** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org ** 
** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ** 
** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
http://www.suarapembaruan.com/News/2005/10/15/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 

Soal Ambalat, Tidak Ada yang Setuju "Joint Development Zone"


JAKARTA - Dugaan adanya elemen yang setuju dengan konsep joint development zone 
(JDZ) di dalam tim perunding soal sengketa Pulau Ambalat yang diperebutkan 
Indonesia dan Malaysia dibantah Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda. Sikap 
Indonesia dalam perundingan atas soal Ambalat sejak awal adalah, batas landas 
kontinen yang harus ditarik garis tegas. 

JDZ adalah konsep yang membiarkan wilayah yang disengketakan oleh kedua negara, 
dalam hal ini Indonesia dan Malaysia untuk kemudian dikelola bersama. "Kita 
tidak mau itu dan sudah saya tegaskan kepada Menlu Malaysia ketika bertemu di 
Hotel Darmawangsa ketika masih hangat-hangatnya soal ini beberapa waktu lalu," 
kata Hassan Wirajuda seusai mengikuti sidang kabinet di Kantor Presiden, Jumat 
(14/10) sore. 

Informasi yang diperoleh Pembaruan sebelumnya memang menyebutkan adanya elemen 
di dalam tim perunding yang pro JDZ. Hal itu ditolak Departemen Luar Negeri, 
bukan hanya karena terkesan kalah -dan memang perundingan bukan bertujuan untuk 
itu- tetapi juga untuk tegaknya NKRI secara utuh. 

Hassan Wirajuda menyatakan yakin tidak akan ada elemen di tim perunding yang 
pro JDZ dan bisa dianggap sebagai "menjual" Pulau Ambalat tanpa peduli akan 
lepas benar dari Indonesia. Setiap kali dilakukan perundingan -sebulan sekali 
dengan tuan rumah bergantian- Hassan menyatakan memperoleh laporan lengkap. 

Menurut Hassan, Malaysia memang pernah menawarkan JDZ ketika bertemu beberapa 
waktu lalu. "Dia memang menyebut tapi segera saya kunci, itu bukan masalah yang 
kita bicarakan," katanya. Informasi yang ada menyebutkan, bisa jadi Malaysia 
menyodorkan tawaran itu mengingat desakan Petronas, perusahaan minyak di 
Malaysia, namun Hassan tidak mengomentari soal itu. 

Ditanya perkembangan perundingan, Hassan menyebutkan, tahapan yang dilakukan 
adalah tidak langsung membahas batas landas kontinennya. "Karena landas 
kontinen adalah perpanjangan dari laut teritorialnya dan itu yang sekarang 
dibahas, batasan-batasan tentang laut teritorialnya," kata Hassan. Perundingan 
soal Ambalat antara Indonesia dan Malaysia masih akan berlangsung sampai 
Januari mendatang. (Y-3) 



Last modified: 15/10/05 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.org **
** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke