Mbah, anda jangan terlalu ikut campur agama lain. Anda
nggak tahu sama sekali mengenai akidah Islam. Sama
sekali.Islam dan ahmadiyah adalah berbeda. Kritisi aja
umat mbah sendiri yang juga masih  nggak karu-karuan.

Terkait FPI, apakah dia merupakan masalah bangsa?
Mungkin perlu ditarik dulu ke garis belakang. Kenapa
FPI itu berdiri. Seandainya saja pemerintah (polisi)
yang notabene muslim juga itu menindak tegas perbuatan
maksiat (entahlah apakah dalam injil apa ada perbuatan
maksiat), dan mbah pun tak perlu menjelaskan ini. Maka
FPI itu nggak perlu ada. 

 Terkait penutupan rumah yang beralih fungsi jadi
gereja. Saya pun balik bertanya, kenapa umat non
muslim melakukan hal itu? kemana rasa cinta kasih dan
pembawa kedamaian yang disanjungkan, sehingga mereka
hendak membuat gereja ditengah komunitas muslim?
apakah ini namanya kalau bukan  upaya pembalikan
aqidah? Saya lebih banyak melihatnya orang non muslim
itu terlalu bersu'udzon berlebihan dengan umat Islam.
Kalau berniat baik, tak perlu membahas via email ini
dengan menghembus-hembuskan nada miring, datang aja
langsung via TKP bikin surat klarifikasi, hubungi via
telpon. 

Sejak awal dimilis ini, Mbah, Anda selalu saja
mencari-cari kelemahan dari umat Islam. Baik dengan
bahasa halus, kasar dan menohok. Sedihnya ada aja umat
Islam yang terbawa arus larut menggibah saudara
sendiri, tanpa tabayyun (konfirmasi) dulu. Orang juga
mudah tersulut dengan pemberitaan media masa yang
belum tentu benarnya.  

Benturan peradaban adalah keniscayaan dan suatu yang
Insya Allah terjadi. Bukankah dalam kitab anda juga
dijelaskan mengenai kedatangan Jesus kembali yang
katanya akan muncul di tanah yang diberkahi. 

Bukankah umat nasrani itu sedang menanti-nanti 
kedatangan kembali Mesiah itu. Dan saat itu akan
terjadi perang akhir zaman, perang Armageddon. Dan
Anda tak mau membuka isi kitab mengenai ini di hadapan
publik. Karena akan menimbulkan konfrontasi besar.
 Naif, jika dibilang di tubuh Nasrani tak terjadi
perpecahan dan militansi. Seruan Paus Urbanus II cukup
menjadi bukti itu bukan. saya ndak percaya kalau Anda
juga meyakini semua diatas. karena Mbah adalah Katolik
Ortodok bukan? Atau milis yang mbah lemparkan ke
publik ini juga merupakan susunana kerikil kecil
menuju bangunan yang menjadi tujuan utama keyakinan
Anda.

Saya melihat suatu keironisan, mbah percaya benturan
peradaban dan agama, tapi umat Islam sendiri banyak
yang tak meyakininya.

Mbah, sungguh saya menghargai keyakinan Anda. Oleh
karena itulah kalau ada email yang sifatnya pertanyaan
orang non muslim kepada non muslim (terkait akidah).
saya tak mencampurinya. Saya berharap teman muslim
melakukan hal serupa. Kalau mengajak diskusi internal
lintas agama lain silakan via japri. 

salam,
aris


--- RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> Mbak, saya setuju sekai dengan statemnt berikut:
> 
> "Klo saya sih mikirnya sementara ini, kenapa ngurus
> agama lain.
> Klo kita sudah yakin ama agama kita, iya nggak..."
> 
> Karena itu, yang kita bahas adalah benturan antar
> agama, misalnya 
> gangguan terhadap umat Katholik yang berdoa rosario,
> bukankah kita 
> lebih baik mengurus agama kita sendiri, seperti mbak
> katakan.
> 
> Atau kalau ada perbedaan dalam satu agama, misalnya
> Katholik dan 
> Protestant, tak perlu terjadi dikotomi, demukian
> pula antara umat 
> Islam dengan saudara saudara Ahmadiah.
> 
> Lebih bagus lagi, kalau kita kritik membangun bangsa
> kita, 
> menunjukkan apa yang masih salah, tanpa berangkat
> dari sisi agama. 
> Sebab kerusuhan adalah kerusuhan, seperti apa yang
> FPI lakukan, 
> adalah masalah bangsa.
> 
> Banyak saudara saudara Muslim yang sangat autokritis
> disini, yang tak 
> berpendapat, agama sendiri adalah ajaran terbaik.
> Demikian pula teman 
> Kristen, yang melihat kelemahan dari kalangannya.
> Misalnya, peng-
> kotak kotakan antara sesama umat Kristen, adalah
> sangat menyedihkan.
> 
> Mbak, benar, sikap boleh beda, yang penting diskusi
> dengan baik, 
> kalau semua berpikir demikian, tak seorangpun
> memakai bom untuk 
> memaksakan kehendaknya.
> 
> Kerdewasaan, tak saja terbatas pada kemampuan
> autokritik, mbak, namun 
> lebih dari itu, juga menghargai pendapat atau akidah
> lain. Walau kita 
> yakin akan akidah kita. Inilah, yang ditunjukkan
> oleh romo Magnis 
> Suseno, misalnya.
> 
> salam
> 
> danardono
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], aris solikhah
> <[EMAIL PROTECTED]> 
> wrote:
> >
> > Alhamdulillah ada juga tanggapan dari
> moderator.Terima kasih mas 
> Mario
> > Saya kira benar mas Mario, saya sepakat dengan
> Anda. Satu sisi auto 
> kritik itu menurut saya sesuatu yang sangat
> membangun asal dilandasi 
> rasa sayang amar ma'ruf nahi munkar, sebagai sesama
> saudara muslim. 
> Sejauh pengamatan saya yang terbatas ini, umat Islam
> ternyata nggak 
> mati :-). 
> >  
> > Umumnya orang non muslim dulu yang mencampuri
> urusan agama lain. 
> Ada apa gerangan ini. Klo saya sih mikirnya
> sementara ini, kenapa 
> ngurus agama lain. 
> > Klo kita sudah yakin ama agama kita, iya nggak.
> Atau sesuatu maksud 
> misalnya deislamisasi gitu? Agar umat Islam alergi
> dengan Islam 
> sendiri atau dengan saudara sesama muslim sendiri.
> Ehm.... hati-hati 
> dengan belah bambu. Hati-hati juga dalam menanggapi
> sesuatu, setiap 
> tulisan kita pun kelak juga dimintai
> pertanggungjawabannya dihadapan 
> Allah. 
> >  
> > Saya kira kalau dia seaqidah dengan saya, dia
> adalah tetap saudara 
> bagaimana pun pilihan jalan dia. Bukankah sesama
> muslim itu saudara. 
> Mo militan atau bukan. saya sangat meyakini mereka
> pun melakukan itu 
> bukan sembarangan tapi pakai dalil. Hanya saja
> bagaimana kita saling 
> berdiskusi dan empati mencari jalan terbaik dari
> segala syak 
> prasangka yang kita bicarakan. Selain itu jangan
> mudah terjebak 
> dengan pemberitaan media masa. Sebelum benar-benar
> kita tahu duduk 
> persoalannya, kalau perlu mengklarifikasi langsung
> ke sumbernya.  
> Sedangkan orang non muslim (dzimmah) adalah
> konteksnya mua;amalah 
> biasa (mengutip kata Abu Bakar Ba'asyir yang di
> forward pa Ambon, 
> trims pa Ambon), 
> >  
> > Sayangnya tidak ada klarifikasi dari pihak yang
> dikatakan militan 
> jadi nggak seimbang. Orang menduga-duga saja.
> Padahal dugaan itu 
> biasanya jauh dari kebenaran. Mas Mario undang dong
> orang2 yang aktif 
> di FPI juga biar rame, MUI juga boleh deh Mas Mario,
> biar kita juga 
> tahu dan kenal dekat dengan mereka. Tak kenal maka
> tak sayang bukan?  
> > Sekali lagi makasih Moderator.
> >  
> > salam,
> > aris
> > 
> > 
> > Mario Gagho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Waktu saya lagi asyik melototin milis ppi, temen
> saya
> > nyeletuk di belakang saya begini:
> > 
> > "ternyata rekan2 milis yg muslim lebih dewasa dari
> yg
> > non-muslim."
> > 
> > "apa tandanya?" tanya saya
> > 
> > "parameter dewasa adalah mereka yg mampu
> mengeritik
> > diri sendiri dan agama sendiri"
> > 
> > "trus?"
> > 
> > "aku lihat, member muslim lebih banyak yg mampu
> > mengeritik sesama muslim yg militan seperti FPI,
> dll.
> > coba lihat, mana ada yg non-muslim (=kristen)
> > mengeritik sejawatnya yg militan?
> > 
> > "tapi kan ada juga dari non-muslim yg mampu
> otokritik
> > dan tidak cerewet?"
> > 
> > "ada juga, tapi tak banyak. lihat juga di media2
> > ibukota dan daerah, pengeritik sesama muslim juga
> > muslim (dibantu nonmuslim tentunya). tapi coba
> lihat,
> > adakah penulis opini & editorial media spt kp, sp
> dan
> > sh yg pernah mengeritik umatnya sendiri?"
> > 
> > 
> > 
> > Mario Gagho
> > Agra University
> > www.ppi-india.org
> > ---------
> > A WINNER works harder than a loser and has more
> time. 
> > A LOSER is always "too busy" to do what is
> necessary.
> > 
> > 
> >       
> >             
> > __________________________________ 
> > Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
> > http://mail.yahoo.com
> > 
> > 
> > 
>
**********************************************************************
> *****
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat
> Persahabatan. Menuju 
> Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared
> Destiny. 
> http://www.ppi-india.org
> > 
>
**********************************************************************
> *****
> > 
>
______________________________________________________________________
> ____
> > Mohon Perhatian:
> > 
> 
=== message truncated ===



"Hendaknya kita mengukur ilmu bukan dari tumpukan buku yang kita habiskan. 
Bukan dari tumpukan naskah yang kita hasilkan. Bukan juga dari penatnya mulut 
dalam diskusi tak putus yang kita jalani. Tapi...dari amal yang keluar dari 
setiap desah nafas kita".(Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah)





                
__________________________________ 
Yahoo! FareChase: Search multiple travel sites in one click.
http://farechase.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke