> menikah dan perempuan yang berhubungan di luar
> perkawinan bisa dibunuh. Tidak sama halnya dengan
> lelaki hidung belang. Tiada pengadilan sah bisa
> membela mereka kecuali "pengadilan syariah" di mana
> kata-kata perempuan hampir tak punya arti. 
> 
> 
> Afghanistan menjadi surga untuk laki-laki tapi
> neraka bagi kaum wanita. Taliban menghapuskan hak
> asasi manusia bukan hanya untuk perempuan melainkan
> juga untuk semua orang yang diduga tidak mendukung
> mereka. Di negara itu hak asasi manusia dihapus bagi
> tiga perempat jumlah warga negara. Apa arti
> pemerintah semacam itu?
> 
> 
> Perebutan kekuasaan terjadi juga di negara barat.
> Yang paling dahsyat adalah pemerintahan Jerman di
> bawah Hitler.
>  Betapapun pemerintah itu dipilih, tapi semua
> kejahatan hak asasi manusia tetap diburu, dikutuk
> dan dihukum. Jadi jumlah besar pendukung/pemilih
> tidak mengesahkan pelanggaran hak asasi manusia
> dimana saja. 
> 
> Tetapi di samping pemerintah yang melanggar hak
> asasi manusia secara langsung, juga tidak kecil
> jumlah pemerintah di dunia ini yang menutup mata,
> telinga dan mulut terhadap kejahatan kelompok
> tertentu. Pemerintah yang lalai melakukan tugas
> utama mereka, yaitu membela hak-hak asasi semua
> warga negara. 
> 
> Tentu saja, tugas pemerintah sebuah negara yang
> banyak suku dan agama jauh lebih sulit dari negara
> yang hanya memiliki seragam suku bangsa dan agama.
> Beruntung RI memilih Pancasila dan Bhineka Tunggal
> Ika sebagai asas filsafat dan lambang pemersatu
> Bangsa Indonesia membela hak asasi manusia seluruh
> warga negara. Masihkah itu perlu diragukan lagi?
> 
> Penulis adalah ahli Politik dan Ekonomi Luar Negeri,
> tinggal di Hamburg, Jerman
>   
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 



        
                
__________________________________ 
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving.
http://us.click.yahoo.com/V8WM1C/EbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke