** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org ** 
** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ** 
** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
--- In [email protected], tylla subiyantoro 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mbak Lina tersayang..
>  
> Lina: Kalo ini namanya Islam Agnostik. Banyak orang Islam seperti 
> ini diakui or tidak. Sama seperti Kristen Agnostik.
> Agnostik itu beda dgn atheis.
> 
>  
>  
> Tylla :He he..Kan saya udah bilang mbak..temen saya itu tak 
baragama tapi berTuhan..hehehehehe...kan mbak sendiri yang bilang 
kalo kaum atheis dan Agnostik itu nggak ngerti Agama, nggak punya 
waktu belajar agama dsb dst..
> makannya saya kasih tau kalu temen saya itu DULUNYA beragama dan 
saya rasa mah.FAHAM betul luar dalem soal agama..hehehe..soal atheis 
atau Agnostik  ya saya tau itu beda kok mbak..makannya saya 
bilang..saya lupa tante Karen itu agnostik atau Atheis..hehehehe...
> Nah..kebetulan tadi saya pass banget lagi online sama temen 
saya..Temen saya bilang,"Aku nggak ngerasa Islam Agnostik tuh..I'm 
obviously not a moslem, coz i dont believe in Islam as an 
ideological system, moreover, i am no longer believe in RELIGION..
> Itu kata dia sih mbak..nurut dia, agnostik ya agnostik..titik..He 
was a Moslem, but he is no longer be..Trus dia bilang, nggak usah 
jadi Islam juga dia bisa kok, belajar soal kemanusiaan dsbg dll 
dst..:D itu kata dia lho mbak.Soal kemanusiaan bagian dari ajaran 
agama itu saya sepakat..soal ini kawan saya bilang," Tylla..it's 
more like this, i dont have to take capuccino if i love black coffe, 
rite ? I only like the coffee, without sugar and milk and other 
things blended in cappucino..why should i take it if i only want 
that damn good black thick espresso..thapse milk etc only ruin the 
real taste of real coffee..."

Mbak Tylla,
Saya pikir temenmu itu tidak mengerti soal agama, meski dia punya 
pesantren whatever deh. Ini sama saja dengan orang yang ngaku 
beragama (ada gelar kiyai) tapi kelakuan (kasat mata)nya minus. 
Sedang temanmu mengaku agnostik tapi kelakuan (kasatmata)nya 
positif. Betul, tidak perlu menjadi orang beragama kalau mau 
menekuni apapun. 

Kalau dia percaya Tuhan dan konsisten kpd agnosticnya, cara mana 
yang akan dia tempuh kalau dia mau menikah atopun meninggal. Apakah 
Agnostik punya sistem utk pengaturan hidup spt itu? Padahal menikah 
adalah perjanjian manusia dg manusia dan manusia dgn Tuhan. 
Perjanjian model mana yang ida akan ikuti?

Pilihan atas agama bukan berdasarkan suka or tidak suka layaknya 
orang pilih kopi pahit atau manis. Kalo hanya berdasarkan suka, suka 
itu bisa berubah. Karena temenmu memilih beragama or tidak 
berdasarkan suka or tidak suka, akan mengalami perubahan lagi 
nantinya tergantung sikon.

Agnostikpun lahir dari orang-orang yang mengalami kekecewaan-
kekecewaan ato orang yang tidak menemui kepuasan-kepuasan batinnya 
atas agama-agama, lalu disalahkanlah agama.


> 
> Lina: Siapa yang mengharuskan? Saya kan bertanya konsep apa yang 
> dipakai kalau bukan agama. Saya betul-betul tidak tahu. Dalam 
> kesempatan lain nampaknya mbak Tylla dah menjawab bahwa itu konsep 
> humanisme. Buat saya humanisme itu salah satu konsep dasar yang 
ada 
> pada setiap agama.
> hmm lepas dari itu semua kalo dipikir-pikir, mengakui ato tidak 
> manusia itu sebetulnya tidak bisa lepas fitrahnya dari beragama. 
> Hanya orang-orang sombong dan angkuh yang mengproclaim dirinya 
> atheis.
> 
> Itu saja.

> # Tylla :
 > Walah, kan mbak sendiri yang mengahruskan..coba deh mbak liat 
tulisan mbak yang  bilang," Akhirnya kepada lelaki dan pere, harus 
kembali kepada agama sebagai tolok ukur, dimana......"dst dst..
> mbak bukan yang nulis ?jadi apa salah kalau saya interpretasikan, 
kalau itu adalah tendensi 'perintah' atawa keharusan ?

Mbak Tylla,
Pada hal diatas..saya bertanya itu kan pada konteks " Hak memilih 
manusia yang mau berdasarkan apa: agama, non agama, agnostic, 
ateis". Itu jelas tak bisa dipaksa, terserah manusia.

Sedang pada hal yang kedua ini kan kesimpulan ato yang pada dasarnya 
manusia harus kembali kpd agama sbg tolok ukur. Toh nyatanya juga 
feminisme itu juga merujuk kpd agama, meski hanya pada tatanan 
global yang menyeluruh. Karena pada tatanan pribadi feminis atopun 
bukan, agamapun tlh mengatur bhw laki dan pere gak usah saling 
dengki krn masing2 punya kelebihan spt yg saya kutipkan ayat 
AlQur'annya tsb. 
> 
>  
> 
> Nah soal Fitrah..he he he..maaf ya mbka, kayaknya konsep fitrah 
itu cume dikenal dan dipercaya sama orang orang yang beragama 
dah...Dan saya rasa mereka yang memutuskan untuk tidak beragama 
dan/atau tidak berTuhan,punya penjelasan dan alasan yang tidak kalah 
logis dan cerdasnya..bukan cuma perkara emosi cekeremes aja..hehehe..
> 
> Soal Sombong congkak san angkuh..wah Mbak.maaf ni mbak ya..saya 
rasa statement orang atas keyakinannya, baik itu 
theis/atheis,gnostik/Agnostik sama sekali nggak layak di justifikasi 
sebagai ekspresi kecongkakan..Sekali lagi, pada umumnya mereka punya 
penjelasan yang sangat logis dan 'baik baik' saja kok..Soal 
keyakinan kan nggak bisa dipaksakan dong ah..

Lina:
Saya tidak tahu dan tidak dapat menyimpulkan apakah fitrah cuma 
dikenal dan dipercaya sama orang yang beragama. Fitrahnya manusia 
adalah berTuhan (beragama). Fitrahnya manusia adalah mempunyai nalar.
Saya juga percaya kalau mereka punya penjelasan dan alasan. Soal 
logis dan cerdasnya kan bergantung penilaian kita.

Kalau saya menjudge (?) mereka sombong, congkak dan angkuh itu juga 
saya punya penjelasan dan alasan. Soal cerdas dan tidaknya, 
bergantung. Alasan saya mengatakan mereka sombong karena tidak mau 
mengakui bahwa kebaikan yang mereka aplikasikan adalah sebagian 
dari ajaran agama-agama, dimana semua agama mengajarkan soal budi 
pekerti. Agama sudah ada (mungkin) ketika Adam diciptakan, tapi 
agnostic ada baru baru saja ketika kebejatan moral banyak terjadi. 
> 
> Justru Justifikasi atas kecongkakan sesorang yang menolak 
mengamini sebuah keyakinan (soal theis/atheis, Gnostik/Agnostik), 
merupakan manifestasi claim kebenaran yang..(bisa kasih saran nggak, 
apakah ada  bahasa yang lebih tepat dan representatif  
selain 'congkak'?) hehehehe...

Lina:
Whatever bahasanya, saya terima saja kok karena ada penjelasannya 
kan? bukan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan.

wassalam,






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a difference. Find and fund world-changing projects at GlobalGiving.
http://us.click.yahoo.com/j2WM0C/PbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.org **
** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Kirim email ke