** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org ** ** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ** ** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com ** http://www.suarapembaruan.com/News/2005/10/15/Utama/ut06.htm
SUARA PEMBARUAN DAILY Pemberantasan Korupsi Belum Sentuh Akarnya JAKARTA - Upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Muhammad Jusuf Kalla yang sudah hampir setahun ini, belum menyentuh akar-akarnya. Proses hukum terhadap sejumlah pelaku korupsi, baru sebatas pinggir-pinggirnya dan lebih dimanfaatkan untuk membangun citra. Hal itu dikemukakan Koordinator Program Master Manajemen Komunikasi Politik Universitas Indonesia, Effendi Gazali PhD, MPS ID dan Wakil Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) E Shobirin Nadj dalam diskusi terbatas yang digelar Redaksi Suara Pembaruan di Jakarta, Jumat (14/10). Diskusi digelar dalam rangka evaluasi satu tahun Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Muhammad Jusuf Kalla. Gejala Dikatakan E Shobirin Nadj, kalau diibaratkan diagnosa penyakit secara medis, pemberantasan korupsi yang dilakukan Pemerintahan Yudhoyono selama ini, baru sebatas sim- pton-simpton (gejala-gejala). Sedangkan akar persoalan penyakitnya belum disentuh sama sekali. Akar korupsi di Indonesia menurut Shobirin secara garis besarnya ada tiga dan hal itu belum tersentuh. Ketiga akar korupsi itu adalah, sistem birokrasi, sistem penganggaran, dan sistem audit. Dikatakan, sistem birokrasi di Indonesia sangat permisif betul bagi terjadinya tindak pidana korupsi dan sampai sekarang belum ada tanda-tanda dilakukannya reformasi birokrasi. Demikian pula soal sistem penganggaran, sangat rentan terhadap terjadinya korupsi. Akibatnya, korupsi bukan saja terjadi saat sebuah proyek dikerjakan, tetapi sejak perencanaan sebuah proyek, sudah terjadi korupsi. Ketika proyek diusulkan, sudah dimanfaatkan untuk mendapatkan uang, ketika disetujui, ada nilainya, belum lagi ketika dananya dicairkan, kemudian proyeknya dikerjakan, proyeknya selesai dan pajaknya dibayarkan, semuanya terjadi korupsi. Shobirin mengakui, ada kemajuan dalam pembangunan hukum khususnya penindakan para pelaku korupsi. Tetapi, ada kesan hal itu hanya dilakukan sebagai upaya membangun citra bahwa pemerintahan ini benar-benar memberantas korupsi, tetapi sekali lagi baru batas pinggir-pinggirnya. Apalagi, sangat terkesan penindakan terhadap pelaku korupsi oleh Presiden Yudhoyono bukan dengan sistem tebang habis (menyeluruh), tetapi tebang pilih. Buktinya, bupati-bupati dan gubernur-gubernur atau pejabat dan pengusaha yang diuber-iber selama ini, jelas-jelas adalah mereka yang diketahui tidak mendukung Yudhoyono atau tidak mempunyai backing parpol yang kuat. Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh yang dipilih Yudhono menurut Shobirin, sulit diharapkan bisa berani memberantas korupsi. Kalau saja, figur seperti Marsilam Simanjuntak yang dipilih sebagai Jaksa Agung, kondisinya akan sangat berbeda. Marsilam menurut Shobirin, selain tahu hukum secara lebih komprehensif, integritasnya tidak diragukan dan sangat tegas dalam mengambil tindakan. (M-15/E-8/Y-4/O-1) Last modified: 15/10/05 [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org! http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/ ** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List ** ** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: ** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ ** ** Website resmi http://www.ppi-india.org ** ** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

